Umat Kristen sangat dibutuhkan untuk membantu penginjilan Gereja- gereja di Afrika (MNN). Sementara itu, pelatihan misi untuk Afrika Timur pada dasarnya sangatlah sederhana, yaitu meliputi: mengatur jalannya pelatihan penginjilan serta penyebaran bahan EvangeCubes. Wakil dari Global Missions Fellowship, Nathan Sheets mengatakan bahwa mereka membantu gereja di Afrika mempersiapkan diri untuk mampu secara pribadi memberitakan Injil kepada 4 juta orang yang belum percaya di Afrika Timur. Sheets mengatakan bahwa mereka akan sangat sibuk di musim panas ini. "Kita telah memobilisasi kira-kira 600 orang dari Amerika Utara untuk terlibat dalam membantu kerjasama dengan gereja-gereja yang ada dalam hal membantu penginjilan, pemuridan, dan membangun gereja-gereja baru." Sheets mengemukakan bahwa sejak bulan Maret, respon gereja-gereja di Afrika tersebut sangatlah hebat. Setelah mendapatkan peralatan dan pelatihan, mereka mengembangkannya sendiri. "Kita telah melihat 27 ribu lebih orang Afrika dilatih dan melatih bersama Evangecubes, sedangkan kami hanya punya bahan Evangecubes lengkap untuk melatih 7 ribu orang saja. Tapi dari 7 ribu orang itu, mereka keluar dan mengabarkan Injil dengan 30 ribu orang lainnya. Hasilnya 11 ribu orang datang pada Kristus dan 63 gereja baru dimulai."
[Sumber: Mission Network News, August 23th 2005]Pokok Doa:
- Doakan pelatihan penginjilan yang akan dilakukan; persiapan dan orang-orang yang akan terlibat dalam pelatihan ini.
- Doakan petobat-petobat baru serta gereja-gereja baru supaya ada follow up dari mereka dan selalu ada penyertaan Roh Kudus.
Menurut perwakilan dari Bible Pathways, sepertiga populasi penduduk dunia berusia di bawah 15 tahun. Lebih dari 65% di antaranya sudah percaya kepada Kristus sebelum mereka mencapai usia dewasa. Namun, di wilayah dimana wabah AIDS merebak dan membunuh orang-orang dewasa, urusan menjangkau anak-anak menjadi sangat terabaikan. "Sebagian besar anak itu tidak lagi hidup bersama keluarga mereka. Jadi, kami bekerjasama dengan pelayanan-pelayanan anak yatim piatu yang ada di Afrika dan India agar bisa menjangkau anak-anak itu. Kami telah mengirimkan materi-materi pemahaman Alkitab, Bible Pathway, dan juga Alkitab bagi orang-orang dewasa yang melayani anak- anak itu." Bagian dari tujuan pelayanan Bible Pathway adalah memberitakan pengharapan kepada anak-anak terabaikan di Afrika. Dan yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membantu banyak orang untuk mengenal Allah sebagai pencipta mereka. Allah memiliki rencana indah bagi kehidupan anak-anak terabaikan di Afrika. Mereka ada di dunia ini bukan karena kebetulan dan Allah ingin agar mereka mengenal-Nya dan menjadi Juruselamat bagi mereka.
[Sumber: Mission Network News, April 26th 2005]Pokok Doa:
- Bersyukur untuk Bible Pathway yang telah melakukan pelayanan untuk menjangkau anak-anak terabaikan di Afrika.
- Doakan supaya melalui pelayanan tersebut, banyak anak Afrika yang terabaikan bisa mengenal Allah sebagai sumber pengharapan bagi kehidupan mereka.
Penyakit malaria merupakan suatu tantangan bagi para misionaris yang sedang melayani di Afrika. Perwakilan dari Teen Missions International, Steve Peterson, mengatakan bahwa mereka telah mengadakan tempat-tempat latihan di Madagaskar, Malawi, Mozambik, Afrika Selatan, Zambia and Zimbabwe. "Beberapa kombinasi dari obat- obatan menurut dokter efeknya hanya untuk mengurangi ketegangan dan harganya sangat mahal, serta tempat untuk membelinya jauh dari tempat pelayanan kami." Jadi, walaupun obat-obatan tersedia bagi para misionaris, mereka tetap kuatir. "Teen Missions sangat memperhatikan pegawai, pelajar sekolah Alkitab, dan anak yatim yang kami layani." Doakan orang-orang di Zambia yang terserang penyakit ini, karena tempat latihan itu memiliki 2000 anak yatim yang juga harus mereka perhatikan.
Sumber: Mission Network News, February 28th 2005
- Mengucap syukur untuk pelayanan yang dilakukan Teen Missions untuk negara-negara di Afrika dan ketegaran mereka dalam menghadapi tantangan penyakit malaria.
- Doakan kesehatan para misionaris selama melayani di negara- negara Afrika serta usaha-usaha mereka untuk mendapatkan obat- obatan yang lebih ampun untuk melawan penyakit malaria tersebut.
Konflik dan wabah penyakit menjadi fokus pembicaraan dalam African Summit. Para pemimpin Uni Afrika selama dua hari membahas isu konflik dan kemiskinan. Untuk membangun kembali negara ini rasanya sangat sulit. Namun, perwakilan dari Worldwide Christian Schools mengatakan bahwa organisasinya akan mencoba untuk membantu daerah- daerah yang terkoyak oleh perang seperti Sudan, Liberia, dan Nigeria; ataupun daerah-daerah yang terkena tsunami. Kedua bencana tersebut mengakibatkan dampak bagi infrastruktur yang bisa dipulihkan dalam waktu jangka panjang. Berbicara mengenai infrastruktur, berarti sekolah juga termasuk di dalamnya. Perwakilan tersebut menjelaskan bahwa mereka bekerjasama dengan kelompok- kelompok penduduk asli yang bermukim di wilayah tertentu dimana mereka dapat memberikan dampak kepada komunitas setempat -- salah satunya dengan membuat proyek sekolah kecil. "Apa yang kami lakukan adalah bekerjasama dengan penduduk setempat. Memulai dengan proyek kecil, antara lain memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak akibat perang atau bencana yang banyak dijumpai di Sudan."
Sumber: Mission Network News, February 1st, 2005
- Berdoa bagi proyek sekolah di Sudan agar proyek tersebut dapat menjadi saluran berkat untuk mengenalkan kasih Kristus kepada penduduk di sekitarnya.
- Doakan organisasi Worldwide Christian Schools agar bisa melihat celah-celah untuk membangun kembali pusat-pusat pendidikan di tempat-tempat yang terkena bencana atau rusak karena perang.
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Afrika
- Penginjilan
- Pelatihan Misi
- Anak Terabaikan
- Malaria
- Pasca-Konflik
- Pendidikan
- **Pengembangan Gereja dan Penginjilan:** Dilakukan pelatihan penginjilan intensif di Afrika Timur, berhasil melatih ribuan orang dan menghasilkan pendirian gereja-gereja baru yang signifikan.
- **Fokus pada Anak Terabaikan:** Pelayanan ditujukan untuk menjangkau anak-anak yang kehilangan keluarga mereka akibat bencana atau penyakit, menyediakan materi pendidikan Alkitab untuk memberi harapan dan pengetahuan akan Allah.
- **Tantangan Kesehatan Misionaris:** Penyakit malaria menjadi tantangan besar bagi para misionaris di berbagai negara Afrika, membutuhkan perhatian khusus dan usaha pengadaan obat-obatan yang lebih baik.
- **Rehabilitasi Pasca-Konflik:** Upaya pembangunan kembali infrastruktur, khususnya pusat pendidikan, dilakukan di wilayah-wilayah yang terkoyak oleh perang atau bencana alam, dengan bekerja sama bersama penduduk setempat.
Selama tahun 2005, berbagai upaya misi di Afrika menunjukkan fokus pada berbagai tantangan, mulai dari aspek spiritual, pendidikan, hingga kesehatan. Upaya penginjilan di Afrika Timur digambarkan sangat aktif dengan pelatihan masif yang berhasil menghasilkan banyak konversi dan gereja baru. Selain itu, perhatian khusus diberikan pada penjangkauan anak-anak terabaikan melalui program Alkitab (Bible Pathways), serta upaya rekonstruksi pendidikan di daerah-daerah yang terkena dampak konflik dan bencana. Para misionaris juga menghadapi tantangan kesehatan serius seperti malaria, yang memerlukan perhatian khusus dan dukungan dalam pengobatan.