Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereRavi Zakaharias / Kehidupan Ravi Zacharias yang Ditebus: Bagaimana Seorang Skeptis Menjadi Suara Utama bagi Kekristenan

Kehidupan Ravi Zacharias yang Ditebus: Bagaimana Seorang Skeptis Menjadi Suara Utama bagi Kekristenan


By admin - Posted on 16 July 2020

Penulis terkenal, penginjil, dan apologis Kristen Ravi Zacharias meninggal Senin pagi di rumahnya di Atlanta, setelah berjuang sebentar melawan kanker tulang. Dia berusia 74 tahun.

Ravi Zakharias

Zacharias adalah seorang skeptis berusia 17 tahun - seorang yang tidak percaya, pulih dari upaya bunuh diri - ketika dia mendengar kata-kata Yesus dalam Yohanes 14:19: "Sebab Aku hidup, kamu pun akan hidup."

Kebenaran di Kitab suci memberi Zakharia pengharapan dan dia memberikan hidupnya kepada Kristus, berjanji untuk berusaha melakukan semua yang terbaik dalam pengejarannya akan kebenaran.

Pernyataan Kristus dalam Yohanes 14 - "Akulah jalan dan kebenaran dan kehidupan" - menjadi landasan misi utama Zacharias sebagai apologis dan penginjil Kristen: untuk menyajikan dan membela kebenaran Yesus Kristus sehingga orang lain dapat menemukan kehidupan di dalam Dia.

Sepanjang beberapa dekade, Ravi melayani dalam skala global dan bahkan memberitakan kebenaran Yesus beberapa kali di The 700 Club. "Betapa indahnya mengetahui bahwa ketika Roh Kudus berbicara kepada Anda dan kepada saya, Dia memampukan Anda untuk memahami diri Anda sendiri, untuk mati bagi diri itu karena salib dan membawa Anda yang sebenarnya lahir ketika Anda disalibkan dengan Kristus, namun demikian Anda tetap hidup, bukan Anda, tetapi Kristus hidup di dalam Anda," jelasnya. "Saya pikir itu sangat unik sehingga orang tidak bisa lepas dari konsekuensinya."

Zacharias mulai berkhotbah di India pada usia 19 tahun. Bertahun-tahun kemudian, ia diundang untuk berbicara di Billy Graham Evangelistic Association di Amsterdam, di mana ia berbicara kepada 4.000 pembicara lainnya. Ini menjadi titik balik baginya ketika ia mulai dengan serius memikirkan kebutuhan kritis apologetika untuk menghilangkan hambatan intelektual yang membuat banyak orang tidak menghargai pernyataan kebenaran Kristus. Pada tahun 1984, ia mendirikan Ravi Zacharias International Ministries.

Bahkan, sampai akhir, Zakharia tetap berkomitmen pada panggilannya untuk menunjukkan Injil Yesus Kristus melalui khotbah, pengajaran, dan program radionya yang populer yang disebut "Let My People Think" Dia membagikan pesan Tuhan kepada jutaan orang pada lebih dari 70 negara dan menulis lebih dari 25 buku.

Kebenaran di Kitab suci memberi Zakharias pengharapan dan dia memberikan hidupnya kepada Kristus, berjanji untuk berusaha melakukan semua yang terbaik dalam pengejarannya akan kebenaran.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Pada 2017, visi Zacharias untuk mendirikan pusat pelatihan apologetika di AS diwujudkan dengan peluncuran Zacharias Institute di Atlanta. Selama hampir 50 tahun ia memajukan iman Kristen dan menjawab pertanyaan-pertanyaan penting mengenai makna, moralitas, dan takdir kehidupan dengan kefasihan dan keanggunan.

Dalam salah satu dari penampilan 700 Clubnya, Zacharias dan Presiden CBN Gordon Robertson membagikan wawasan tentang kuasa Injil. Zacharias menjelaskan, "Inti dari iman Kristen adalah anugerah Allah. Jika ada satu kata yang akan saya tangkap dari antara semua penjelasannya, maka itu adalah kata pengampunan, bahwa Anda dapat diampuni, bahwa saya dapat diampuni, dan itu adalah anugerah Allah."

Zacharias dan istrinya Margie menikah selama 48 tahun dan memiliki tiga anak yang sudah dewasa. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : CBN
Alamat situs : https://www1.cbn.com/cbnnews/cwn/2020/may/the-redeemed-life-of-ravi-zacharias-how-a-skeptic-became-a-leading-voice-for-christianity
Judul asli artikel : The Redeemed Life of Ravi Zacharias: How a Skeptic Became a Leading Voice for Christianity
Penulis artikel : Wendy Griffith