Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are heree-JEMMi No. 06 Vol.17/2014 / Samogha di Mali

Samogha di Mali


Pendahuluan/Sejarah

Suku Samogho hidup di wilayah Mali, sebuah negara di Afrika, di dekat perbatasan Burkina Faso. Iklim di wilayah ini panas dan kering. Temperatur udara di sini dapat mencapai lebih dari 37 derajat Celcius. Suku-suku Samogho yang tinggal di Burkina Faso tersebar di hutan-hutan yang menyediakan tempat tinggal bagi mereka. Di hutan-hutan ini juga hidup satwa-satwa seperti kuda nil, kera, berbagai jenis serangga, dan burung.

Suku Samogho cenderung tinggal di dekat sungai karena tanaman di tepian sungai lebih lebat dan di sana tidak terlalu panas. Namun demikian, tepi sungai adalah habitat bagi lalat tsetse (yang menularkan penyakit tidur) dan lalat simulium (yang membawa penyakit kebutaan). Serangga-serangga ini membuat daerah di tepi sungai menjadi tidak layak huni dan membuat banyak orang Samogho menderita penyakit-penyakit tersebut.

Seperti Apa Kehidupan Mereka?

Bagi orang Samogho, rumah tangga mereka adalah unit ekonomi yang paling dasar. Desa mereka besar dan padat penduduk. Rumah-rumah mereka berbentuk segi empat dengan atap yang rata, hampir mirip dengan rumah-rumah suku tetangga mereka. Akan tetapi, suku Samogho memiliki lumbung berbentuk kubah yang lebih tinggi dari pagar desa mereka. Setiap desa Samogho memiliki setidaknya 100 lumbung seperti ini. Setiap desa orang Samogho dipimpin oleh seorang kepala desa; uniknya, otoritas sang kepala desa adalah atas klan atau keluarga-keluarga besar, bukan atas masing-masing rumah tangga dalam desanya.

Masyarakat Samogho berstruktur patrilineal, artinya garis keturunan setiap orang ditarik dari garis keturunan ayah mereka. Rumah mereka akan diwariskan kepada anak tertua dalam keluarga, sedangkan perabot rumah akan diwariskan kepada adik dari ayah. Struktur rumah tangga dari setiap anak laki-laki akan dimasukkan ke dalam rumah tangga ayah mereka.

Berbeda dari suku-suku di Afrika Barat lainnya, ketika seorang gadis Samogho menikah, keluarganya tidak mengharapkan "mas kawin". Sebaliknya, sang calon suami harus memberikan hadiah berupa hewan ternak seperti ayam atau kambing jauh sebelum hari pernikahan mereka. Dalam masyarakat Samogho juga dikenal sistem poligami.

Di Burkina Faso, suku Samogho hidup bertetangga dengan suku Mossi dan kedua suku ini sering terlibat perseteruan sehingga penyerangan dan serangan balasan sering terjadi di daerah mereka. Suku Mossi sering kali menjadi pihak yang menyerang terlebih dahulu, sedangkan suku Samogho sering menjadi pihak yang mengusahakan jalan damai.

Apa Kepercayaan Mereka?

Mayoritas orang Samogho mempraktikkan berbagai agama suku, sedangkan sisanya memeluk agama Islam. Seperti banyak suku di Afrika Barat, suku ini juga menyembah leluhur mereka. Mereka juga percaya adanya "dewa tertinggi" yang terlalu jauh dan tidak dapat disembah secara langsung. Karena itu, satu-satunya cara untuk menyembah dan melayani dewa tertinggi tersebut adalah dengan menyembah roh-roh. Itulah sebabnya orang Samogho terus-menerus menyembah patung-patung atau berbagai benda lainnya yang dipercaya sebagai rumah dari roh-roh tersebut. Mereka percaya bahwa pada gilirannya, roh-roh tersebut akan menyampaikan penyembahan mereka kepada sang dewa tertinggi atas nama suku mereka.

Apa Kebutuhan Mereka?

Ada beberapa upaya penginjilan yang dilakukan di tengah-tengah suku ini, tetapi baru ada sedikit orang Samogho asli yang menjadi Kristen. Mereka sangat membutuhkan doa dan penginjilan yang lebih lanjut supaya mereka dapat mengenal kasih Allah secara nyata.

Pokok-Pokok Doa:

  1. Mintalah kepada Allah agar Ia mengirimkan para pekerja-Nya ke Mali untuk membagikan kasih Kristus kepada orang-orang Samogho.
  2. Berdoalah agar Roh Kudus menganugerahkan hikmat dan pertolongan kepada berbagai badan misi yang sedang melayani di tengah-tengah suku Samogho.
  3. Doakanlah orang-orang Samogho yang telah percaya supaya mereka dapat membagikan kasih Kristus kepada suku mereka dengan penuh keberanian.
  4. Mintalah kepada Allah supaya Ia membangkitkan kelompok-kelompok doa yang akan membuka jalan melalui doa-doa syafaat yang dinaikkan demi suku ini.
  5. Berdoalah agar muncul jemaat Samogho yang berkemenangan demi nama-Nya!
  6. Doakanlah penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa utama suku ini yang sedang berjalan.
  7. Doakanlah usaha-usaha untuk mengenalkan Kristus kepada suku ini melalui film dan bahan-bahan audio. (t/Yudo)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Nama situs : JoshuaProject.net
URL situs : http://www.joshuaproject.net/people-profile.php?rog3=ML&peo3=14677
Judul asli : Samogho in Mali
Penulis : tidak dicantumkan
Tanggal akses : 25 Februari 2014