Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are herePEREMPUAN DALAM PELAYANAN

PEREMPUAN DALAM PELAYANAN


By novi - Posted on 23 March 2009

Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. (Kejadian 1:31) Namun ketika Ia melihat laki-laki itu, Tuhan mengenali kesendiriannya, kesepiannya, dan ia tidak memunyai penolong yang sepadan dengan dia. Allah memutuskan untuk menciptakan perempuan, penciptaannya khusus dan spesifik, ciptaan Allah yang unik, karya agung-Nya.

Allah mendefinisikan peran perempuan sejak semula, bahkan sebelum Ia menciptakannya: Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Kisah penciptaan perempuan sangat unik, dibuat oleh tangan Allah sendiri dan dihentarnya perempuan itu kepada laki-laki pertama itu. Penciptaannya bukan seperti buatan pabrik, tetapi sangat personal. Hawa diciptakan dari rusuk Adam, yaitu dari substansi yang sama dari Adam. Ia dijadikan penolong yang sepadan dengan laki-laki -- secara intelektual, moral, dan jasmaniah yang seimbang. Allah tidak pernah berniat agar perempuan diperlakukan sebagai warga negara/warga gereja/warga masyarakat kelas 2 atau 3.

Laki-laki dan perempuan sama-sama adalah pewaris keselamatan. "Sebab kamu semua adalah anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus." (Galatia 3:26) "Dalam hal ini ... tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu dalam Kristus Yesus." (Galatia 3:28)

Destinasi Tuhan untuk Setiap Orang Percaya

Untuk tujuan apakah kita (laki-laki dan prempuan) diciptakan? Rasul Paulus menyatakan, "Karena di dalam Dialah telah diciptakan segalasesuatu, yang ada di Surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan ... segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia." (Kolose 1:16) Kita perlu pahami, bahwa tujuan hidup kita sesuai dengan tujuan yang jauh lebih besar dan menyangkut kekekalan yang Allah rancangkan. Rick Warren menegaskan hal ini dalam bukunya The Purpose Driven Life bahwa kita diciptakan bukan secara kebetulan. Orang tua kita mungkin tidak merencanakan kita, tetapi Allah merencanakannya. Dia memilih ras kita, warna kulit dan rambut kita, dan setiap karakteristik lainnya.

Kita dibentuk dan diciptakan untuk:

  1. Melayani Allah
  2. Melaksanakan sebuah misi

Untuk mencapai tujuan Allah ini, maka kita harus melalui proses dari titik nol dan kemudian naik secara berjenjang melalui latihan-latihan yang diberikan oleh Roh Kudus yang menempa kita terus menerus sampai kita tiba di tingkatan yang tinggi sesuai dengan rancangan Allah bagi kita. Untuk tujuan ini, maka Tuhan melengkapi diri kita dengan:

  1. Karunia-karunia Secara Alami

    Ini adalah talenta bawaan yang ada dalam DNA kita. Mazmur 139 mengkisahkan kepada kita tentang penciptaan kita yang indah dan ajaib. Tuhan terlibat secara pribadi di dalamnya. Kita adalah buatan tangan-Nya secara personal, bukan buatan pabrik atau kodian. Karena itu tidak ada 2 orang yang persis sama, sidik jarinya, retina, suara, DNA. Karunia alamiah itu antara lain, musik, menyanyi, melukis, matematik, linguistik, mengajar, bijaksana.

  2. Karunia-karunia Roh

    Saat kita bertobat, lahir baru, dan menyerahkan diri sepenuh kepada Tuhan, maka kita mengikuti panggilan-Nya. Kita mulai melangkah melampaui karunia-karunia alami kita. Tuhan melepaskan kepada kita karunia-karunia Roh untuk saat-saat yang khusus, persoalan-persoalan khusus, keadaan yang khusus maupun menghadapi pribadi-pribadi khusus. Karunia-karunia Roh itu adalah hikmat, pengetahuan, iman, kesembuhan, mujizat, nubuat, membedakan roh, bahasa lidah, menerjemahkan bahasa lidah. Karunia alami kita dapat dipakai dan ditingkatkan oleh Roh Kudus menjadi karunia Roh yang spesifik, untuk pelayanan yang khusus.

  3. Karunia Pelayanan Tubuh

    Kristus Karunia ini berhubungan dengan fungsi dalam tubuh Kristus dan sesuai dengan kehendak-Nya. Karunia Roh dan karunia pelayanan tidak dapat kita pilih. Karunia ini adalah kerasulan, kenabian, penginjil, penggembalaan, pengajar, menolong orang, memberi pimpinan, belas kasihan, administrasi, berkhotbah, melayani. Kadang-kadang karunia ini saling tumpang tindih, diberikan sesuai dengan kebutuhan pembangunan Tubuh Kristus dan melaksanakan pekerjaan Tuhan Yesus di muka bumi ini.

Destinasi ini diperuntukkan bagi laki-laki dan perempuan yang merupakan ciptaan baru oleh kelahiran baru, yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Sejak kita berjalan dengan Tuhan hidup ini sangat indah dan ajaib, karena setiap hari kita mengalami hal-hal yang indah yang membawa kita kepada rancangan tujuan yang ditentukan Tuhan bagi kita. Kita dibawa ke dalam destinasi melakukan misi dan mandat Allah untuk kita laksanakan. Kelengkapan-kelengkapannya Tuhan jamin bagi laki-laki dan perempuan itu dalam nubuatan nabi Yoel 2:28-29." Aku akan mencurahkan Roh-Ku kepada semua manusia, tua, muda, teruna, hamba, laki-laki dan perempuan"

Rintangan-rintangan musuh yang membuat kita tidak maju untuk masuk destinasi Tuhan bagi kita:

  1. Kehidupan rohani yang dangkal dan tidak ada hubungan erat dengan Tuhan

  2. Tidak ada kehidupan doa dan pendalaman Firman

  3. Menolak panggilan Tuhan untuk tugas/penempatan tertentu

  4. Pasangan/pernikahan yang tidak sepadan

  5. Masa lampau kehancuran diri/trauma yang belum dipulihkan

  6. Gambar diri yang rusak

  7. Karakter yang belum dibentuk Tuhan

  8. Tidak ingin maju melalui belajar

  9. Tidak memunyai naungan otoritas/freelance/tidak ada penundukan diri

  10. Budaya setempat

  11. Pemahaman dan tafsir yang "salah" dan "bias" terhadap ayat-ayat

  12. Firman Tuhan. Pemahaman salah itu dari diri kita sendiri atau gereja di mana kita beribadah

  13. Kurang atau belum memahami potensi-potensi dan karunia-karunia seluruhnya yang ada di dalam diri kita

  14. Kurang atau tidak percaya diri/tidak memeluk visi Allah baginya

  15. Adanya pemimpin-pemimpin gereja yang sadar akan kesetaraan, namun memunyai penolakan pribadi terhadap perempuan pelayan Tuhan yang tertentu

  16. Tidak diberi kesempatan pelayanan, dianggap sebagai "saingan". Menimbulkan kepahitan atau pemadaman gairah melayani

  17. Mudah berselisih

  18. Tidak dapat mengatasi kritik-kritik dan konflik

  19. Memilik roh bersaing dengan kaum laki-laki (suami, gembala dsb)

  20. Hidup tidak teratur (dis-organized), tidak dapat menentukan prioritas

  21. Jebakan sukses. Adanya roh kesombongan (bukankah itu Babil yang besar itu, yang dengan kekuasaan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?)

Dengan mengenali rintangan-rintangan dan jebakan-jebakan musuh, yaitu iblis, maka kita dapat waspada dan meningkatkan pertahanan kita. Dengan kehidupan doa yang kuat, kita dapat mengenal hati Tuhan, rencana-rencana-Nya dan mendengar suara-Nya. Di dalam doa, kita dapat mengenal wilayah-wilayah/territory kekuatan yang di udara, pernyataan-pernyataan Tuhan akan apa yang akan Ia perbuat dan menjadikan kita orang-orang penunggu bangsa/gereja/masyarakat/keluarga kita. Melalui doa, Roh Kudus memimpin kita ke wilayah-wilayah rohani yang belum pernah kita jalani sebelumnya dan memberi kita kekuatan dan kuasa untuk merebut daerah-daerah, wilayah-wilayah, suku-suku bangsa yang Tuhan rencanakan untuk kita lakukan.

Tuhan akan memimpin kita ke tingkatan yang lebih inggi dalam pelayanan kita, kadang-kadang melalui badai dan rintangan besar yang kita lalui. Setalah sampai di destinasi kita, pada hari yang mulia itu, kita akan memandang Wajah-Nya dan mendengar sapaan-Nya: Sabaslah hamba-Ku yang baik...! Selamat berjuang!

Diambil dari:

Judul majalah : Penyuluh, No. 40, Tahun XVI/2007
Judul artikel : Perempuan dalam Pelayanan
Penulis : Pdt. dr. O. E. Mesach
Penerbit : Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia, Jakarta
Halaman : 27 -- 28