Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Mengembangkan Pelayanan Anak untuk Memperkenalkan Anak-Anak Kepada Kristus

Mengembangkan Pelayanan Anak untuk Memperkenalkan Anak-Anak Kepada Kristus


Alkitab menyatakan bahwa anak-anak mendapat tempat yang istimewa bagi Yesus. Salah satu contohnya adalah para orang tua yang membawa anak-anak mereka kepada Yesus untuk didoakan. Yesus menyambut baik sikap yang menunjukkan kepercayaan dan pengabdian ini. Namun, para murid mengira bahwa Yesus terlalu sibuk untuk memerhatikan anak-anak ini dan mereka mencoba menghentikan para orang tua dan anak-anak yang datang kepada Yesus. Yesus merespons tindakan para murid ini dengan smengatakan, "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga" (Matius 19:14). Yesus tidak pernah menolak anak-anak. Dia selalu menyambut dan melibatkan mereka dalam pelayanan-Nya, sama seperti yang dilakukan-Nya terhadap orang-orang dewasa.

Alkitab menyatakan bahwa anak-anak mendapat tempat yang istimewa bagi Yesus. Salah satu contohnya adalah para orang tua yang membawa anak-anak mereka kepada Yesus untuk didoakan. Yesus menyambut baik sikap yang menunjukkan kepercayaan dan pengabdian ini. Namun, para murid mengira bahwa Yesus terlalu sibuk untuk memerhatikan anak-anak ini dan mereka mencoba menghentikan para orang tua dan anak-anak yang datang kepada Yesus. Yesus merespons tindakan para murid ini dengan smengatakan, "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga" (Matius 19:14). Yesus tidak pernah menolak anak-anak. Dia selalu menyambut dan melibatkan mereka dalam pelayanan-Nya, sama seperti yang dilakukan-Nya terhadap orang-orang dewasa.

Karena Yesus memerhatikan anak-anak, begitu pula seharusnya dengan gereja lokal. Gereja merupakan tempat di mana anak-anak disambut dan diajarkan kebenaran-kebenaran Alkitab. Sayangnya, beberapa gereja tidak memandang anak-anak layaknya Yesus memandang anak-anak; hasilnya gereja tidak banyak berusaha mengembangkan pelayanan anak yang terencana dengan baik dan ditujukan untuk memberikan pelatihan. Tentu saja pelatihan dalam pelayanan anak harus dimulai dengan membangun dasar yang alkitabiah dalam diri bayi dan anak-anak prasekolah dan harus berujung dengan membimbing anak-anak yang lebih dewasa kepada Kristus. Proses ini kemudian harus dilanjutkan dengan upaya untuk membentuk anak-anak ini supaya menjadi murid yang setia. Beberapa gereja mungkin tidak memiliki pelayanan anak yang mantap karena mereka tidak tahu bagaimana mengatur dan merencanakan pelayanan anak yang komprehensif. Gereja lainnya mungkin tidak memerhatikan pelayanan anak hanya karena mereka ti dak mau meluangkan waktu. Apa pun alasannya, harus ditekankan bahwa Yesus memandang anak-anak sebagai bagian yang penting dalam kerajaan Allah. Oleh sebab itu, gereja harus mengusahakan dan melakukan visi Yesus.

Langkah-langkah berikut ini dirancang untuk membantu para pemimpin gereja lokal merencanakan dan mengembangkan pelayanan anak komprehensif yang alkitabiah dan terus mengenalkan anak-anak kepada Kristus.

  1. Membangun tujuan pelayanan anak.

    Pimpinan gereja harus bertemu, berdoa, dan bertanya kepada Tuhan, "Apa yang Engkau inginkan untuk kami capai dari pelayanan anak ini?" Mulailah menulis hal-hal yang Tuhan nyatakan kepada Anda mengenai struktur dan arah pelayanan anak. Dari ide-ide yang Tuhan berikan ini, bangunlah suatu pernyataan tentang tujuan seluruh pelayanan anak di gereja Anda.

    Pernyataan tentang tujuan harus umum, singkat, dan alkitabiah. Pastikan pernyataan Anda didukung oleh alkitab. Pernyataan ini akan memberi batasan pada seluruh pelayanan. Setiap aktivitas dan program harus berada dalam batasan pernyataan tujuan. Dalam menulis pernyataan tujuan, pertimbangkan tiga dasar kebenaran berikut ini:

    1. Allah memerhatikan anak-anak (pelajaran dan pemuridan),

    2. anak-anak bisa menjalin relasi dengan Tuhan (penginjilan), dan

    3. anak-anak memiliki tanggung jawab kepada orang lain (misi).

    Tulislah satu pernyataan tujuan pelayanan anak Anda yang mencakup kebenaran-kebenaran yang dinyatakan. Pernyataan tujuan tersebut bisa seperti ini.

    Pelayanan anak gereja .... ada untuk mengajar anak-anak dalam hal-hal sebagai berikut:

      Isilah butir-butir ini sesuai dengan pimpinan Tuhan.
    1. .....
    2. .....
  2. Evaluasilah pelayanan anak Anda saat ini.

    Nilailah setiap kelompok umur secara terpisah untuk mengetahui apakah program dan kegiatan saat ini sesuai dengan pernyataan tujuan yang dibuat. Bila tidak, maka kegiatan-kegiatan atau program-program itu harus dihilangkan atau diganti supaya sesuai dengan standar yang ditetapkan. Evaluasilah kemajuan rohani tiap kelompok umur yang saat ini ada dengan menanyakan, "Apakah anak-anak ini tumbuh sesuai dengan kehendak Tuhan?" Ketika menjawab pertanyaan ini, perhatikan kategori berikut ini.

    1. Perkembangan efektivitas -- adakah usaha yang dilakukan untuk menjangkau anak-anak sesuai dengan tingkat pemahamannya?

    2. Kegiatan-kegiatan pelengkap -- apakah kegiatan dan program yang ada saat ini dapat dengan efektif meningkatkan pembelajaran anak-anak dalam bidang rohani?

    3. Penekanan pada penginjilan -- adakah usaha yang dilakukan untuk menunjukkan kebenaran Injil sesuai dengan tingkat pemahaman anak?

    Mengevaluasi kondisi rohani kelompok umur tertentu sangatlah subjektif, namun ini adalah pilihan Anda. Hanya Tuhan yang tahu kondisi rohani mereka yang sebenarnya. Namun, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu harus sekaligus mengungkapkan kelebihan dan kelemahan pelayanan yang saat ini sedang berjalan. Ini adalah informasi yang diperlukan untuk langkah selanjutnya.

  3. Tentukan tujuan setiap kelompok umur dalam pelayanan anak Anda.

    Latihan sebelumnya telah menyebutkan kondisi rohani anak-anak dalam pelayanan Anda. Ini adalah titik awal. Anda harus tahu kondisi rohani anak-anak sebelum Anda dapat menentukan arah bagi mereka untuk bertumbuh. Dalam menyusun tujuan, perhatikan tips berikut ini.

    1. Setiap kelompok umur harus memiliki tujuan sendiri. Alasannya adalah karena anak-anak memiliki kemampuan belajar yang berbeda pada usia yang berbeda. Anak kelas 1 tidak belajar seperti anak kelas 6. Selain itu, anak kelas satu tidak dapat mempelajari materi yang ditujukan untuk anak kelas 6.

    2. Tujuan-tujuan itu harus spesifik dan dapat diukur. Tujuan-tujuan itu harus berupa keterampilan dan pengetahuan yang Tuhan inginkan untuk dipelajari oleh anak-anak. Ketika menetapkan tujuan, perhatikan usia dan kemampuan belajar anak-anak.

    3. Tujuan-tujuan itu harus sesuai dengan pernyataan tentang tujuan. Gunakan kebenaran dasar yang disebutkan di langkah pertama sebagai tuntunan untuk menetapkan tujuan.

    4. Tujuan-tujuan itu harus dapat diraih. Jangan menetapkan tujuan yang tidak mungkin diraih oleh kelompok umur tersebut.

    5. Tujuan-tujuan itu harus alkitabiah. Dukunglah setiap tujuan dengan Alkitab.

  4. Susunlah strategi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    Tujuan telah ditetapkan, tentukan cara terbaik apa yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan itu. Setiap kegiatan atau program dalam kelompok umur akan memiliki strategi sendiri untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut beberapa tips untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    1. Setiap kegiatan atau program dalam suatu kelompok umur harus mendukung upaya pencapaian tujuan. Berikut ini adalah hal penting yang harus diingat. Setiap kegiatan dan program tidak akan mencapai SEMUA tujuannya secara individu/sendiri-sendiri. Namun, kegiatan dan program itu BERSAMA-SAMA akan mencapai SEMUA tujuan yang telah ditetapkan. Contoh: Anda mungkin memiliki delapan tujuan untuk satu kelompok umur. Program musik untuk kelompok tersebut dirancang hanya untuk mencapai dua dari delapan tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini bisa diterima selama kegiatan-kegiatan lain dalam kelompok umur tersebut bisa meraih enam tujuan lainnya.

    2. Gaya mengajar harus sesuai dengan kelompok umur. Guru harus memahami bagaimana kelompok umur mereka belajar dan guru harus diperlengkapi supaya dapat mengajar sesuai dengan tingkat kelompok umur.

    3. Rencanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dalam jangka waktu 12 bulan. Tulislah jadwal langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut. Bagilah jadwal ini per bulan dan empat bulan. Pastikan untuk membagikan jadwal ini kepada semua guru supaya mereka peduli pada harapan Anda.

    4. Buatlah strategi yang tepat untuk penginjilan. Tentukan program dan kegiatan mana yang bisa menyampaikan Injil kepada anak-anak. Latihlah para pemimpin program ini untuk menyampaikan Injil kepada anak-anak. Tentukan bagaimana dan di mana sebuah konseling untuk tiap anak dapat dilakukan. Tentukan siapa yang akan melakukan tindak lanjut terhadap anak-anak dan orang tua mereka.

    5. Masukkan pelatihan bagi guru dalam strategi Anda. Latihlah para guru dalam pelayanan anak Anda supaya dapat melayani dalam kelompok umur yang spesifik. Pertimbangkan untuk meminta pelatihan bagi semua guru yang melayani anak-anak.

    6. Bertanggungjawablah atas seluruh waktu yang dimiliki oleh anak-anak yang Anda layani. Rencanakan untuk TIDAK membuang waktu ketika anak-anak berada di gereja.

    7. Mengajarlah bukan hanya untuk pengetahuan di kepala, tetapi juga untuk perubahan hati. Tujuan utama pelayanan adalah membimbing individu untuk memiliki hubungan pribadi dan aktif di dalam Kristus. Ketika Anda membuat rencana, pastikan Anda menyertakan kegiatan-kegiatan yang memberi kesempatan Allah untuk bekerja di dalam hati anak-anak.

    8. Gunakan pendekatan yang seimbang. Tidak semua kegiatan bisa 100 persen berupa penginjilan. Begitu pula tidak semua kegiatan bisa 100 persen menjangkau masyarakat. Perhatikan tujuan yang telah Anda tetapkan dan bagikan tanggung jawab secara seimbang untuk mencapai tujuan tersebut dalam kegiatan yang telah Anda rencanakan.

  5. Ukurlah kemajuan yang dicapai dari tujuan yang ditetapkan.

    Mengukur kemajuan yang dicapai dari tujuan yang ditetapkan akan memberi Anda kesempatan untuk melihat apakah pelayanan tersebut menuju ke arah yang benar. Ukurlah secara rutin dan berikan penghargaan kepada guru dan murid-murid yang membuat kemajuan terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Setiap kegiatan harus cukup fleksibel untuk disesuaikan bila Anda merasa ada satu kegiatan yang tidak membantu untuk mencapai tujuan. Juga, bila ada satu atau lebih kegiatan yang tidak bisa mencapai apa yang Anda inginkan, evaluasilah metode yang dipakai guru tersebut. Guru mungkin kurang mendapatkan pelatihan untuk mengajar kelompok umur yang dia ajar.

  6. Sediakan waktu untuk mengerjakan hal-hal detail untuk pelayanan anak yang efektif.

    Perhatikan hal-hal berikut ini.

    1. Dana -- adakah uang yang cukup untuk melakukan semua yang ingin dicapai tahun ini? Bila tidak, bagaimana kita bisa mengumpulkan lebih banyak uang (atau memangkas rencana kita)?

    2. Kalender -- pastikan acara untuk anak-anak terjadwal pada saat yang tepat. Misalnya, jangan merencanakan acara pada hari libur atau puncak liburan. Perhatikan jadwal dan kondisi keuangan orang tua ketika merencanakan acara khusus.

    3. Rekrut dan latihlah para guru -- carilah guru yang memiliki minat dan karunia untuk melayani anak-anak. Berdoalah kepada Tuhan supaya Anda mengetahui orang-orang tersebut. Ketika Anda sudah mendapatkannya, beri mereka pelatihan yang tepat. Jangan menempatkan guru baru di kelas anak-anak tanpa pelatihan dan persiapan yang cukup.

    4. Rencanakan agenda untuk setiap kegiatan. Ketahuilah siapa melakukan apa dan untuk berapa lama. Bila guru tidak disiapkan untuk mengajar anak-anak, anak-anaklah yang akan mengendalikan kelas dan guru.

    5. Teruslah memberikan informasi ke gereja. Sampaikan ke gereja kemajuan dari pelayanan anak; meskipun hanya langkah kecil. Beritahukan kepada gereja kegiatan baru dan yang akan datang. Bagikan visi dan strategi Anda kepada orang-orang tua di gereja. Ketika mereka mendapat informasi tersebut, mereka lebih terlengkapi untuk mendukung dan mendoakan pelayanan ini.

  7. Evaluasilah jalannya pelayanan yang Anda rencanakan. Ketika pelayanan mengalami kemajuan, tanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri Anda sendiri:

    1. Apakah kegiatan ini bisa digunakan untuk mencapai (atau membuat kemajuan) tujuan yang telah ditetapkan?

    2. Apa yang berjalan dengan baik dalam kegiatan ini?

    3. Apa yang perlu diperbaiki dalam kegiatan ini?

    4. Apakah kita memiliki pekerja yang cukup dalam kegiatan ini?

    5. Apakah para pekerja dipersiapkan?

    6. Bagaimana saya bisa menyiapkan para pekerja dengan lebih baik lagi?

    7. Apakah para pekerja cukup terlatih dalam melayani kelompok umur ini?

    8. Pengetahuan apa (yang ada di kepala) yang bisa didapatkan oleh anak-anak sebagai hasil dari kegiatan ini?

    9. Apakah Injil disampaikan dalam kegiatan ini? Apakah Injil disampaikan secara utuh?

    10. Seberapa baik konseling terhadap tiap anak bisa dilakukan?

    11. Seberapa baik tindak lanjut terhadap anak-anak dan keluarga mereka dilakukan?

Tidak ada pelayanan yang sempurna. Namun, bila kita menyediakan waktu untuk membuat suatu rencana yang komprehensif untuk pelaksanaan pengajaran, maka pelayanan kita menjadi jauh lebih efisien dan efektif. Tuhan menginginkan segala sesuatu yang ada di dalam gereja-Nya dilakukan dengan cara yang teratur. "Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur" (1 Korintus 14:40). Rencana dan struktur meningkatkan keteraturan dan menjadikan kegiatan lebih fokus pada Tuhan dan rencana-Nya untuk hidup kita. (t/Ratri)

Sumber:

Nama situs : KidzPlace.org
Penulis : tidak dicantumkan
Alamat URL : http://www.kidzplace.org/

Dipublikasikan di: http://pepak.sabda.org/mengembangkan_pelayanan_anak_untuk_memperkenalkan_anak_anak_kepada_kristus