Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereArtikel Misi / Apa Itu Pendekatan Kabar Buruk/Kabar Baik untuk Membagikan Injil?

Apa Itu Pendekatan Kabar Buruk/Kabar Baik untuk Membagikan Injil?


By admin - Posted on 05 July 2022

Banyak hal dalam hidup memiliki kabar baik dan kabar buruk yang terkait dengannya. Seluruh kebenaran umumnya ditemukan dalam kombinasi keduanya. Menekankan satu sisi dengan mengesampingkan yang lain bukan merupakan kebenaran sepenuhnya. Hal yang sama berlaku pula untuk Injil Yesus Kristus.

Gambar: Kitab Suci

Kabar buruknya, secara rohani kita semua adalah orang berdosa yang pantas masuk neraka karena dosa kita melawan Allah yang kudus (Rm. 3:23; 6:23). Dosa kita telah menjauhkan kita dari hadirat-Nya dan kehidupan yang kekal (Yoh. 3:15-20). Tidak seorang pun dapat memperoleh jalan ke hadirat Allah karena "tidak ada yang benar" (Rm. 3:10). Upaya terbaik manusiawi kita untuk menyenangkan Allah adalah "seperti kain kotor" (Yes. 64:6). Beberapa penginjil dan pengkhotbah jalanan secara eksklusif berfokus pada aspek kebenaran Allah ini, yang dapat dianggap sebagai "pendekatan kabar buruk."

Kabar baiknya adalah bahwa Allah mengasihi kita (Yoh. 3:15-18). Dia menginginkan hubungan dengan manusia ciptaan-Nya dan telah berkomunikasi dengan kita dalam berbagai cara, seperti alam (Rm. 1:20), Alkitab (2Tim. 3:16), dan Yesus datang dalam rupa manusia untuk tinggal di antara kita (Yoh. 1:14). Allah memang mengasihi kita. Dia ingin memberkati kita. Dia menginginkan hubungan dengan kita dan ingin mengajari kita jalan-jalan-Nya sehingga kita bisa sepenuhnya menjadi seperti yang Dia tentukan sejak semula (Rm. 8:29). Para pengajar yang hanya berfokus pada kabar baik meninggalkan bagian penting dari rencana keselamatan Allah, yang mencakup pertobatan (Mat. 3:2; Mrk. 6:12) dan memikul salib kita untuk mengikut Yesus (Luk. 9:23).

Para pengajar yang hanya berfokus pada kabar baik meninggalkan bagian penting dari rencana keselamatan Allah, yang mencakup pertobatan (Mat. 3:2; Mrk. 6:12) dan memikul salib kita untuk mengikut Yesus (Luk. 9:23).


Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Sampai kita mengetahui kabar buruknya, kita tidak dapat benar-benar menghargai kabar baik. Anda tidak akan menghargai orang asing yang menyerbu masuk ke rumah Anda dan menyeret Anda keluar, kecuali Anda sudah tahu sebelumnya bahwa rumah Anda terbakar. Sebelum kita memahami bahwa kita ditakdirkan untuk masuk neraka karena dosa kita, kita tidak dapat menghargai semua yang Yesus lakukan bagi kita di kayu salib (2Kor. 5:21). Jika kita tidak menyadari betapa tak berpengharapannya kita, kita tidak akan menyadari pengharapan besar yang Yesus tawarkan (Ibr. 6:19). Kecuali kita mengakui bahwa kita adalah orang berdosa, kita tidak dapat menghargai Juru Selamat.

Pendekatan terbaik adalah dengan menyatakan apa yang rasul Paulus sebut sebagai "semua rencana Allah" (Kis. 20:27). Semua rencana Allah mencakup kabar buruk tentang keadaan alami kita dan kabar baik tentang rencana Allah untuk menebus kita. Yesus tidak pernah menghilangkan salah satu dari hal ini ketika Dia membawa "damai sejahtera di bumi, di antara orang-orang yang berkenan kepada-Nya" (Luk. 2:14). Damai sejahtera-Nya tersedia bagi setiap orang yang dibawa ke dalam pertobatan oleh "kabar buruk" dan dengan sukacita menerima "kabar baik" bahwa Dialah Tuhan atas semuanya (Rm. 10:8-9). (t/N. Risanti)

Download Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Got Questions
Alamat situs : https://gotquestions.org/bad-news-good-news.html
Judul asli artikel : What is The Bad News / Good News Approach to Sharing The Gospel?
Penulis artikel : Tim Got Questions