Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereYunus: Misionaris Yang Enggan (Yunus 3:1-4:11)

Yunus: Misionaris Yang Enggan (Yunus 3:1-4:11)




Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya,
demikian: "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan
sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."
(Yun 3:1-2.)


Bangsa Israel, yang dipilih Allah untuk menjadi hambaNya bagi
semua bangsa lainnya, makin lama makin tidak setia. Untuk memanggil
kembali dan mengingatkan mereka akan kedudukan mereka yang tiada
taranya itu, seringkali Allah harus menghukum mereka melalui tangan
musuh, yaitu bangsa asing. Di samping itu, Ia juga memperingatkan
mereka melalui nabi-nabiNya. Tetapi kadang-kadang, orang yang
ditunjuk menjadi jurubicara khusus itupun sulit untuk mengerti bahwa
perhatian Allah sebenarnya tercurah untuk seluruh dunia dan bukan
hanya untuk bangsa Yahudi saja. Kisah Yunus ini menjadi contoh yang
jelas mengenai masalah tersebut.

Bagian depan dari kitab Yunus, dengan kisah ikan besarnya, lebih
banyak dikenal orang dari pada bagian belakangnya. Fakta-faktanya
sangat mudah dipahami : Allah memanggil Yunus untuk menyampaikan
firmanNya kepada orang-orang Niniwe, yang bukan merupakan bangsa
Yahudi, karena dosa dan kejahatan mereka sangat besar. Tetapi Yunus
tidak mentaati perintah Allah dan malah melarikan diri ke arah
Tarsis (mungkin di Spanyol) yang berlawanan. Untuk membuat Yunus
menjadi taat, Allah menggunakan angin ribut, kepanikan yang amat
sangat dan seekor ikan yang sangat besar.

Catatan Mengenai Ayat-ayat.



Yun 3:3 Niniwe : Ibukota kerajaan Asyur yang amat besar.
Kerajaan ini adalah sebuah kerajaan kafir yang kuat,
yang dalam usahanya untuk menguasai, tak henti-hentinya
mengganggu Israel secara ganas.
Yun 3:6 Kain kabung dan abu : Tanda berduka-cita atas kematian,
atau atas bencana yang dialami oleh pribadi maupun
seluruh bangsa, atau menunjukkan pertobatan dari
dosa-dosa.
Yun 3:7-8 Perhatikan Yun 4:11, ternakpun termasuk ciptaan yang
disayangi dan dikasihani!
Yun 3:10 Menyesallah Allah : Ini merupakan anthropomorfise
(menggambarkan sikap atau tindakan Allah dengan
menggunakan istilah-istilah seperti pada manusia) yang
berarti berubah pikiran. Bila Alkitab menyebutkan
bahwa Allah menyesal, maka hal itu selalu
bersangkutpaut langsung dengan sikap manusia yang
merasa menyesal ataupun, sebaliknya, secara mutlak
menolak untuk bertobat. Lihatlah juga Yoel 2:13-14
dan Yer 18:6-10.
Yun 4:6 Pohon : Barangkali yang dimaksud adalah pohon minyak
jarak yang berdaun lebar dan tebal.
Yun 4:11 Tak tahu : orang Niniwe tidak tahu tentang hukum Allah
(sebagai mana bangsa Yahudi mengetahuinya)



Yunus dan Musuh-musuhnya Yang Kafir
(Yun 3:1-10)


  1. Bacalah pasal 3 untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan
    di atas. Mengingat hubungan antara orang-orang Niniwe dan Israel
    yang demikian buruk, sejauh manakah kira-kira simpati Yunus
    terhadap kota itu?

    Jawab: __

    Lalu, mengapa ia dapat menyampaika khotbahnya kepada mereka
    sedemikian penuh kuasa dan efektif? Hasil apakah yang kira-kira
    diharapkannya dari Allah?

    Jawab: __

  2. Pertobatan manusia jarang terjadi pada masa kini, walaupun banyak
    sekali penginjilan dilakukan. Padahal Yesus Kristus menjadikan
    hal itu sebagai prioritas utama dalam penginjilanNya. Apakah yang
    dapat kita pelajari dari bacaan ini tentang sifat dari pertobatan
    yang sungguh-sungguh?
  3. Jawab: __

    Dan apa pula yang kita pelajari tentang peranan Allah dalam
    pertobatan itu?

    Jawab: __

    Yunus dan Allahnya (Yun 4:1-11)


  4. Pasal 4 ini sangat menyenangkan serta mengandung pengajaran,
    bersifat terus terang, menunjukkan sifat manusiawi yang
    mengharukan, tetapi juga mengandung kelucuan. Bacalah pasal ini
    untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan di atas.
    Apakah Anda bersimpati terhadap Yunus di sini? Mengapa ya atau
    mengapa tidak?

    Jawab: __

    Apa alasan sesungguhnya kemarahan Yunus? (pikirkanlah pengertian
    theologi dari ayat-ayat 2-3)

    Jawab: __

  5. Buatlah ringkasan tentang sifat-sifat Yunus sebagai seorang
    misionaris atau utusan Injil. Apakah sifat-sifatnya yang kuat?
  6. Jawab: __

    Apakah kekurang-kekurangannya?

    Jawab: __

    Apakah kelemahannya yang sangat menyolok sebagai seorang Yahudi?

    Jawab: __

  7. Bagaimanakah Allah menasehati nabiNya yang sedang marah itu?
  8. Jawab: __

    Pengajaran pokok apakah yang diberikanNya kepada Yunus?

    Jawab: __

    Sifat-sifat Allah yang manakah yang menonjol dengan kuat di sini?

    Jawab: __

  9. Kitab ini diakhiri secara menarik (atau lucu?). Barangkali juga
    si pengarang bermaksud mengajukan pertanyaan kepada para
    pembacanya : Berapa banyakkah belas kasihan yang telah Anda
    terima dari Allah? Sejauh manakah Anda bersedia untuk mendatangi
    orang-orang dan menyampaikan pesanNya supaya berbuat dan percaya
    kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan?
  10. Jawab: __


    Renungan/Penerapan


  11. Renungkanlah bagaimana sifat Allah yang kita layani. Apakah yang
    diinginkanNya agar kita perbuat bagi dunia pada saat ini?
    Siapakah "musuh yang kafir" yang perlu kita datangi untuk
    menyampaikan pesanNya?

    Jawab: __

    Mengapa sulit untuk merasa kasihan terhadap mereka?

    Jawab: __

  12. Dalam hal itu, sebenarnya Allah dapat bekerja tanpa pelayanan
    misi kita. Lalu, mengapa Ia Menuntut bila kita menghindari
    perintahNya?
  13. Jawab: __

  14. Berkhotbah dengan penuh kuasa tanpa rasa kahisan terhadap
    orang-orang - begitulah Yunus! Karena itu, biarkanlah Allah
    menyelidiki hati Anda, dan berdoalah kepadaNya agar pengertian
    anda tentang isi Alkitab benar-benar tepat seperti yang
    dimaksudkanNya, dan hati Anda juga dipenuhi dengan kasih terhadap
    sesama manusia.
  15. Jawab: __