Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.30 Vol.04/2001 / Singapura (Republik Singapura)

Singapura (Republik Singapura)


Luas: 620 km2. Terdiri dari satu pulau yang besar dan banyak pulau yang kecil di ujung selatan Semenanjung Malaysia.

Penduduk (1995): 2.836.000 orang.

Suku bangsa: Masyarakat yang multi-rasial dan multi-bahasa. Orang China 77,7 persen; Orang Melayu 14,1 persen; Orang India 7,1 persen; Orang lain 1,1 persen.

Bebas buta huruf: 90 persen.

Bahasa resmi: Bahasa Mandarin (China), bahasa Inggris, bahasa Melayu dan bahasa Tamil (India).

Agama Kristen: 14 persen

Ada kebebasan beragama, namun karena ingin mempertahankan harmoni di antara suku-suku bangsa yang berbeda agama ini, maka mempromosikan agama di depan umum dibatasi oleh undang-undang.

Ekonomi: Bertumbuh pesat sejak kemerdekaan, menjadi salah satu pusat keuangan dan perdagangan yang paling efektif di dunia. Pelabuhan tersibuk nomor dua di dunia setelah Hong Kong. Ekonomi dikontrol secara ketat dengan strategi jangka panjang yang jelas untuk pengembangan industri teknologi tinggi dan berbagai pelayanan.

Politik: Di bawah pemerintahan Inggris 1824-1963. Bagian dari Federasi Malaysia 1963-1965. Merdeka sebagai suatu demokrasi parlemen pada tahun 1965. Pemerintahan Perdana Menteri Lee dan penggantinya Goh Chok Tong yang kuat dan bersifat bapakisme, telah menyediakan arah dan stabilitas untuk pertumbuhan ekonomi yang spektakuler. Hampir tidak ada oposisi politik yang menentang kecenderungan pemerintahan tunggal.

Pokok Doa:

  1. Dinamisme dan pertumbuhan Gereja di Singapura dalam 20 tahun terakhir ini patut kita syukuri.

  2. Tantangan-tantangan utama yang dihadapi gereja:

    1. Mengatasi dampak-dampak negatif kemakmuran dengan mempertahankan tingkat kerohanian dan menggunakan kekayaan secara efektif untuk Kerajaan Allah.

    2. Menghadapi undang-undang pemerintah yang membatasi penginjilan.

    3. Pemeliharaan kesaksian hidup dan kehidupan berkeluarga yang stabil.

    4. Kesatuan di antara gereja-gereja.

  3. Doakan untuk orang-orang yang kurang terjangkau.

    1. Orang Melayu, semua dianggap Islam melalui kelahiran, dan selama bertahun-tahun masyarakat ini terasing secara ekonomi.

    2. Orang India, terutama orang tua yang tidak berbahasa Inggris.

    3. Orang China, yang tidak berbahasa Inggris dan yang mendapat upah rendah.

    4. Pekerja pendatang. Berdoa untuk strategi jangka panjang yang efektif untuk penginjilan dan pemuridan yang mantap bagi golongan ini sebelum mereka kembali ke tanah airnya.

    5. Para pecandu obat bius.

  4. Doakan lembaga-lembaga Kristen yang berpusat di Singapura seperti World Evangelical Fellowship, Evangelical Fellowship of Asia, PPA, Youth For Christ, dsb., juga doakan lembaga-lembaga misi internasional yang memunyai pusat pelatihan dan pengutusan di Singapura, khususnya: AsEF, International Service Mission (Interserve., Navigators, TLM, OM, OMF, SIM, WEC, SIL/WBT, YWAM).

  5. Doakan untuk para pemuda yang terbuka bagi Injil, dan merupakan masa depan yang dinamis bagi negerinya.

  6. Pelayanan dukungan.

    1. Literatur sangat banyak tersedia. Banyak bahan literatur yang dicetak di Singapura dan disalurkan ke negara-negara di seluruh dunia.

    2. Ada lebih dari 176 lembaga gerejawi yang terlibat dalam berbagai pelayanan rohani dan teknis.

Bahan diringkas dari sumber:

Judul buku : Doakanlah Asia!
Penulis : Patrick Johnstone
Penerbit : Yakin dan WEC, 1995; WEC International, 2001
Alamat URL : http://www.operationworld.org/

CD-ROM SABDA [Nomor Topik: 18960]

e-JEMMi 30/2001