Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereTRANSFORMASI PRIBADI

TRANSFORMASI PRIBADI


By novi - Posted on 21 December 2009

Kata transformasi semakin populer saja, khususnya di lingkungan gereja. Sejak peristiwa transfomasi yang fenomenal di Almolonga, Uganda, gereja di Indonesia juga tertarik mengalami hal yang sama. Sejumlah pemimpin gereja dan lembaga kristiani aras nasional pun mulai gencar membicarakan dan menggumulkannya di dalam doa. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan, transformasi tersebut tidak akan terjadi tanpa adanya pribadi-pribadi yang mengalami kebangunan rohani lebih dulu dan berlanjut dengan transformasi pribadi.

Untuk misi penyelamatan Uganda yang terpuruk, Tuhan memanggil sejumlah hamba-Nya dan berurusan secara pribadi dengan mereka. Salah satunya Jackson Seyonga. Tuhan mengubah paradigmanya tentang gereja untuk menembus kemustahilan dengan visi yang baru. Mulai terjadi perubahan (transformasi) di alam roh dan jiwa/pikiran (mental maping): gereja yang berperan di bidang pendidikan dan kesehatan. Dengan pertolongan kuasa Roh Kudus transformasi pribadi ini menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru negeri.

Bukan Fashion

Istilah transformasi bukanlah fashion yang sedang naik daun mengikuti trend. Kata transformasi berasal dari dua kata dasar, 'trans dan form' Trans berarti melintasi dari satu sisi ke sisi lainnya (across), atau melampaui (beyond); dan kata form berarti bentuk. Transformasi mengandung makna, perubahan bentuk yang lebih dari, atau melampaui perubahan bungkus luar saja. Untuk mendapat gambaran yang lebih tepat dalam persepktif kristiani, dalam konferensi internasional Wheaton 1983 yang disponsori World Evangelical Fellowship, mendefinisikan transformasi sebagai berikut: "... transformation is the change from a condition of human existence contrary to God's purposes to one in which people are able to enjoy fulness of life in harmony with God (Jn. 10:10; Col. 3:8-15; Eph. 4:13).

Jadi, tansformasi kristiani adalah perubahan dari kehidupan yang bertentangan dengan Allah (kehidupan dalam dosa) ke dalam kehidupan yang harmonis dengan Allah sesuai dengan tujuan Allah atas hidup seseorang. Itulah transformasi pribadi, suatu perubahan yang berdampak positif bagi kehidupan pribadi dan memberkati masyarakat luas. Setelah mengetahui tujuan hidup, langkah selanjutnya ialah mulai bertindak atau melangkah dengan melakukan perubahan-perubahan sesuai dengan tujuan hidup yang Tuhan kehendaki atas kita masing-masing. Untuk mencapai tujuan, kadang cukup dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian kecil, tetapi kadang perlu perubahan besar yang bersifat mendasar atau revolusioner. Terlebih bila tujuan hidup kita (yang lama) ternyata menyimpang dari tujuan hidup sesungguhnya yang Tuhan inginkan.

Bagian dari Transformasi Bangsa

Transformasi pribadi merupakan bagian penting yang harus dialami oleh setiap umat Tuhan setelah ia mengetahui tujuan hidupnya. Melalui transformasi pribadi kita diubah menjadi pribadi sesuai yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita sebagai umat-Nya (warga gereja) di tengah masyarakat (warga negara). Seperti tertulis dalam Roma 12:1-2, Tuhan menginginkan kita berubah oleh pembaharuan budi. Lebih lanjut, transformasi pribadi merupakan langkah awal menuju transformasi bangsa, seiring dengan kerinduan sejumlah besar pemimpin gereja.

Diambil dari:

Judul majalah : Bahana, Edisi Mei 2005, Volume 169
Judul artikel : Transformasi Pribadi
Penulis : Ugie
Penerbit : Yayasan ANDI, Yogyakarta
Halaman : 30