Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.17 Vol.10/2007 / Yunani

Yunani


Ketika Paulus menaati panggilan Allah lewat orang Makedonia untuk membawa Injil ke benua Eropa, Yunani menjadi negara pertama yang mendapatkan Kabar Baik. Lima kitab di PB ditulis kepada orang Yunani, yaitu l dan 2 Korintus, surat Filipi, dan 1 dan 2 Tesalonika. Hasil pelayanan Rasul Paulus di tempat lahirnya demokrasi ini luar biasa. Di beberapa kota gereja berdiri dan menjadi kuat.

Tetapi sesudah itu ada banyak perubahan. Ketika orang Turki memerintah selama berabad-abad di situ, gereja Ortodoks mulai mengembangkan suatu tradisi dan teologi yang kuat yang dapat menahan agama Islam yang ingin berakar di Eropa. Tetapi lama-kelamaan gereja ini menjadi suatu gereja tradisional yang kurang menghayati firman Tuhan.

Bekas Ladang Misi Rasul Paulus

Luasnya : 133.000 km2
Ibukota : Athena
Jumlah penduduk : 10.375.000

Suku Bangsa :
Orang Yunani : 90,8 %

Suku minoritas yang sudah berintegrasi dengan orang Yunani: 4 %

  • orang Slav:150.000
  • orang Turki:140.000
  • orang Gypsy:200.000
  • orang Albania:>25.000

Pendatang dan Pengungsi: 5,2 %

  • orang Albania : 400 -- 500.000
  • orang Timur Tengah : 50.000
  • orang Inggris dan USA: 50.000
  • orang Jerman : 19.000
  • orang Armenia : 10.000

Agama:

  • Kristen Ortodoks: 94,15 %
  • Katolik : 0,53 %
  • Protestan : 0,25 %
  • Tidak beragama : 3,52 %
  • Islam : 1,50 %
  • Yahudi : 0,05 %

Pelayanan WEC:

  • Pelayanan terhadap pencandu narkoba
  • Penanaman gereja
  • Penginjilan

Agama masa kini

Gereja Ortodoks sudah menjadi bagian integral dari kebudayaan Yunani. Seorang Yunani harus menjadi anggota gereja tersebut. Kekristenan dikaitkan dengan gereja Ortodoks dan Injil tidak dapat dipikirkan di luar gereja ini. Kondisi ini mendominasi kehidupan beragama di Eropa Selatan. Semua agama yang bukan Ortodoks merupakan sekte atau bidat bagi rakyat biasa. Biasanya dikatakan: "Kita pintar, kita memiliki filsuf yang kuat seperti Plato dan Aristoteles dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Itu berarti kita memiliki kebenaran". Oleh karena itu, gereja Protestan dicurigai.

Walaupun ada orang Kristen yang kuat di gereja Ortodoks, mayoritas anggota gereja hanyalah orang-orang Kristen tradisi dan tidak memiliki relasi yang dekat dengan Allah atau Putra-Nya. Banyak orang Yunani tidak percaya bahwa keselamatan merupakan anugerah karena iman kepada Yesus Kristus, melainkan mereka yakin pengampunan dosa diberi ketika dibaptis sebagai anak. Walaupun mengikuti kebaktian, mereka tetap kurang memahami siapakah Yesus Kristus sebenarnya. Di dalam situasi sangat sulit ini, Roh Kudus bekerja. Misalnya, tahun yang lalu 200 orang Kristen dari 26 negara datang ke Yunani untuk membagikan sekitar 30.000 traktat dan bacaan Kristen selama 10 hari di 35 pulau. Di antara peserta ini ada 55 orang asal Yunani yang lahir baru. Kerja sama mereka dan kesatuan tim sangat mengesankan semua orang. Tuhan sendiri mempertemukan salah satu tim dengan pemimpin gereja Ortodoks yang memberi kesempatan untuk menyampaikan pujian di gerejanya.

Pelayanan WEC

Oleh karena situasi seperti ini, pada tahun 1989 dan 1992 ada dua keluarga yang diutus sebagai misionaris ke Yunani. Mereka mengalami banyak kesulitan untuk bertahan di Yunani, sampai beberapa kali mereka harus ke luar dan masuk lagi. Sejak tahun 1996, WEC bekerja sama dengan European Christian Mission. Sesudah belajar bahasa Yunani yang cukup rumit berikut adat istiadatnya, tenaga WEC ditempatkan di gereja-gereja injili di utara untuk mencari domba lagi yang sudah disiapkan oleh Tuhan sebelumnya. Penginjilan mengalami satu kemajuan besar pada tahun 2000 di mana 16 gembala dari Thessaloniki dituduh membuka gereja secara ilegal. Oleh karena pemerintah dan rakyat negara Eropa yang lain yang sangat toleran menekan negara Yunani, pendeta-pendeta itu dibebaskan dan diizinkan melanjutkan pelayanan mereka. Lewat pergumulan dan tantangan seperti itu, orang Kristen sungguh-sungguh semakin berani untuk menyaksikan Injil.

Tanpa musik, hati seorang Yunani tidak bisa terbuka. Itu sebabnya WEC membuka tim musik, pelayanan pemuda dan pencandu narkoba, pemahaman Alkitab, serta konseling. Penginjilan yang paling berhasil adalah melalui persahabatan. Jika mau menyaksikan Kabar Baik kepada orang Barat, kita perlu sabar, tabah, dan dekat dengan Tuhan karena dengan kekuatan kita sendiri pintu hati orang Eropa tidak bisa dibuka. Yunani membutuhkan orang percaya yang kuat dan sabar dalam menantikan campur tangan Tuhan. Siapa yang mau membantu pelayanan sebagai misionaris di negara ini?

Pokok Doa

  1. Bersyukur atas kebebasan beragama yang boleh terselenggara.

  2. Mengucap syukur atas persekutuan antara orang Yunani dan orang Turki yang membaik.
  3. Berdoa agar orang Kristen Ortodoks makin memiliki relasi pribadi dengan Tuhan Yesus dan bukan lewat tradisi saja.

  4. Berdoa agar diskriminasi terhadap agama non-Ortodoks dan orang non-Yunani terhapus oleh kasih Kristus.

  5. Doakan setiap gereja injili agar berani bergaul luas dan bersaksi dan menjaga kesatuan yang sering terancam oleh orang-orang yang fanatik.

  6. Berdoa untuk Seminari Alkitab GEM dengan 30 mahasiswa dan AoG dengan 25 orang agar menyiapkan orang yang mengasihi Tuhan dan rajin melayani.

  7. Doakan orang-orang di 150 pulau yang belum pernah mendengar Injil secara lengkap, seperti pulau-pulau Dodecanese, Cyclades, dan lain-lain.

  8. Berdoa untuk para pendatang, mahasiswa, dan orang Albania yang belum dicapai oleh Kabar Baik.

  9. Doakan pula agar pelayanan melalui media cetak dan elektronik dapat lebih diefektifkan.

  10. Doakan agar setiap orang yang mencari kebenaran dapat dijangkau oleh radio dan tv Kristen, termasuk melalui film Yesus.

  11. Doakan orang Yunani yang berada di perantauan, seperti di Amerika, Jerman, Austria, Kanada, dan Inggris agar bertemu dengan orang percaya di sana.

  12. Doakan para misionaris yang melayani di Yunani, agar mereka diberikan hikmat dan kekuatan dalam pelayanannya.

Sumber diambil dan diedit seperlunya dari:

Nama buletin : Terang Lintas Budaya, Edisi 69, 2007
Halaman : 4 -- 6

e-JEMMi 17/2007