Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereKesaksian Misi / Rumania: Richard Wurmbrand

Rumania: Richard Wurmbrand


"Saya mengagumi orang-orang Komunis." Kalimat itu kelihatannya aneh keluar dari seorang pendeta yang telah menghabiskan empat belas tahun di penjara Komunis. Namun Richard Wurmbrand tulus saat mengatakan kalimat itu.

"Banyak orang Komunis rela mati untuk membela Utopia [sistem sosial politik yang sempurna yang hanya ada di bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak mungkin diwujudkan dalam kenyataan, Red.] mereka. Dibanding beberapa orang yang saya jumpai di gereja, mereka lebih berkomitmen sampai usaha yang penghabisan."

Dalam setiap orang yang memusuhinya, Richard Wurmbrand melihat seorang yang berpotensi menjadi seorang Kristen dan temannya. Dengan mengasihi lawan-lawannya, ia tidak hanya melihat banyak orang datang untuk mengenal Kristus, namun juga meningkatkan peluang-peluangnya untuk bersaksi.

"Ketika mereka memanggil saya 'Yahudi kotor' dan memberitahu setiap orang untuk tidak membaca buku saya, orang-orang segera keluar untuk melihat apa yang akan dikatakan oleh 'Yahudi kotor' ini," katanya sambil tertawa kecil. "Saya menyambut siapa pun yang telah melawan saya. Orang lain tidak selalu tertarik pada apa yang Anda katakan. Anda perlu menantang mereka pada Kebenaran sebelum Anda membagikan iman Anda. Untuk melakukan hal ini Anda harus mengerti dari mana mereka datang dan bisa berbicara dengan pintar. Namun kita juga harus ingat untuk selalu berbicara dalam kasih."

Kalimat-kalimat Richard Wurmbrand bukanlah kalimat-kalimat idealis yang tidak ia jalankan. Ia dan istrinya, Sabina, pernah menyambut seorang prajurit Nazi dalam rumah mereka. Ia dulunya bekerja di kamp konsentrasi terkenal yang menjadi tempat semua anggota keluarga Sabina dibunuh. Ketika prajurit itu melihat pengampunan dan kasih mereka baginya, ia dimenangkan bagi Kerajaan Tuhan.

(Catatan: Pernyataan-pernyataan ini dibuat dalam salah satu wawancara dengan Richard Wurmbrand sesaat sebelum ia meninggal pada bulan Februari 2001 yang lalu.)

Yesus mengajar kita bahwa orang lain akan mengenali iman kita melalui kasih kita terutama saat kasih itu muncul menghadapi penentangan. Bagaimana kita memperlakukan musuh-musuh kita sama pentingnya dengan bagaimana kita memperlakukan mereka dalam keluarga Kristen kita sendiri. Pada kenyataannya, tanggapan kita pada kritik seringkali menimbulkan pernyataan yang lebih hebat bagi Kekristenan daripada contoh lainnya. Saat orang-orang percaya mempraktikkan prinsip iman Kristen yang penuh kuasa ini, mereka membedakan diri mereka sendiri dari dunia. Tanggapan yang wajar terhadap penentangan adalah menolaknya atau membalasnya. Namun sebaliknya, orang-orang percaya berupaya memahami mereka, bukan menentangnya. Penentangan, jika ditempatkan pada cara pandang yang benar, seharusnya diterima sebagai peluang untuk melatih iman dan meneladani perintah-perintah Kristus.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Devosi Total
Judul asli buku : Extreme Devotion
Penulis : The Voice of the Martyrs
Penerjemah : Fintawati Raharjo, Irwan Haryanto
Penerbit : Yayasan Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Surabaya 2005
Halaman : 18

Dipublikasikan di: http://kesaksian.sabda.org/rumania_richard_wurmbrand