Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are heree-JEMMi No. 10 Vol.17/2014 / Suku Tay di Vietnam

Suku Tay di Vietnam


Pendahuluan/Sejarah

Terletak di Laut China, Asia Tenggara, Vietnam adalah tempat tinggal bagi sekitar 120 suku bangsa yang berbeda. Namun, mayoritas populasinya berasal dari etnis Vietnam. Pergolakan yang terjadi di sepanjang sejarah Vietnam telah memaksa suku bangsa mayoritas bercampur dengan suku bangsa lainnya, yang kemudian terpisah-pisah, dan akhirnya hidup tersebar dalam kelompok-kelompok kecil. Akibatnya, budaya, bahasa, dan gaya hidup mereka ikut terpengaruh dan menghasilkan karakter nasional yang samar-samar.

Di akhir tahun 1700-an, ketika Vietnam mengalami kekacauan, beberapa kelompok etnis bersatu dengan sekelompok suku berbahasa Thai. Di kemudian hari, kelompok ini dikenal sebagai orang Tho. Kini, mereka adalah suku bangsa minoritas di Vietnam. Suku ini lebih suka disebut "Tay" karena sebutan "Tho" kini dianggap sebagai sebutan yang merendahkan.

Seperti apa kehidupan mereka?

Kebanyakan suku Tay adalah rakyat jelata yang hidup di pegunungan landai, di antara gunung-gunung yang tinggi dan padang rumput di Asia Tenggara. Mereka menanam padi sawah (padi yang memerlukan media tanam yang basah dan penggenangan -- Red.), tetapi juga menggunakan teknik "tebas dan bakar" untuk menanam padi gogo (padi yang tidak terlalu membutuhkan lahan tanam yang basah -- Red.), jagung, gandum hitam, seledri air, tebu, dan berbagai macam sayuran lainnya. Mereka juga menanam tanaman rami untuk membuat tas dan jala. Orang Tay menjual atau membarter hasil bercocok tanam itu dengan perabot rumah tangga yang mereka butuhkan dan makan dari hasil hutan.

Mayoritas suku Tay hidup di rumah-rumah yang mereka bangun di atas tanah. Rumah-rumah ini, dan taman yang mengelilinginya, adalah milik pribadi mereka. Namun, masih ada suku Tay yang hidup di rumah-rumah panggung. Arsitektur rumah ini sederhana, tanpa bubungan rumah yang indah dan tidak dihias seperti layaknya rumah-rumah pada zaman modern ini. Kini, hampir seluruh orang Tay menjadi bagian dari sebuah "program agrikultural kolektif" dalam bentuk persawahan kolektif. Sawah dianggap sebagai milik komunitas yang dapat dipakai oleh semua orang, tetapi tidak boleh menjadi milik pribadi.

Keluarga orang Tay biasanya kecil dan garis keturunan mereka dicatat berdasarkan keluarga ayah (patrilineal). Anak-anak mereka mulai bersekolah pada umur enam tahun, dan di sekolah, mereka belajar bahasa Vietnam. Orang-orang muda suku Tay dapat memilih pasangan mereka sendiri, dan setelah pertunangan, ada banyak ritual pernikahan yang dilakukan. Sesuai tradisi, mempelai pria harus bekerja bagi keluarga mempelai perempuan sebagai mas kawin mereka.

Apa kepercayaan mereka?

Orang Tay menyembah banyak dewa. Mereka juga biasa melakukan penyembahan kepada nenek moyang dan menganut animisme.

Secara tradisi, kebanyakan desa-desa orang Tay memiliki kuil-kuil tempat mereka menyembah dewa-dewi yang berkaitan dengan tanah, air, api, dan juga nenek moyang mereka yang penting. Selain itu, mereka juga menyembah roh dan hantu-hantu. Ritual terbesar yang dilakukan setiap tahun adalah pada awal musim tanam. Ketika itu, orang Tay meminta izin kepada berbagai macam dewa untuk mempersiapkan sawah dan menanam benih tanaman. Literatur dan seni tradisional juga berperan penting dalam kehidupan keagamaan mereka.

Apa kebutuhan mereka?

Selama lebih dari 44 tahun, peperangan telah memorakporandakan ekonomi Vietnam, hal ini menyebabkan pertumbuhan yang lambat. Lebih dari itu, Vietnam adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang menganut paham komunisme.

Doa adalah langkah awal untuk menjangkau suku ini dengan Injil. (t/ Yudo)

POKOK DOA:

  1. Berdoalah agar Tuhan berkenan memanggil orang-orang yang mau pergi ke Vietnam dan membagikan Kristus kepada mereka.
  2. Mintalah Allah untuk menguatkan, memberi semangat, dan melindungi sekelompok kecil orang Tay yang sudah menjadi Kristen.
  3. Mintalah agar Roh Kudus untuk melembutkan hati orang-orang Tay kepada orang-orang Kristen supaya mereka dapat menerima Injil.

Sumber: Bethany World Prayer Center

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Joshua Project
Alamat URL : http://www.joshuaproject.net/people-profile.php?rog3=VM&peo3=15309
Judul asli artikel : Tay of Vietnam
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 13 Juni 2014