Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.13 Vol.16/2013 / Suku Dayak Selako dari Indonesia

Suku Dayak Selako dari Indonesia


Sejarah

Penduduk Kalimantan Selatan dapat dikelompokkan menjadi empat kategori utama, yaitu Suku Melayu, kelompok pendatang, Suku Dayak, dan Suku Ot. Dayak Selako merupakan bagian dari kelompok Suku Dayak. Kelompok suku ini tinggal di Sarawak, Malaysia, dan Kalimantan, Indonesia.

"Dayak" adalah istilah kolektif yang digunakan untuk menyebut baik sejumlah etnis non-Muslim maupun kelompok bahasa tertentu. Orang-orang Dayak yang menganut agama Islam biasanya hanya mempertahankan bahasa asli mereka untuk sementara, tetapi mereka lebih suka disebut orang Melayu daripada orang Dayak. Orang Dayak biasanya tinggal di sepanjang pinggiran sungai utama. Mereka menanam padi menggunakan teknik "babat dan bakar". Mereka juga mengumpulkan hasil-hasil hutan seperti rotan, kayu besi, karet, damar, dan kulit binatang.

Orang-orang Dayak dapat dikategorikan lebih jauh lagi menjadi Dayak Darat atau Dayak Laut (sebutan ini digunakan orang-orang Eropa untuk mengategorikan kelompok-kelompok Suku Dayak yang beragam). Mayoritas orang Dayak, termasuk orang Selako, tinggal di sepanjang aliran-aliran anak sungai di belakang kota Pontianak.

Seperti Apa Kehidupan Mereka?

Orang-orang Dayak Selako tinggal di suatu wilayah yang berbukit-bukit dan berada di ketinggian beberapa ratus meter di atas permukaan laut. Tanah tempat tinggal mereka sebagian besar diselimuti tumbuh-tumbuhan sekunder, namun ada juga daerah yang berupa bukit kapur. Jumlah curah hujan diterima daerah mereka kira-kira sebanyak 3.810 mm setahun, dan musim angin hujan biasanya berlangsung dari bulan Oktober hingga Maret. Suhu rata-rata di daerah mereka berkisar antara 29 derajat Celcius selama siang hari sampai 28 derajat Celcius di malam hari.

Mata pencaharian utama orang-orang Dayak Selako adalah bertani, tetapi mereka juga mencari ikan dan berburu. Di tahun-tahun yang sulit, sagu liar juga biasa menjadi makanan mereka. Banyak keluarga yang menanam karet dan kopi di lahan mereka untuk dijual hasilnya. Untuk memenuhi kebutuhan garam, orang-orang Dayak Selako menjalin hubungan dengan orang-orang pesisir.

Desa-desa orang Dayak Selako cenderung luas, relatif permanen, dan kebanyakan terletak dekat sungai. Sering kali, beberapa komunitas masyarakat bergabung untuk membentuk sebuah desa. Biasanya ada lebih dari satu rumah panjang di tiap desa yang saling terhubung satu dengan lainnya.

Ciri-ciri umum dari desa Dayak Selako adalah adanya "rumah kepala". Rumah ini memiliki fungsi sebagai tempat tinggal, tempat berkumpul, dan pusat upacara. Rumah tersebut terdiri dari ruang bundar yang luas atau aula dengan atap berbentuk kerucut yang tinggi. Rumah panggung ini berdiri di atas penyangga setinggi 10 meter dan pintu masuknya berada di lantainya.

Keluarga adalah unit utama dari masyarakat Dayak Selako. Anggota-anggotanya tinggal dekat satu dengan yang lain, mereka mematuhi larangan dan takhyul yang sama. Dalam suku ini, keturunan seseorang memengaruhi haknya untuk menggunakan lahan adat.

Dalam pernikahan, hampir tidak ada mas kawin. Sebagai gantinya, ayah dari calon pengantin laki-laki menghadiahkan pinang dan kapur kepada ayah si gadis. Setelah menerima pemberian itu, upacara pernikahan yang hanya dihadiri sanak saudara dekat dari pasangan itu pun dilaksanakan.

Apa Kepercayaan Mereka?

Mayoritas orang Dayak Selako masih menganut agama suku. Mereka memiliki pengetahuan atas sesuatu yang berkuasa, tetapi pengetahuan ini dikaburkan oleh kepercayaan-kepercayaan mereka yang lain. Mereka menyembah roh-roh leluhur, memberikan persembahan kepada batu-batu dan benda-benda lain yang dianggap memiliki kekuatan gaib, serta menyembah dewa-dewi perang.

Mereka mencari perlindungan dari roh-roh leluhur melalui upacara-upacara desa yang menggabungkan perayaan dengan upacara keagamaan. Pengetahuan tentang makanan-makanan khas, larangan-larangan adat, dan budaya di beberapa desa biasanya diwariskan melalui keturunan garis perempuan.

Apa Kebutuhan Mereka?

Pada masa lalu, Dayak Darat sering diperlakukan semena-mena oleh pemerintah Malaysia yang memang berbatasan dengan daerah mereka. Mereka juga kehilangan banyak dari tanah mereka sebagai akibat dari pengayauan Suku Dayak Laut di masa lampau. Saat ini, beberapa dari Dayak Selako masih memunyai "perasaan diperbudak" sebagai satu akibat dari sejarah panjang eksploitasi. Suku ini membutuhkan doa syafaat agar mereka dapat menemukan kebebasan dan identitas mereka yang sejati di dalam Yesus.

Pokok Doa:

    1. Mintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian supaya mengutus pekerja-pekerja-Nya untuk membagikan kasih Kristus kepada Suku Dayak Selako.
    2. Berdoalah agar Roh Kudus mengaruniakan kebijaksanaan dan berkat kepada setiap agen misi yang melayani Suku Dayak Selako.
    3. Berdoalah agar Allah memberikan keberanian kepada orang-orang Dayak Selako yang sudah percaya supaya mereka memberitakan Kristus kepada suku mereka sendiri.
    4. Mohonlah kepada Allah supaya Ia menambahkan tim-tim pendoa yang akan mulai mengolah ladang tuaian ini lewat doa.
    5. Berdoalah agar Tuhan memunculkan sebuah jemaat Dayak Selako yang berjaya untuk kemuliaan nama-Nya!
    6. Doakan untuk penerjemahan Alkitab dalam Bahasa Dayak Selako. (t/Anna)

Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:

Nama situs : Joshua Project
Judul asli artikel : Dayak, Kendayan of Indonesia
Alamat URL : http://joshuaproject.net/people-profile.php?rog3=ID&peo3=14829
Tanggal akses: November 2012