Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereAfrika

Afrika


Gerakan doa syafaat dari "Gerakan Ethnê ke Ethnê" buat suku-suku terabaikan di Afrika Barat dan Tengah, pada bulan Februari 08. Info: ethne@ethne.net - www.ethne.net.

Guinea Bissau
Guinea Bissau (1,6 juta), Ibukota Bissau (0,4 juta), agama Islam 48%, Animis 42%, Katolik 7%, Kristen 2,5%. Sekolah Alkitab di Ntchumbe sudah memulai dengan satu program dua tahun pelajaran jarak jauh khusus buat majelis yang tidak bisa mengikuti program empat tahun. Bapak Pdt. Titus Dima, WEC, mengajar pagi dan sore setiap hari Senin hingga Jumat dan Saptu/Minggu pelayanan pemuda serta pelayanan jemaat. Bapak Isak Hattu, AME Brazil, membantu di Youth Center selama dua bulan. Awal bulan Februari datang satu team medis dan pelatih guru sekolah minggu dari Brazil di Ingore, mereka akan kembali bersama Bapak Isak Hattu ke Brazil. Ibu Ritha M., WEC, mengajar di Sekolah Alkitab, di situ dipakai bahasa Portuges, karena itu persiapan makan banyak waktu, karena dalam pelayanan biasanya dipakai bahasa Kreol. Di desa perintisan ada beberapa orang yang sedang disiapkan untuk akan dibaptis. Film Yesus sudah diputar dalam bahasa setempat. Tiga kali seminggu kunjungan ke desa orang fokus tidak sia-sia, karena sudah ada beberapa anak muda yang berkata, "Sekarang saya tahu bahwa Yesus mati untuk dosa saya". Ibu Salomi T., WEC, melayani di daerah Cacine, khusus di antara suku-suku terabaikan di daerah itu, yaitu Nalu & Susu. Selama Natal dan Tahun ia bisa mengurus paspor baru di Senegal dan sekaligus libur. Pemuda Jonatan, guru Sekolah Minggu, tetap aktif mengajar F.T. di antara anak-anak. Sejak dua tahun dia melatih dua orang remaja lain untuk ganti dia di Cacine, ia rencana merintis pelayanan SM di desa lain.

The Gambia
The Gambia (1,5 juta), Ibukota Banjul (0,2 juta), Agama: Islam 89%, Animis 6,3%, Katolik 2,6%, Kristen 1%. Suku-suku terutama: Mandinka, Wolof, Fula, Balanta, dan Jola, yang beragama Islam. Di kota Brikama, enam wanita dari empat suku mempelajari Firman TUHAN secara bersama. Berdoalah agar mereka bertumbuh dalam iman. Penerjemahan PL ke dalam bahasa Mandinka sudah hampir selesai, tetapi sekarang ini ada banyak halangan dalam mengerjakan bagian terakhir. Doakanlah!

Guinea
Guinea (9,2 juta), Ibukota Conakery, hampir semua penduduk beragama Islam. Suku Jahanke (26,000) 100% beragama Islam, hanya dua atau tiga orang yang sudah menjadi Kristen.

Djibouti
Djibouti (0,8 juta), agama utama Islam. Negara di Afrika Timur. Suku-suku utama Afar (36%) dan Somali (45%). Ada beberapa kelompok orang Afar dan Somali yang mempelajari Firman TUHAN bersama. Di klinik Kristen makin banyak orang yang menderita AIDS datang, mereka memerlukan perhatian khusus, karena itu jumlah pasien hampir tidak bisa ditangani. Perlu tambahan tenaga.

Ethiopia
Ethiopia (74,3 juta), Ibukota Addis Adeba (3 juta), agama: Ortodoks 57%, Islam 31%, Kristen 20%, Animis 3%. Puji Tuhan atas pertumbuhan gereja di Ethiopia, tahun 1960 jumlah orang Kristen hanya 200 000, pada tahun 2000 sudah menjadi 12 juta. Proyek Sheba dari Rekaman Injil Ethiopia sudah bisa merekam cerita Injil ke dalam 20 bahasa, untuk tahun 2008 mereka mau lebih banyak lagi.

Eritrea
Eritrea (4,5 juta), agama: Islam 51%, Ortodoks 40%, Katolik 4,6%, Kristen 1,5% (Injili 20 000 orang), Animis. Negara ini sudah menjadi negara yang termasuk paling keras menyiksa orang Kristen. Karena belum ada perobahan, jangan berhenti berseru, agar 2000+ tahanan Kristen dikuatkan.

Afrika Selatan
Afrika Selatan (47 juta), Pretoria (2 juta), Cape Town (2,9 juta). Bible League memulai pelayanan di antara suku-suku Xhosa, Sotho, Tsonga. Gereja-gereja di Pretoria menyelenggarakan Mission Fest Pretoria (Pesta Misi) pada tanggal 14-16 Feb. 2008. Pray40! Africa: Dari jam 19:00 tanggal 15.2. s/d jam 11:00 tanggal 17.2. 40 jam non-stop didoakan suku-suku terabaikan sedunia. Younger Leaders Gathering (pemimpin muda) di Johannesburg untuk membahas ugensi perintisan di antara suku-suku terabaikan. Bapak & Ibu Pdt. N. Rajagukguk (WEC Indonesia) sudah melatih selama empat tahun mahasiswa dan menyiapkan mereka untuk pelayanan di antara orang fokus. Sekarang ini Pak Nim memusatkan diri dalam mengajar di sekolah teologia lagi, di samping ini Pak Nim juga studi part time di uni dan memberitakan Injil di situ. Di Afrika lebih gampang bicara dengan orang fokus daripada di Indonesia. Mereka juga memimpin satu kelompok orang China yang sudah bertobat.