Korea

Doa Bagi Korea

Korea Tahun 2003

Kawat berduri dan kontroversi ideologi yang ada di antara Korea Utara dan Korea Selatan bukanlah satu-satunya tembok pembatas yang perlu didoakan oleh orang-orang Kristen di Korea Selatan. "Meskipun gereja Korea tampaknya hidup bila dilihat dari luar, namun perbedaan denominasi tampaknya masih memegang peranan kuat dalam masyarakat Kristen di sana." kata Richard Briggs, inisiator dari inisiatif doa 'No More Walls' (Tidak Ada Lagi Tembok-tembok Pembatas). Setiap Senin orang-orang Kristen beribadah di "lapangan netral" pada jam 06.30 pagi untuk berdoa agar "tembok-tembok isolasi pembatas yang memisahkan antara pendeta dan jemaatnya di gereja-gereja Korea diruntuhkan." Di sisi lain, ketakutan karena adanya "pencurian domba" sangatlah besar sehingga beberapa pendeta melarang jemaatnya menghadiri konser rohani yang diselenggarakan oleh gereja lain.

Gerakan doa dalam bentuk baru memiliki tiga tujuan:


  1. Korea Utara dan Selatan akan bergabung secara damai;

  2. Tembok-tembok pembatas antar denominasi akan diruntuhkan;

  3. Revival (kebangkitan rohani) sejati akan melanda bangsa ini.

Sumber: FridayFax, February 7, 2003


  • Bersyukur atas adanya gerakan doa baru yang terbentuk untuk berdoa bagi negara Korea Utara dan Selatan, dan persatuannya.

  • Berdoa agar tiga tujuan utama dari gerakan doa ini bisa terealisasi secara nyata dalam waktu dekat ini.

e-JEMMi 06/2003

Korea Tahun 2009

Para aktivis hak asasi manusia di Korea Selatan mengakui bahwa pemerintah Korea Utara menahan dua wanita Kristen pada awal tahun ini dan mengumumkan akan mengeksekusi salah satu dari mereka.

Komisi Investigasi bidang Kejahatan terhadap Hak Asasi Manusia, suatu aliansi aktivis anti-Korea Utara, menyebutkan bahwa RHO, 33 tahun, dituduh mendistribusikan Alkitab, memprovokasi perlawanan, dan memata-matai Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Menurut para aktivis, wanita tersebut dieksekusi pada 16 Juni di Ryongchon, suatu kota di dekat perbatasan Korea Utara dan Cina. Hari berikutnya, orang tua, suami, dan ketiga anaknya dimasukkan ke kamp tahanan politik di Hoeryong.

Associated Press melaporkan bahwa kelompok ini mengaku memiliki dokumen-dokumen yang didapatkan dari Korea Utara yang berisi dokumentasi penahanan dan pengeksekusian. Pernyataan mereka tidak dapat dipertanggungjawabkan karena pemerintah Korea Utara mengontrol dengan ketat arus informasi yang masuk dan keluar dari negara itu. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:

Nama buletin : Body Life, Edisi Agustus 2009, Volume 27, No. 8
Nama kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : North Korea: Christian Arrested, One Executed
Penerbit : 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 5

Pokok doa:

  • Doakan agar kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Korea Utara mendapat perhatian dunia. Doakan juga agar Tuhan menjamah hati para pemimpin di Korea Utara, sehingga tidak melakukan tindakan yang semena-mena.
  • Berdoa bagi mereka yang masih ditahan di kamp penahanan karena alasan yang tidak jelas, agar Tuhan melindungi mereka dari tindakan-tindakan aparat yang tidak sesuai dengan jiwa kemanusiaan.

e-JEMMi 40/2009