Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Peranan Roh Kudus dalam Pengabdian

Peranan Roh Kudus dalam Pengabdian


Berhasil atau tidaknya pengabdian kita, terletak kepada penyerahan kita kepada kehendak Allah, sebab kita tidak tahu apa yang seharusnya kita lakukan jika Roh Allah tidak menyatakannya kepada kita. Syukur kepada Allah, meskipun "tidak ada orang yang tahu apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah" (1 Korintus 2:11), namun Roh Allah berkenan tinggal di dalam hati kita sehingga kita tahu kehendak Allah.

Seorang abdi, walaupun telah menyerahkan segala-galanya bagi tuannya, tidak dapat berbuat apapun kalau ia tidak tahu kehendak tuannya. Demikian pula orang-orang Kristen tidak dapat melakukan pengabdian dengan tepat jika mereka tidak tahu kehendak Allah.

Roh Kudus datang untuk menjalankan tugas ini. Ia datang untuk menyatakan kehendak Tuhan kepada kita. Seperti kata nas Alkitab: "Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah." (1 Korintus 2:10)

Roh Kudus tinggal di dalam kita untuk menyatakan kehendak Allah yang terdapat dalam firman-Nya yang tertulis, Alkitab. Rahasia kehendak Allah dalam Alkitab, hanya Roh Kudus yang tahu persis. Itulah sebabnya "nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus, orang-orang berbicara atas nama Allah" (2 Petrus 1:20-21). Tanpa pimpinan Tuhan, pengabdian kita tanpa arah yang tepat sebab bukan "jadilah kehendak-Mu", melainkan "kehendak-Mu yang kami rasa cocok buat kami", atau "kami mengerjakan ini dan itu sebab mungkin hal tersebut adalah kehendak-Mu". Tanpa campur tangan Roh Kudus, mustahil kita tahu kehendak Allah bagi hidup kita.

Pengabdian yang benar hanyalah pengabdian yang dipimpin oleh Roh Kudus, sebab hanya "Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran, sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya ... Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya daripada-Ku." (Yohanes 16:13-14)

Tugas Roh Kudus di dunia ini adalah mendampingi abdi-abdi Tuhan. Pada waktu abdi-abdi-Nya mengalami kelemahan, nistaan, dan hinaan, dengan setia Ia mendampingi dan menghibur mereka.

Ia juga bertindak sebagai penginsaf dosa, baik menginsafkan dosa dunia maupun dosa abdi-abdi-Nya. Dengan setia, Ia memerhatikan dan menyatakan kesalahan, kelalaian, dan dosa-dosa kita, abdi-abdi-Nya.

Ia juga bertugas mengingatkan kita tentang ajaran dan perintah Tuhan Yesus, seperti yang disabdakan-Nya sendiri: "Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya daripada-Ku" (Yohanes 16:14) dan "Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu" (Yohanes 14:26).

Roh Kudus juga berperanan penting dalam menguatkan abdi-abdi Allah di dunia ini. Tuhan Yesus tahu betapa beratnya mengabdi kepada Allah di dalam dunia ini, dunia yang penuh dengan segala keinginan duniawi. Dia tahu dan pernah merasakan betapa susahnya menjalankan perintah-perintah Allah Bapa di bumi ini. Itulah sebabnya Tuhan Yesus tidak membiarkan abdi-abdi-Nya berjuang sendiri dalam pengabdian mereka. Ia berjanji: "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran ... Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu" (Yohanes 14:16, 18). Dan "ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:20).

Roh Kudus memunyai peranan terbesar dalam pengabdian Kristen. Tanpa Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa, sebab walaupun hati berkehendak, tetapi tubuh lemah. Kita akan jatuh jika kita mengandalkan kekuatan diri sendiri. Hanya Dialah satu-satunya yang dapat dan mampu membuat kita tetap berdiri dan tetap setia mengabdi sampai akhir hayat ini. Biarlah hanya Dia saja yang akan dipermuliakan dalam pengabdian kita. Ya, hanya "Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa. Juru Selamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin." (Yudas 1:24-25)

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Pengabdian Kristen
Penulis : Sridadi Atiyanto
Penerbit : Lembaga Literatur Baptis, Bandung 1986
Halaman : 11 -- 13

e-JEMMi 25/2009