Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.04 Vol.12/2009 / Orang Yahudi Amerika Utara dan Selatan

Orang Yahudi Amerika Utara dan Selatan


Orang Yahudi mewakili agama monoteis tertua era modern. Karena keunikan - keunikan sejarah dan budaya mereka, orang Yahudi memiliki identitas yang kuat. Penganiayaan dan diskriminasi terhadap mereka mengakibatkan orang Yahudi bermigrasi dan menetap di seluruh penjuru dunia.

Meskipun mereka menganut budaya dan agama yang sama, orang Yahudi di Amerika Utara dan Amerika Selatan memiliki gaya hidup yang berbeda. Komunitas Yahudi di Amerika Selatan mulai terbentuk dari Konversos (orang-orang Yahudi yang dipaksa mengikuti ajaran Katolik) yang menemani para penjelajah Spanyol dan Portugis. Akan tetapi, sebagian besar imigran Yahudi di Amerika datang dari Eropa Tengah, Eropa Timur, serta Timur Tengah pada akhir tahun 1800-an. Meskipun sebagian besar berbahasa Inggris atau Spanyol, dialek khas orang Yahudi yang lain masih tetap digunakan. Yiddish, dialek Jerman dengan unsur Ibrani, menjadi bahasa pergaulan keturunan orang Eropa, sementara Ladino, campuran bahasa Spanyol dan bahasa Ibrani, sering digunakan oleh para keturunan Spanyol. Bahasa Ibrani adalah bahasa yang digunakan dalam doa bagi kebanyakan orang-orang Yahudi Ortodoks.

Seperti Apakah Kehidupan Mereka?

Di Amerika Utara, sebagian besar orang Yahudi tinggal di daerah kota di pesisir timur atau barat. New York mengayomi populasi orang Yahudi terbanyak di Amerika Utara, dengan lebih dari setengah juta orang Yahudi Hassidic saja. Di Amerika Selatan, mereka juga tinggal di kota, namun tetap memelihara status mereka sebagai etnik minoritas dengan agama yang berbeda.

Sementara mempertahankan identitas Yahudinya, mayoritas orang Yahudi Amerika Utara menyesuaikan diri dengan budaya Amerika. "Keyahudian" sering ditunjukkan terutama dalam situasi-situasi sekuler, seperti penggunaan bahasa Yiddish dan tradisi keluarga, ketimbang di bidang keagamaan, seperti mengikuti hukum orang Yahudi perihal pembatasan menu makan.

Tidak semua orang Yahudi religius. Beberapa orang menganggap keyahudian mereka hanya sebagai identitas sosial dan budaya. Sejak kecil, mereka sudah tahu apa artinya menjadi orang Yahudi. Pemahaman itu didapat di rumah melalui penyampaian cerita dan dengan terlibat dalam ritual-ritual dan upacara-upacara Yahudi, seperti Rosh Hashanah (Tahun Baru), Yom Kippur (Hari Pengampunan Dosa), dan Paskah. Proses sosialisasi juga terjadi melalui keterlibatan dalam sekolah Ibrani atau sinagoge pemuda.

Pada usia 13 tahun, upacara Bar Mitzvah untuk anak laki-laki (atau Bar Mitzvah untuk anak perempuan) merupakan tata cara upacara penting, yang menandai masuknya anak itu menjadi anggota dewasa dalam masyarakat. Walaupun pada masa lampau upacara tersebut lebih spiritual sifatnya, upacara tersebut kini menjadi sama pentingnya dengan kegiatan sosial.

Perkawinan dan hubungan keluarga di antara orang Yahudi hampir sama dengan orang Amerika. Meski orang Yahudi memiliki sedikit anak, mereka sangat memerhatikan anak, baik hati, dan memberi banyak kebebasan. Walaupun para istri biasanya menggunakan nama keluarga suami mereka, identitas orang Yahudi diurutkan dari pihak ibu. Artinya, jika seorang anak memiliki ibu seorang Yahudi, maka menurut hukum Yahudi, dia adalah orang Yahudi. Dia memiliki segala hak dan hak istimewa yang dibawa statusnya, termasuk hak untuk bermigrasi ke Israel dan menetap menjadi penduduk di sana.

Orang Yahudi Amerika Utara dan Selatan sebagian besar berdagang dan bekerja dalam bidang profesi. Mereka sangat baik dalam usaha kecil dan menengah, industri komunikasi dan hiburan, obat-obatan, hukum, dan akuntansi. Di Amerika Selatan, para eksekutif Yahudi betul-betul berhasil. Meskipun demikian, semakin berhasil para eksekutif Yahudi di Amerika Selatan, semakin besar pula kecenderungan mereka untuk berasimilasi dalam masyarakat Eropa Kristen.

Apa Kepercayaan Mereka?

Bagi orang Yahudi yang religius, Tuhan adalah Yang Mahatinggi, Pencipta alam semesta, dan Hakim tertinggi bagi manusia. Selain itu, keyakinan beragama masyarakat Yahudi sangat beragam. Orang Yahudi Ortodoks pada umumnya mengikuti kepercayaan agama tradisional dan praktik-praktik yang ditemukan dalam kesusastraan Yahudi, yang menafsirkan Injil mengenai masalah etika, agama, pemerintahan, dan kejahatan. Orang Yahudi konservatif kurang tradisional dibandingkan dengan Ortodoks, dan mereka menggabungkan etika, filosofi, dan gagasan tentang sekolah rohani yang berbeda. Kaum Yahudi Reform adalah yang paling liberal dan menafsirkan kepercayaan dan ritual Yahudi dalam terang hidup dan pikiran kontemporer. Mereka tidak yakin kalau Hukum Yahudi dinyatakan secara ilahi. Mereka tidak dibatasi oleh makanan halal (disetujui secara tradisi). Mereka juga tidak harus memakai peci (yarmulke) ketika berdoa atau menggunakan bahasa Ibrani dalam doanya. Semua orang Yahudi yang religius percaya akan datangnya Era Mesianik (Messianic Age), tapi hanya Yahudi Ortodoks yang mencari pribadi Mesias.

Apa yang Menjadi Kebutuhan Mereka?

Orang Yahudi memiliki pemahaman yang luar biasa tentang keterkaitan mereka dengan perjanjian Abraham. Namun demikian, mereka juga memiliki sejarah menolak Yesus Kristus sebagai Mesias, Pribadi yang menggenapi perjanjian tersebut. Berdoalah supaya ketika Injil diberitakan, hal itu tidak akan dianggap sebagai antisemitik, tapi lebih kepada penggenapan janji Allah atas manusia melalui Abraham berabad-abad yang lalu.

Pokok Doa:

  1. Mintalah Tuhan yang Empunya tuaian untuk mengirimkan orang-orang Kristen yang penuh kasih untuk bekerja di tengah-tengah masyarakat Yahudi.
  2. Mintalah agar Roh Kudus memberikan hikmat dan pertolongan kepada misi yang sasarannya adalah orang Yahudi Amerika Utara dan Selatan.
  3. Berdoalah supaya saat orang Yahudi menonton film tentang Yesus, mereka bisa memahami bahwa Yesus itulah Mesias yang sudah lama dinantikan.
  4. Mintalah kepada Tuhan untuk melembutkan hati orang Yahudi terhadap orang Kristen sehingga mereka bisa mendengar dan menerima berita keselamatan.
  5. Berdoalah agar Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya kepada orang Yahudi melalui mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan.
  6. Berdoalah agar Tuhan memberi pertolongan kepada orang-orang Kristen Yahudi saat mereka menyaksikan iman mereka kepada bangsanya.
  7. Doakan agar Roh Kuduslah yang mengambil alih kekuasaan pemimpin-pemimpin rohani dan penguasa yang mengikat orang Yahudi.
  8. Berdoalah agar gereja-gereja lokal dibangkitkan untuk menarik masyarakat Yahudi. (t/Setyo)

Bahan diterjemahkan dari sumber:

Nama situs : Joshua Project
Judul asli artikel : Jew of El Salvador
Penulis : Tidak dicantumkan
Alamat URL : http://www.joshuaproject.net/