Vengal Chakkarai adalah salah seorang teolog yang cukup terkenal dari India. Ia dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga yang beragama Hindu. Oleh karena itu, ia memunyai pengetahuan yang luas dan mendalam tentang agama Hindu.
Kemudian ia bertobat menjadi Kristen. Chakkarai tidak pernah menduduki suatu jabatan apa pun dalam gereja. Ia tetap sebagai seorang awam, tetapi memunyai pengetahuan yang luas dalam teologi, sama seperti Bapa Gereja Tertulianus di Afrika Utara. Sama seperti Tertulianus pula, Chakkarai adalah seorang ahli hukum. Untuk menambah pengetahuan teologinya, ia belajar di Christian College, Madras, di bawah bimbingan Dr. W. Miller.
Chakkarai meninggalkan bidang hukumnya dan bekerja sebagai redaktur sebuah majalah yang bernama "The Christian Patriot" (Pahlawan Kristen). Lewat majalah ini, ia menuangkan pandangan-pandangan teologianya. Tulisan-tulisannya kemudian dibukukan dan terbit dengan judul "Jesus the Avatar" (Yesus, Awatara), 1930 dan "The Cross and Indian Thought" (Salib dan Pikiran-Pikiran India), 1932.
Sama seperti Appasamy, Chakkarai mempunyai semangat untuk meng-India-kan kekristenan. Ia berusaha untuk memikirkan kekristenan dalam konsep-konsep India. Ia yakin bahwa Allah telah berbicara dengan berbagai macam cara pada waktu yang berbeda-beda melalui nabi-nabinya, resi-resi kepada manusia. Allah telah menyatakan kehendak-Nya yang kudus kepada manusia di sini sedikit dan di sana sedikit. Allah tidak pernah membiarkan diri-Nya tanpa seorang saksi yang menyampaikan kehendak-Nya kepada manusia. Di India terdapat suatu garis kesadaran nabiah sejak zaman Reg Weda hingga zaman Kabir, Nahak, Chaitanya, dan Keshub Chander Sen. Mereka itu diutus oleh Allah kepada orang India untuk menyatakan kehendak Allah.
Selanjutnya Chakkarai menarik kesimpulan bahwa agama Hindu merupakan bentuk latar belakang bagi agama Kristen di India. Jikalau bagi orang Israel, Yudaisme (Perjanjian Lama) merupakan latar belakang untuk agama Kristen, maka demikianlah juga agama Hindu bagi orang India. Dengan demikian, Perjanjian Lama tidak mempunyai arti bagi orang Kristen India. Bagi orang Kristen India, kedudukan Perjanjian Lama diganti oleh agama Hindu. Jika kita mau mengerti dengan tepat akan Yesus Kristus, haruslah menjelaskannya melalui agama Hindu dan Perjanjian Baru saja. Agama Kristen dipandangnya sebagai pemenuhan dari agama Hindu. Agama Hindu dipandang sebagai suatu "preparatio evangelica".
Kemudian, Chakkarai mengutarakan pendapatnya bahwa sekalipun agama Kristen merupakan pemenuhan agama Hindu, namun tidaklah berarti bahwa agama Hindu kurang sempurna, rendah, dan palsu. Agama Hindu sendiri dapat menjawab permasalahan-permasalahan orang India dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan orang India. Jikalau demikian, apa sebabnya Injil diberitakan lagi kepada orang Hindu? Jawaban Chakkarai ialah, kita memberitakan Injil dan menobatkan orang Hindu kepada agama Kristen bukan karena agama Hindu itu kurang sempurna atau palsu, tetapi karena Kristus yang ada di dalam agama Kristen. Orang Hindu yang beralih kepada agama Kristen bukanlah beralih dari agama palsu kepada agama yang benar. Orang Hindu menjadi Kristen karena Allah memilih mereka dan panggilan Allah kepada mereka didengar dan ditaati. Dengan demikian bagi Chakkarai, agama Hindu tetap berlaku sebagai agama yang benar.
Dalam bukunya, "Jesus the Avatar" (Yesus, Awatar), Chakkarai menguraikan pandangannya mengenai oknum Yesus Kristus. Menurutnya Yesus Kristus adalah satu-satunya Awatara yang benar dan hanya Dia. Yesus sungguh-sungguh seorang manusia, tetapi manusia yang unik. Keunikan-Nya terletak pada kehidupan doa-Nya dan ketidakberdosaan-Nya. Kehidupan doa-Nya melebihi nabi-nabi dan resi-resi serta para yogi di India.
Namun, Yesus Kristus juga adalah sungguh-sungguh Allah. Keilahian Yesus memiliki keunikannya pula, yaitu terletak pada kebangkitan-Nya dari antara orang mati dan berdiamnya Yesus Kristus yang bangkit itu dalam hati orang percaya.
Teologi Chakkarai bersifat kristosentris. Kristus adalah suatu perkara yang sangat hakiki dalam kekristenan. Agama Kristen tidak bisa dipikirkan tanpa Kristus.
Dalam bukunya, "The Cross and India Thought", Chakkarai menguraikan tentang arti salib dalam penebusan dosa. Di bawah bayangan salib, dosa manusia makin kelam dan bahkan dosa makin tampak lebih mengerikan. Perenungan akan salib akan menghasilkan perasaan penyesalan yang dalam dan menyebabkan mengalirnya air mata pertobatan. Untuk mengungkapkan arti dosa, Chakkarai memakai kata "maya" dan "sat asat".
Chakkarai memiliki sikap yang sangat positif terhadap agama Hindu sehingga daya kritisnya hilang. Perlu dicamkan dengan sungguh-sungguh bahwa Yesus Kristus hanya dapat dimengerti secara tepat dengan tidak membuang Perjanjian Lama. Perjanjian Lama menubuatkan kedatangan Mesias, yaitu Yesus Kristus. Perjanjian Baru hanya dapat dipahami secara tepat dengan memakai Perjanjian Lama.
| Diambil dan diedit seperlunya dari: | ||
| Judul artikel | : | Chakkarai, Vengal |
| Judul buku | : | Riwayat Hidup Singkat Tokoh-Tokoh dalam Sejarah Gereja |
| Penulis | : | Drs. F.D. Wellem, M.Th. |
| Penerbit | : | BPK Gunung Mulia, Jakarta 1999 |
| Halaman | : | 75 -- 77 |
- Log in to post comments
- Vengal Chakkarai
- Teologi India
- Indianisasi Kekristenan
- Hindu dan Kekristenan
- Avatar
- Perjanjian Lama
- Perjanjian Baru
- Vengal Chakkarai adalah teolog India yang beralih agama dari Hindu ke Kristen, namun tetap menjadi seorang awam yang memiliki pengetahuan teologis mendalam.
- Ia memiliki semangat untuk meng-India-kan kekristenan, yaitu mencoba merumuskan konsep Kekristenan dalam kerangka berpikir dan budaya India, seperti perbandingan antara Hindu dengan peran Perjanjian Lama bagi orang Yahudi.
- Menurut pandangannya, agama Hindu dianggap sebagai latar belakang (atau "preparatio evangelica") bagi agama Kristen di India. Meskipun Kristen adalah pemenuhan Hindu, ia meyakini bahwa Hindu tetap merupakan agama yang benar dan dapat menjawab kebutuhan orang India.
- Ia memandang Yesus Kristus sebagai satu-satunya Avatar yang sejati, dengan keunikan dalam kehidupan doa, ketidakberdosaan, dan keilahian melalui kebangkitan-Nya.
- Chakkarai menekankan pentingnya memahami ajaran Kristus secara utuh dengan tidak membuang Perjanjian Lama, karena Perjanjian Lama menubuatkan Mesias (Yesus Kristus) dan Perjanjian Baru hanya dapat dipahami secara tepat dengan menggunakan Perjanjian Lama.
Vengal Chakkarai adalah seorang teolog India terkemuka yang awalnya berlatar belakang Hindu namun kemudian bertobat menjadi Kristen. Meskipun tidak pernah menduduki jabatan gereja, ia dikenal karena pengetahuannya yang mendalam dalam teologi dan hukum. Chakkarai terkenal dengan usahanya "meng-India-kan" kekristenan, di mana ia mencoba memposisikan agama Hindu sebagai latar belakang peradaban yang setara dengan Yudaisme (Perjanjian Lama) bagi orang India. Ia berpendapat bahwa Kekristenan adalah pemenuhan dari agama Hindu ("preparatio evangelica"), namun mengakui bahwa Hindu tidak kehilangan kesempurnaannya, melainkan bahwa Kristus adalah pusatnya. Dalam karyanya, ia menguraikan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Avatar yang benar, dengan keunikan keilahian dan kemanusiaannya, serta menekankan bahwa pemahaman yang tepat akan Yesus Kristus harus dilihat melalui kaitan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.