You are hererenungan / Bagaimana Cara Tuhan Menjawab Doa Kita?

Bagaimana Cara Tuhan Menjawab Doa Kita?


By suwandisetiawan - Posted on 07 February 2019

Doa adalah napas hidup orang percaya, begitu ungkapan yang sering kita dengar. Artinya, doa tidak terpisahkan dalam kehidupan pengikut Kristus. Ibarat napas bagi tubuh, sepenting itulah doa bagi kehidupan kita.

Alkitab mencatat bahwa sebaiknya kita terus mendoakan harapan kita. Dalam Filipi 4:6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur,” Tuhan ingin kita tekun berdoa dan meminta kepada-Nya.

Namun, kita tidak hidup di zaman Perjanjian Lama atau Baru, ketika manusia bisa bertatap muka dan berkomunikasi langsung dengan Tuhan. Lalu, bagaimana cara Tuhan menjawab doa kita di era modern ini?

“Aku sudah berdoa. Mengapa tidak dijawab?”

Suatu hari, seorang pria yang tidak bisa berenang mengalami kebanjiran. Ia seorang yang percaya kepada Tuhan, rajin berdoa, dan religius. Karena banjir itu kian meninggi hingga mencapai pinggangnya, pria itu berdoa minta pertolongan Tuhan.

Tak lama, datanglah regu penolong yang mengendarai perahu karet. “Ayo, lompat ke sini,” kata mereka. Namun, pria itu menolak karena percaya Tuhan sendiri akan menolongnya. Perahu itu pun pergi.

Air terus naik hingga setinggi dadanya. Panik dan ketakutan, pria itu berdoa lagi. Kemudian, datanglah regu penyelamat kedua, menyuruhnya naik ke perahu karet. Sekali lagi ia menolak. “Tidak apa-apa,” katanya. “Tuhan akan menolong saya.”

Ketinggian air kini mencapai dagu, lalu hidungnya. Pria itu terus berdoa, hingga datanglah regu penolong ketiga yang menggunakan helikopter. Namun, pria itu bersikeras menolak dengan alasan Tuhan pasti menolongnya.

Singkat cerita, pria ini meninggal karena tenggelam. Dalam perjalanan menuju alam baka, ia bertemu Tuhan dan bertanya, “Tuhan, aku sudah berdoa supaya Engkau menyelamatkan aku. Mengapa tidak menolongku?”

Tuhan berkata, “Aku sudah kirimkan dua perahu karet dan satu helikoper untukmu, tapi kau menolak pertolongan-Ku.”

3 hal tentang cara Tuhan menjawab doa kita

Dari perumpamaan di atas, kita bisa belajar tentang apa yang Tuhan kehendaki dari doa kita.

1. Bertekun dalam doa

Saya yakin pria itu tidak hanya berdoa tiga kali, meski dikatakan Tuhan tiga kali mengirimkan bantuan. Dalam situasi kebanjiran, serta fakta bahwa ia tidak bisa berenang, mungkin satu-satunya hal yang dapat ia lakukan adalah berdoa. Saya juga yakin Tuhan mengirimkan bantuan karena melihat ketekunan doanya.

Masihkah kita terus berdoa, bahkan ketika doa kita tampaknya tidak didengar atau dijawab Tuhan? Ataukah kita berhenti berdoa dan menjadi pahit kepada Tuhan?

“Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.” – Efesus 6:18

2. Jawaban Tuhan datang lewat berbagai hal

Pria itu tewas tenggelam karena ia mengira pertolongan Tuhan hanya terjadi lewat kejadian-kejadian supernatural. Saya bukannya mengecilkan kemungkinan tersebut, bahwa Tuhan tak dapat melakukan hal ajaib di zaman ini. Namun, pertolongan dan jawaban Tuhan bisa datang melalui banyak hal.

Tanggapan Allah mungkin hadir lewat Firman Tuhan yang kita baca. Melalui nasihat pembimbing rohani kita, khotbah di gereja, atau bantuan orang-orang di sekitar. Pekalah terhadap suara Tuhan. Jika Anda merasa kurang peka, berdoalah supaya Tuhan memberikan kepekaan itu kepada Anda.

3. Perjuangkan apa yang Anda doakan

Jika kita sungguh-sungguh mempelajari Firman Tuhan, kita tahu jawaban Allah atas doa harus dikejar. Terkadang Dia meminta kita “melompat ke atas perahu karet atau memanjat tali helikopter.” Bukan serta-merta menunggu sesuatu yang ajaib terjadi. Tuhan mampu dan sanggup menjawab doa kita, tapi Dia ingin kita berjuang selaras dengan isi doa kita.

Apakah Tuhan tidak bisa menyelamatkan Nuh dan semua binatang dari air bah secara supernatural? Bisa! Namun, Tuhan malah menyuruh Nuh membuat bahtera superbesar dan membiarkan ia dianggap sinting oleh orang-orang di sekitarnya.

Apakah Tuhan tidak dapat langsung memberi pekerjaan di depan mata kita saat kita berdoa minta pekerjaan? Tentu Dia bisa. Namun, Tuhan lebih tertarik menumbuhkan iman kita daripada sekedar “show-off” bahwa Dia bisa lakukan segala mukjizat.

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” –Matius 7:7

Alkitab tidak mengatakan kita hanya perlu meminta (berdoa) saja, tetapi kita juga mencari dan mengetuk pintu. Bukan cuma berdiam diri, melainkan juga memperjuangkan apa yang kita doakan.

Misalnya, jika Anda berdoa minta pekerjaan, susunlah resume yang rapi dan menarik. Pelajari teknik berpenampilan serta wawancara yang baik. Carilah informasi dari berbagai sumber, atau bertanyalah pada teman. Jangan bersikap defensif atau keras kepala seperti pria yang menolak bantuan itu. Terapkan saran-saran yang Anda peroleh, karena mungkin itulah jawaban atas doa Anda.

Ketika Tuhan tak langsung menjawab permohonan, bisa jadi Dia ingin kita bertekun dalam doa. Dia tertarik mengetahui seberapa sabar dan berimannya kita saat menunggu jawaban. Tuhan bisa menjawab lewat apa pun di sekeliling kita, tak selalu sesuatu yang sifatnya ajaib.

Sering kali jawaban-Nya perlu dikejar atau dilakukan, bukan ditunggu secara pasif. Jadi, berjuanglah sesuai dengan apa yang kita doakan. Lewat perjuangan itulah, Dia menjawab doa kita.

Source : https://gkdi.org/blog/bagaimana-cara-tuhan-menjawab-doa-kita/

Tags