Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No. 02 Vol.17/2014 / Qashqai, Kashkai di Iran

Qashqai, Kashkai di Iran


Pendahuluan/Sejarah

Suku bangsa Qashqa'i adalah orang-orang nomad yang berkeliaran di padang pasir yang keras di barat daya Iran. Meskipun mereka terdiri dari banyak bahasa, budaya, dan suku asal yang berbeda, mereka semua menyebut diri mereka "orang Turki". Mereka memakai bahasa yang disebut Qashqai Turki. Bahasa itu belum memiliki bentuk tertulis sehingga bahasa tulis mereka kebanyakan menggunakan bahasa Farsi.

Hanya ada sedikit informasi mengenai sejarah mereka, kecuali bahwa Qashqa'i meninggalkan Asia Tengah pada abad ke-11 dan mulai memasuki Iran. Setelah itu, sejarah mereka tidak tercatat sampai akhirnya pada pertengahan abad ke-18, penguasa Iran Selatan menunjuk suku Qashqa'i sebagai pemimpin atas sebuah provinsi.

Orang Qashqa'i dianggap sebagai kelompok orang minoritas di Iran. Upaya kuat telah dilakukan untuk memasukkan mereka ke dalam arus utama masyarakat Iran; namun upaya-upaya tersebut gagal, dan orang-orang yang menarik ini tetap independen dan bangga. Meskipun orang Qashqa'i mengaku Muslim, mereka jarang menggunakan agama di luar kepentingan politik.

Seperti apakah kehidupan mereka?

Kelas utama dalam masyarakat Qashqa'i terdiri atas laki-laki yang aktif secara politik. Kekayaan mereka sebagian besar berasal dari penguasaan atas tanah dan kepemilikan ternak. Kelas yang lebih rendah terdiri atas orang-orang yang menyewakan tenaga kerja mereka. Mereka mungkin bekerja sebagai gembala dan pengemudi unta penuh waktu, atau buruh lapangan dan petani penggarap paruh waktu. Yang termiskin dari orang Qashqa'i adalah orang-orang yang tidak memiliki tanah atau ternak. Mereka tidak dibayar uang untuk barang atau jasa mereka, tetapi dibayar dalam bentuk makanan, pakaian, perlengkapan, dan/atau hewan. Dalam "kelas miskin" ini, siapa pun yang berusia di atas 8 tahun diharapkan dapat bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri.

Meskipun wanita Qashqa'i memiliki sedikit kebebasan, mereka dapat memimpin dalam urusan-urusan tertentu dalam keluarga. Sebagai contoh, mereka bertanggung jawab untuk mengatur pernikahan. Meskipun begitu, mereka mungkin paling dikenal karena keahlian mereka dalam membuat tenunan.

Makanan utama orang Iran adalah nasi dan roti. Hidangan-hidangan tradisional di antaranya 'abgusht' (daging tebal dan sup kacang), 'dolmeh' (sayuran yang diisi dengan daging dan beras), dan 'kebab' (domba panggang ditusuk seperti sate).

Fakta bahwa orang Qashqa'i adalah "pelancong" tampaknya menambah identitas militer, politik, dan budaya mereka. Bahkan, orang Qashqa'i yang "menetap" dipandang oleh orang lain dalam kelompok mereka sebagai orang-orang yang tidak memiliki kepentingan dalam masalah politik.

Apakah agama mereka?

Islam adalah agama negara Iran, dan hampir semua orang Qashqa'i mengaku sebagai Muslim. Namun, dalam kenyataannya, mereka hanya memiliki sedikit kontak dengan lembaga Islam atau menjadi Muslim yang taat. Mereka hanya menggunakan Islam untuk keuntungan politik sehingga sangat sedikit dari mereka yang melakukan salat, dan mereka tidak berpuasa selama bulan Ramadan. Akan tetapi, upacara pernikahan dan kematian mereka mengikuti tradisi Muslim.

Apa kebutuhan mereka?

Iran saat ini menghadapi masalah ekonomi dan politik yang serius. Untuk mempertahankan kehidupan tatanan politik, mereka harus berpihak kepada pemimpin tertentu, seperti pemimpin Muslim, yang mereka rasa dapat membantu melindungi mereka dari tuntutan lembaga-lembaga negara dan penguasa. Orang Qashqa'i hidup dalam kerusuhan politik yang terus-menerus, dan ada kebutuhan yang luar biasa untuk kedamaian hati yang sejati.

Banyak anak tidak bersekolah karena kurangnya ruang kelas dan guru. Hanya sekitar 48 persen orang dewasa Iran yang dapat membaca dan menulis.

Orang Qashqa'i memiliki sedikit kesempatan untuk bisa mendengar Injil Yesus Kristus.

Pokok-Pokok Doa:

  1. Berdoalah agar Tuhan menciptakan kelaparan rohani di dalam hati orang Qashqa'i dan keterbukaan terhadap Injil Yesus Kristus.
  2. Berdoalah agar Tuhan membangkitkan pekerja-Nya yang memahami budaya Muslim dan yang dapat secara efektif membawa Injil kepada mereka.
  3. Berdoalah agar Tuhan memberikan koneksi untuk agen-agen misi yang mencoba menjangkau orang Qashqa'i. Berdoalah agar Dia memberi mereka strategi dan hikmat.
  4. Di tengah kerusuhan politik Iran yang terus-menerus, berdoalah agar orang-orang nomad ini akan mulai mencari perdamaian abadi sejati yang hanya dapat diberikan oleh Yesus.
  5. Berdoalah agar Tuhan membuka pintu bagi pengusaha Kristen dari negara-negara lain untuk menyebarkan Injil kepada orang Qashqa'i.
  6. Berdoalah untuk penerjemahan Alkitab yang akan dimulai pada bahasa utama kelompok suku ini.
  7. Berdoalah untuk ketersediaan film Yesus dalam bahasa utama dari suku bangsa ini.
  8. Berdoalah agar pesan Injil tersedia dalam format audio untuk kelompok suku ini. (t/Jing Jing)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Nama situs : Joshua Project
Alamat URL : http://www.joshuaproject.net/people-profile.php?rog3=IR&peo3=14497
Judul asli artikel : Qashqai, Kashkai of Iran
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 22 November 2013