Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereEropa

Eropa


Di Eropa Barat ada 200 suku-suku terabaikan, 131 di antara mereka beragama Mayoritas. Suku-suku ini bukan suku asli, tetapi pendatang dari negara-negara lain, jumlah puluhan juta. Doakanlah!

Jerman

Jerman (82,5 juta), Ibukota Berlin (3,4 juta), agama: Kristen 33%, Katolik 33%, tanpa agama 28%, agama Islam 3,5 juta, yang berasal dari berbagai negara, paling banyak dari Turki. Pada musim panas cukup banyak orang Arab dan orang asing lain berkunjung di Munich, kesempatan yang baik untuk memberikan mereka literatur, kaset, dan DVD Kristen. Doakan pelayanan khusus ini. Kel. Jakob Octavianus (YPPII/WEC) memberitakan Injil di antara orang imigran di Asia Tengah. Kel. Pdt. S. Obadja melayani di Gereja Misi Indonesia (GMI) di Frankfurt. Ada perintisan pekabaran Injil.

KM LOGOS HOPE

KM LOGOS HOPE di pelabuhan Landskrona, Swedia, kapal ini akan masuk selama dua minggu ke dry dock. Satu generator baru akan dipasang, untuk pemasangan ini dinding kapal harus di buka. Akhir bulan Juni Logos Hope layar ke Koege, pelabuhan kecil dekat Kopenhagen, Denmark, untuk mengurus semua yang diperlukan untuk mendapat sertifikat berlayar dari instansi wajib. Diharapkan kapal ini bisa berlayar ke Edinburgh, Skotlandia, bulan September tahun ini.

Belanda

Belanda (16 juta), Ibukota Amsterdam, Den Haag, agama: Katolik 33%, Kristen 22%, Islam 5,5%, tidak ada agama 38%. Di dalam negara ini banyak orang yang masih merupakan anggota gereja, namun sudah tidak percaya kepada Allah lagi. Mungkin ada 4% dari penduduk yang percaya dan aktif dalam mengikuti Yesus Kristus. Di masyarakat, secara umum tidak peduli lagi tentang agama. Agama Islam berkembang pesat, mereka biasanya orang yang asal dari Turki, Afrika Utara, Bosnia, dan Indonesia.

Spanyol

Spanyol (41 juta), Ibukota Madrid (3 juta), agama: Katolik 67%, Kristen 0,1%, Islam 1,2%, tanpa agama 30%. Suku Basque merupakan salah satu suku bangsa dalam negara ini, mereka semua Katolik, belum ada jemaat Kristen di antara mereka. Doakan tim yang mau mendirikan satu jemaat di antara suku ini. Di Spanyol banyak masyarakat yang tidak peduli lagi terhadap agama.

Moldavia

Moldavia (4,2 juta,), Ibukota Chisinau (0,6 juta), agama: Ortodoks 70,4%, Katolik 5,8%, Kristen 3,2%. Bapak Butje L. bersama isterinya, Liuba (OM Indonesia) terlibat sebagai tata usaha dan dalam berbagai pelayanan bersama tim OM setempat. Liuba adalah orang Moldavia, ia sedang belajar bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Di rumah mereka memakai bahasa Moldavia.

Bosnia Herzegovina

Bosnia Herzegovina (3,8 juta), Ibukota Sarajevo (0,4 juta), agama: Islam 44%, Ortodoks 31%, Katolik 17%, Kristen hanya 1000 orang. Polisi sudah menangkap empat orang aliran Wahhabi dari Saudi Arabia, mereka sudah menyiapkan berbagai senjata serba modern untuk terorisme.

Rusia

Rusia (142 juta), Ibukota Moskow (10,4 juta), agama: Ortodoks 41%, Katolik 1%, Kristen 0,7%, Islam 15%, Budha 0,7%, Animis 1%, tanpa agama 31%. Ekonomi makin membaik, tetapi hanya sebagian kecil penduduk bisa menikmati kemajuan. Selain bahasa Rusia ada 200 bahasa lain yang dipakai oleh suku-suku bangsa yang tinggal di Rusia. Satu badan PI di Kirghizstan mencetak surat selebaran dalam bahasa-bahasa Uzbeki, Kazakhi, Tajiki, dan Kirghiz, dikirim ke Rusia ke jemaat-jemaat Kristen, agar mereka membagikan bahan ini kepada orang yang berasal dari Asia Tengah, tetapi bekerja di Russia. Mereka berdoa melalui media ini bagi orang perantauan sehingga mereka bertemu dengan Kristus.

Di daratan antara Lautan Hitam dan Lautan Kaspian hidup 40 suku bangsa yang tinggal di pegunungan Kaukasus. Masing-masing suku memunyai bahasa dan kebudayaan sendiri, semua beragama Islam dengan aliran Sufi. Berdoalah bahwa Firman TUHAN dapat diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa mereka. Orang Kristen dari luar memerlukan izin tinggal di daerah ini, agar mereka bisa mendirikan panji Kristus di antara mereka. Perlu perintisan jemaat baru.

Di kota Grosny di Chechnya sudah dimulai dibangun kembali gedung yang rusak, yang di akibatkan oleh perang saudara. Ada beberapa kelompok kecil yang berkumpul untuk berbakti.

Di republik El Mari diselenggarakan satu kursus Alkitab tertulis jarak jauh, tidak hanya orang Mari mengambil bagian dalam kursus tetapi juga dari Tatarstan, Tschuwaschia, Udmurtia, dan Komi. Baru-baru ini seorang peserta yang berumur 86 tahun menyelesaikan kursus ini