Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are heree-JEMMi No. 02 Vol.18/2015 / Suku Tuareg di Aïr, Republik Niger

Suku Tuareg di Aïr, Republik Niger


Pendahuluan/Sejarah

Suku Tuareg Aïr (baca: A'ir -- Red.) adalah bagian dari suku nomad Tuareg yang lebih besar, yang berdiam di wilayah yang membentang dari Sahara ke Sudan. Suku Tuareg Aïr tinggal di bagian barat laut Republik Niger, terutama di wilayah Pegunungan Aïr.

Pada tahun 1400-an, wilayah Pegunungan Aïr menjadi pusat perdagangan bagi para kafilah. Wilayah ini sering diperebutkan dan pernah dikuasai oleh beberapa penguasa setempat. Pada tahun 1515, orang Songhai menaklukkan suku Aïr dan menciptakan abad yang makmur. Akan tetapi, sesaat sebelum tahun 1700, pegunungan ini direbut oleh suku Hausa.

Seperti Apa Kehidupan Mereka?

Orang Tuareg Aïr adalah penggembala nomad, mereka menggembalakan ternak-ternak mereka dari satu padang rumput ke padang rumput lainnya sesuai musim. Akan tetapi, tak sedikit dari mereka juga yang menjadi petani. Hasil bumi mereka meliputi biji-bijian, kurma, dan sorgum. Selain itu, mereka juga menanam gandum dan beberapa jenis sayuran. Susu juga menjadi bagian penting dalam kuliner mereka.

Secara umum, suku Tuareg memiliki struktur sosial yang kompleks. Pembagian utama biasanya terdiri atas dua golongan, yaitu Ihaggaren (para bangsawan) dan Imrad (rakyat biasa). Selain itu, ada juga golongan Marabout, yaitu orang-orang suci yang memiliki kepala suku mereka sendiri. Di masa lampau, masing-masing bangsawan dari tiap-tiap suku beserta bawahan mereka membentuk unit politik di bawah kepala suku yang otoritasnya dilambangkan dengan sebuah genderang. Seorang kepala suku memiliki otoritas politis dan yuridis di dalam sebuah kelompok.

Orang-orang yang berada di kelas sosial terendah melakukan pekerjaan kasar dan pekerjaan rumah tangga. Kelas ini terdiri atas orang-orang yang berasal dari berbagai suku yang tinggal bersama tuan mereka dalam sebuah hubungan yang kooperatif. Banyak dari mereka yang dulunya adalah budak, baik yang berasal dari tawanan perang maupun yang dibeli di pasar budak Indonesia. Ada tiga kelompok budak di kelas sosial terendah, mereka disebut: eklan, inaden, dan harratin. Kelompok eklan bertugas menjaga ternak, memasak, dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya. Kelompok inaden bekerja sebagai tukang dan pandai besi, sedangkan harratin adalah buruh tani yang bekerja sebagai penuai.

Bertolak belakang dengan kebudayaan Arab, para lelaki Tuareg memakai cadar yang disebut tidjelmoust, sedangkan kaum perempuan mereka sama sekali tidak mengenakan cadar. Untuk menunjukkan rasa hormat mereka, para lelaki Tuareg biasanya menutupi mulut, hidung, dan kening mereka di hadapan orang asing atau besan mereka. Cadar yang mereka kenakan biasanya berwarna biru indigo.

Pernikahan dalam tradisi Tuareg biasanya melibatkan mas kawin yang terdiri atas unta, uang, dan hewan ternak lainnya. Sebuah rumah tangga biasanya terdiri atas keluarga inti dan budak-budak mereka. Sebagian besar pasangan yang menikah akan tinggal di dekat kediaman orang tua laki-laki.

Apa kepercayaan mereka?

Meskipun hampir seluruh orang Tuareg menganut agama I dari aliran Sunni, orang M yang lain mengenal mereka sebagai orang-orang yang tidak memegang iman mereka dengan teguh karena mereka melakukan praktik-praktik agama yang bercampur dengan takhayul dan sihir. Kebanyakan dari mereka juga tidak menjalankan puasa selama bulan Ramadan.

Orang Tuareg biasa memakai jimat-jimat perlindungan. Mereka juga memercayai adanya jin, yang menurut ajaran agama I dapat berubah bentuk menjadi manusia atau binatang dan memberi pengaruh spiritual kepada manusia.

Apa kebutuhan mereka?

Hanya ada sedikit orang Tuareg yang menjadi orang percaya di Niger. Ada delapan badan misi yang kini memusatkan pelayanan mereka kepada suku ini, tetapi mereka hanya memiliki sedikit alat bantu pelayanan dalam bahasa Tyart (Tamasheq). Doa adalah kunci utama untuk menjangkau suku Tuareg dengan Injil.

POKOK DOA:

  1. Berdoalah kepada Tuhan supaya badan-badan misi dan gereja-gereja menanggapi tantangan untuk mengadopsi dan menjangkau suku Tuareg di Aïr.
  2. Berdoalah agar sekelompok kecil orang Tuareg yang telah percaya bangkit dan menanggapi tantangan pekabaran Injil kepada orang-orang sebangsa mereka.
  3. Berdoalah agar Allah mengaruniakan hikmat dan pertolongan untuk badan-badan misi yang memusatkan pelayanan mereka pada suku Tuareg.
  4. Mintalah kepada Allah untuk menyelamatkan pemimpin kunci dalam suku Tuareg yang akan menyatakan Injil dengan berani.
  5. Mintalah kepada Allah untuk membangkitkan gereja lokal yang kuat di antara orang-orang Tuareg.

Sumber: Bethany World Prayer Center. (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : JoshuaProject.net
Alamat URL : http://joshuaproject.net/people_groups/10208/NG
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 22 Oktober 2014