Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereRusia Tahun 2006

Rusia Tahun 2006


Rusia--Hanya ada sedikit pembicaraan mengenai rancangan amandemen untuk hukum keberagamaan di Rusia. Namun, bagi mereka yang terlibat dalam pelayanan di negeri itu, hal itu terus mereka perhatikan. Liz Loeffler dari Greater Europe Mission menyatakan, "Sepertinya, ini sedang menuju ke arah penutupan pelayanan, atau untuk memberikan hak lebih besar dalam mengontrol dan mengendalikan pelayanan. Saya pikir semua orang memikirkan hal yang sama tentang ini." Loeffler menambahkan bahwa perubahan perlahan dalam hal pola pikir yang mendorong perubahan-perubahan ini, telah menimbulkan tantangan bagi tim mereka. "Saya sudah melihat makin banyaknya penekanan pada beberapa hukum yang sebelumnya tidak dijalankan, yang berkaitan dengan pendaftaran visa untuk para pekerja misi." Loeffler tidak ingin buru-buru bereaksi dan menyarankan untuk lebih giat berdoa sembari menunggu apa yang akan terjadi. "Ada yang menyarankan, mungkin kita perlu melakukan `pelayanan membuat kemah` di Rusia, yaitu di mana sambil bekerja untuk organisasi sekuler mereka melakukan pelayanan. Saya tahu banyak orang sudah memikirkan tentang hal ini."

[Sumber: Mission Network News, September 2006]

Pokok Doa:

  • Mari doakan saudara-saudara kita di Rusia agar terus dikuatkan dari waktu ke waktu, agar iman mereka tetap teguh walaupun pemerintah tidak bersikap adil terhadap mereka.

  • Berdoa bagi pekerja-pekerja-Nya yang melayani di sana agar diberi hikmat dalam melakukan pelayanan.


e-JEMMi 41/2006


Rusia--Menteri Kehakiman telah mengajukan rancangan amandemen kepada lembaga perancang undang-undang untuk memperketat peraturan hukum agama negara tersebut. Joel Griffith wakil dari Slavic Gospel Association menjelaskan perubahan ini. "Amandemen yang diajukan tersebut meliputi beberapa ketentuan yang melarang jemaat awam memberikan khotbah tanpa otoritas atau dokumen resmi. Seluruh pendeta dan anggota majelis gereja diwajibkan untuk memiliki dokumen yang menjelaskan status mereka. Selain itu, gereja yang memiliki kegiatan misionaris harus memberitahu pemerintah lokal dan daerah tentang kegiatannya tersebut." Menurut Griffith, ini bukanlah berita baik bagi para pekerja asing. "Konsekuensi bagi misionaris yang melanggar hak misionaris lainnya adalah tidak diizinkan memasuki Rusia. Bantuan pelayanan `outreach` yang bersifat kemanusiaan akan sangat terpengaruh dengan adanya perubahan undang-undang ini." Undang-undang ini juga akan mempengaruhi penginjilan.

[Sumber: Mission Network News, September 2006]

Pokok Doa:

  • Doakan jemaat dan hamba Tuhan di Rusia untuk terus berdoa dan memohon agar Roh Allah memberikan kebijakan dan hikmat kepada pemerintah Rusia agar mereka dapat terus mengabarkan Kabar Baik-Nya kepada orang-orang yang belum percaya selagi masih ada waktu.

  • Mintalah kepada Bapa yang berkuasa agar amandemen yang sedang diusulkan ini tidak jadi disahkan dan pelayanan bisa terus dijalankan.

e-JEMMi 38/2006


Rusia -- Rusia sedang menghadapi krisis kependudukan yang besar -- jumlah penduduk yang berkurang sekitar 700 ribu orang tiap tahunnya. Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan masalah ini dalam sebuah pidato kenegaraan. Anggota Russian Ministries, Anita Deyneka, berkomentar bahwa ketika menyebutkan masalah kependudukan ini, "Putin tidak mengatakan bahwa faktor penyebab utamanya adalah HIV. Bahwa penyebaran penyakit AIDS di Rusia sedang meningkat pesat." Setidaknya 80% dari mereka yang terinfeksi di Rusia berusia di bawah 30 tahun. Mereka yang sedang sekarat itu adalah generasi muda. Dan Russian Ministries sedang mencoba menjangkau mereka dengan pengharapan akan Kristus. "Kami sangat memfokuskan diri pada kepemimpinan masa depan, dalam hal menginjili, memperlengkapi, serta memobilisasi anak muda yang akan mengisi kursi jemaat, mimbar, dan majelis. Dan pada saat bersamaan kita tak dapat mengabaikan bahwa mereka yang sekarat telah mencapai jumlah ini." Masih ada tanda-tanda harapan, namun gereja membutuhkan dukungan doa.

[Sumber: Mission Network News, Mei 2006]


Pokok Doa:

  • Berdoa agar orang-orang percaya di Rusia dapat memelihara hidup kudus dan suci sehingga memberikan kesaksian yang hidup bagi yang belum percaya.

  • Gereja-gereja lokal di Rusia membutuhkan dukungan doa dari kita, oleh karena itu berdoalah agar gereja dapat menjadi alat yang luar biasa untuk menolong para anak muda Rusia.


e-JEMMi 23/2006



Sehubungan dengan pemerintah Rusia yang melanjutkan kontrol terhadap kebebasan beragama di Rusia, Moscow Evangelical Christian Seminary mulai memikirkan tentang pelayanannya di Rusia. Seminari ini didukung oleh organisasi OMS International di Amerika Serikat. Mantan presiden OMS JB Crouse mengatakan bahwa visa bagi dua pasangan misionaris telah dibatalkan dan ada juga rumor lain. "Sudah sering dibicarakan -- `tidak boleh ada lagi kiriman uang untuk siswa sponsor` dan kabar-kabar sejenisnya. Dengan kondisi ekonomi di Rusia, akan sulit bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan teologi. Jadi, kami pun sangat memperhatikan masalah itu dan kami sendiri masih belum yakin bagaimana penerapannya." Salah satu pengurus sekolah seminari tersebut, Sasha Tsutserov mengatakan jika bantuan dana dari luar negeri dihapuskan, hal itu akan menimbulkan hambatan dalam memberikan pendidikan teologi untuk para siswa. "Jumlah siswa yang kami miliki secara tak langsung juga ditentukan oleh dana yang kami miliki. Pendapatan rata-rata di Rusia (dibeberapa propinsi) adalah sekitar $2000 pertahun dan jumlah tersebut tak akan mencukupi untuk biaya sekolah."


[Sumber: Mission Network News, January 10th 2006]


Pokok Doa:


  1. Mengucap syukur untuk kesiapan OMS dalam mengantisipasi peraturan baru di Rusia. Berdoa agar pembatasan apa pun yang dilakukan oleh pemerintah tidak mematahkan pelayanan OMS di negara ini.

  2. Berdoa agar kondisi ekonomi di Rusia dapat segera membaik. Berdoa juga supaya sekolah seminari Moscow menemukan cara yang tepat untuk mengatasi masalah pendanaan bagi para siswa.

e-JEMMi 03/2006