Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.20 Vol.05/2002 / Pandita Ramabai Mukti Mission

Pandita Ramabai Mukti Mission


Berikut ini adalah sekilas cerita tentang Pandita Ramabai -- seorang wanita yang menjadi pendiri Pandita Ramabai Mukti Mission di India.

Pandita Ramabai mulai mempelajari bahwa Yesus adalah jawaban yang dibutuhkan oleh para wanita India. Tahun 1882, Ramabai mendirikan Arya Mahila Samaj yang memberikan pendidikan bagi kaum wanita di India. Keberadaan organisasi tersebut menuntun Ramabai untuk mendirikan Sharada Sadan pada tahun 1889 -- sebuah sekolah yang akhirnya berkembang menjadi sebuah organisasi besar. Saat ini organisasi tersebut dikenal dengan nama Pandita Ramabai Mukti Mission. Pandita Ramabai menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Marathi dengan menggunakan Alkitab bahasa Yunani dan Ibrani sebagai acuannya.

Tahun 1896, saat terjadi bencana kelaparan yang hebat di India, Ramabai mengunjungi desa-desa di wilayah Maharashtra dengan mengendarai kereta yang ditarik sapi. Wanita ini menyelamatkan ribuan anak dari kasta yang terabaikan, para janda, yatim piatu, dan para wanita miskin. Ramabai membawa mereka ke tempat penampungan Mukti dan Sharada Sadan. Segera sesudah peristiwa itu, Ramabai mendirikan Pandita Ramabai Mukti Mission -- sebuah tempat dimana sampai saat ini masih melayani dengan baik para wanita yang membutuhkan dan berasal dari kasta rendah. Masih dengan misi yang sama, pada tahun 1904, Pandita Ramabai bekerjasama dengan beberapa wanita mulai mendoakan secara teratur daftar orang-orang yang rindu memiliki pengalaman bersama Yesus. Roh Kudus pun tercurah sehingga banyak orang yang didoakan bersedia mengakui dosa mereka dan bertobat.

Pelayanan yang dilakukan oleh Pandita Ramabai Mukti Mission terus berlanjut sampai saat ini sebagai penghormatan atas keberanian dan kegigihannya. Organisasi Pandita Ramabai Mukti Mission saat ini bergerak dalam hal pelayanan bagi anak-anak cacat, pendidikan sekolah, pelayanan kesehatan, rumah bagi mereka yang terabaikan, dan juga gereja. Naikkan syukur kepada Tuhan atas pelayanan dan pekerjaan yang dilakukan oleh Pandita Ramabai yang meninggal dunia di tahun 1922. Berdoa juga agar banyak wanita di India yang mengikuti jejak pelayanannya di abad ke-21 ini.

Sumber: Global Prayer Digest, May 3, 2002

e-JEMMi 20/2002