Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereKesaksian Misi / Tiongkok: Me Ling

Tiongkok: Me Ling


"Saya menyucikan hati saya dari rasa takut akan manusia, dan saya belajar untuk melihat Allah."

Me Ling masih muda ketika dia ditangkap karena aktivitas kekristenannya di negara komunis Tiongkok. Selama diinterogasi, polisi menyiksanya untuk memaksanya mengkhianati teman-temannya di gereja bawah tanah.

Pada awalnya Me Ling merasa ketakutan dan merasa tidak dapat melihat tujuan Allah menempatkannya di tempat yang mengerikan itu. Tapi kemudian dia teringat ajaran pendetanya yang mengatakan, "Penderitaan yang sesungguhnya hanya berlangsung 1 menit, dan kemudian kita akan hidup dalam kekekalan bersama Juru Selamat kita."

Ketika ditanya bagaimana ia dapat bertahan selama masa-masa yang mengerikan itu, dia menjawab, "Ketika menutup mata, saya tidak dapat melihat wajah-wajah manusia yang penuh kemarahan atau alat-alat yang mereka gunakan untuk menyiksa. Saya terus mengulang janji Allah dalam hati: "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah" (Matius 5:8). Saya juga belajar bahwa ketika menyucikan hati dari rasa takut akan manusia, saya belajar untuk benar-benar melihat Allah. Saya belajar dari keberanian mereka yang sudah lama pergi dan memfokuskan diri pada-Nya sampai segala sesuatu menjadi pudar. Ketika petugas mengetahui cara saya bertahan, mereka membuka mata saya secara paksa dengan menggunakan isolasi. Tapi mereka terlambat karena saya sudah dapat melihat visi itu."

Kita mengagumi orang-orang yang pekerjaannya membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi. Ahli bedah syaraf yang terlatih, atlet olimpiade, dan para visioner memunyai satu kesamaan: mereka sangat fokus. Disiplin untuk dapat fokus melebihi kecerdasan, daya tahan atletik, atau pun karisma. Tanpa fokus, orang-orang tersebut hanyalah cerdas, atletik, atau menarik. Kemampuan mereka untuk fokus memunyai peran yang besar bagi kesuksesan mereka. Mengembangkan fokus pada hal-hal jasmaniah dapat mendatangkan sukses jasmaniah, tapi bagaimana dengan fokus pada kekekalan? Jika Anda hanya fokus pada hal-hal sementara di dunia ini, Anda tidak akan dapat mencapai tujuan. Apakah yang dapat Anda lakukan hari ini agar Anda dapat fokus pada Kristus dan pada penyebaran Berita Baik-Nya?

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Devosi Total
Judul asli buku : Extreme Devotion
Penulis : The Voice of the Martyrs
Penerjemah : Fintawati Rahardjo dan Ivan Haryanto
Penerbit : Yayasan KDP (Kasih Dalam Perbuatan), Surabaya 2005
Halaman : 115

Dipublikasikan di: http://kesaksian.sabda.org/tiongkok_me_ling