Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.43 Vol.09/2006 / Orang Herero dan Mbalantu Di Namibia

Orang Herero dan Mbalantu Di Namibia


Suku Herero (dengan populasi kira-kira 100.000) mendiami bagian tengah dan Timur Namibia, Afrika -- sebuah negara dengan mata pencaharian utama dari peternakan, terkenal dengan para wanitanya yang senang menggunakan hiasan kepala dengan bentuk tanduk sapi (mungkin seperti yang digunakan orang Minangkabau - red) dan gaun panjang bergaya Victoria yang diperkenalkan oleh seorang misionaris Jerman pada tahun 1800-an -- suku ini juga kuat memelihara tradisi. Saat ini mereka menggabungkan dogma Kristen dengan penyembahan kepada roh leluhur dan upacara mistis.

Sejarah

Suku Herero sudah berada di Namibia selama lebih dari 350 tahun. Pendirian bangsa Herero bersumber dari cerita tentang dua bersaudara yang berpisah di sebuah pohon penunjuk setelah meninggalkan "sebuah negara yang memiliki banyak gunung". Pada tahun 1800-an mereka bermigrasi ke Selatan, meninggalkan suku Himba dan Tjimba di belakangnya. Mereka menjadi salah satu bangsa yang ditakuti dan suka berperang. Nama mereka berasal dari Okuhera yang berarti `melempar sebuah "assengai" (senjata khas Afrika)`. Namun demikian, sejarah mencatat betapa budaya mereka telah ditindas dan tanah mereka dirampas. Ditambah dengan fakta bahwa jumlah mereka menurun sangat drastis pada awal 1900-an oleh kekejaman bala tentara Jerman yang membantai mereka. Perang ini memaksa mereka lari masuk ke bagian paling tidak ramah dari gurun pasir Kalahari, Namibia juga di negara Botswana di mana kebanyakan dari mereka tinggal sampai sekarang.

Kehidupan Keseharian

Sampai saat ini, beternak tetap merupakan mata pencaharian utama orang Herero -- pagar-pagar kandang kayu untuk ternak mereka masih tetap menjadi pusat kegiatan di tiap desa mereka. Para penutur bahasa Bantu ini hidup dari peternakan produsen daging dan susu. Harga diri dan status mereka diukur dari ukuran peternakan mereka. Sumber utama makanan mereka adalah omaere atau yoghurt. Setiap sore mereka memasukkan susu segar ke dalam sebuah wadah untuk disimpan. Kepala keluarga harus mencicipi rasa omaere pada keesokan paginya sebelum para wanita dan anak-anak dapat meminumnya. Hal yang unik dari kebudayaan wilayah Selatan Afrika ini adalah setiap identitas orang Herero dijabarkan secara terperinci melalui sistem kepercayaan dan kepemilikan baik dari garis keturunan ayah maupun ibu. Garis keturunan ayah akan menentukan tempat tinggal, agama, dan kekuasaan. Garis keturunan ibu menentukan status ekonomi dan warisan.

Puisi, musik, cerita dan tarian tradisional tetap menjadi bagian yang penting dari budaya lisan mereka. Temanya sering kali diambil dari cerita kejayaan di masa yang lalu, ucapan syukur bagi desa, peternakan, atau nasihat-nasihat.

Orang Herero terkenal dengan para wanitanya yang berpakaian gaya Victoria dan hiasan kepala yang unik. Gaun panjang istimewa mereka terdiri dari banyak bagian lapisan kain tenunan tebal. Tutup kepala mereka berupa kain tenun yang digulung sehingga datar, tutup kepala dengan bentuk tanduk sapi melambangkan pentingnya peternakan. Festival tahunan Maherero adalah ajang bagi para wanita untuk memamerkan pakaian indah mereka. Kerajinan tangan mereka meliputi produk dari kulit, keranjang anyaman, dan boneka warna-warni yang berpakaian gaya Victoria.

Kepercayaan

Orang Herero menunjukkan banyak pengaruh dari misionaris zaman dulu. Pada tahun 1800-an misionaris Jerman berhasil memperkenalkan pakaian bergaya Victoria setelah terkejut dengan orang Herero yang setengah telanjang. Saat ini mereka mengombinasikan dogma Kristen dengan penyembahan roh nenek moyang dan upacara mistis. Penyembahan kepada roh nenek moyang, seperti berkonsultasi dengan roh leluhur saat menghadapi masalah, lebih kuat daripada kekristenan. Kadang-kadang ada tempat khusus ditandai dengan batu, yang menuntut Anda untuk memberikan salam kepada roh yang mendiaminya sebelum lewat. Pada sore hari di sepanjang wilayah Okuruo, lewat api suci yang tidak pernah padam, kepala keluarga menghubungi roh leluhur lewat percakapan yang disampaikan keras-keras untuk mendapat nasihat, pertolongan atau untuk mengakui kesalahan atau kejahatan.

Orang Herero percaya pada penguasa tertinggi yang disebut Omukuru, `yang mahabesar`. Dialah allah surgawi yang mereka tunjuk sebagai pencipta mahkluk hidup dan yang memberkati kehidupan. Ia hanya memberikan kebaikan tanpa tuntutan atau kekuatan secara moral. Ia dielu-elukan dan disyukuri tanpa rasa takut. Mereka berdoa kepadanya hanya ketika ada sesuatu yang berjalan tidak baik.

Ringkasan

Penginjilan bagi orang Herero diperlukan guna menyampaikan dengan jelas isi Injil yang sesungguhnya ke dalam bahasa hati mereka. Banyaknya ajaran dan dogma kekristenan yang digabungkan dengan tradisi dan upacara kuno memberikan sebuah tantangan bagi para hamba Tuhan. Mereka membutuhkan Allah, Sang Penuai untuk mengirimkan para pekerja. Tidak ada gereja injili di antara mereka sedangkan pengaruh penginjilan pun sangat sedikit. Mereka adalah orang-orang yang terabaikan. Apakah Anda mau menolong mereka untuk mengenal Yesus?

Pokok Doa

  1. Doakan agar Allah membangkitkan gereja-gereja dan pribadi-pribadi untuk merangkul orang Herero. Dan terutama, doakan pula para misionaris yang sedang bekerja bagi orang Herero.

  2. Doakan agar para misionaris yang sedang mengunjungi gereja-gereja di Amerika Serikat dan di bagian Selatan Afrika dapat dipakai Allah bagi orang Herero dan "bangsa terlupakan" lainnya.

  3. Berdoalah agar Allah memanggil seseorang atau keluarga misionaris untuk tinggal di antara orang Herero.

  4. Berdoalah bagi orang Herero agar mereka terbebas dari penyembahan roh nenek moyang.

  5. Doakan pula agar orang Herero memiliki keterbukaan pada Injil dan agar mereka dapat didoakan oleh orang-orang percaya dan mendapatkan pengajaran Injil dari mereka.

  6. Doakan agar pemerintah Namibia mengizinkan para misionaris untuk melakukan pelayanan jangka panjang di negara mereka. Berdoalah agar mereka dapat melihat keuntungan-keuntungan bagi negara dan penduduk mereka.

Sumber diambil dan diterjemahkan dari:



Judul asli : Herero of Namibia
Penulis artikel : tidak dicantumkan
Alamat situs : http://www.forgottenpeoples.info/herero/her_o.htm

ORANG MBALANTU

Orang Mbalantu (dengan populasi kira-kira 40.000) yang menetap dibagian Utara -- Tengah Namibia, Afrika -- salah satu dari tujuh sukubangsa Owambo (Ovombo) -- adalah masyarakat peternak dan petani,kebanyakan hidup terisolir. Sayang sekali mereka tidak terisolirdari kecanduan alkohol, HIV/AIDS, dan keputusasaan. Upacara adatpenyembahan kepada roh nenek moyang, ramalan, dan ritual upacaragaib masih dipraktikkan. Kekristenan yang kosong dan dogmatishanyalah sebuah penanda pekerjaan para misionaris zaman dulu. Adabanyak kebingungan dan penolakan kuat terhadap Injil di sini.

Sejarah

Masyarakat Owambo (Ovambo) bermigrasi dari bagian tengah Afrika Timur, menetap di Utara Namibia dan Selatan Anggola pada pertengahan abad ke-16. Suku bangsa Owambo (Ovambo) terdiri dari beberapa suku. Saat ini, beberapa suku masih tetap ada, namun secara umum semuanya dapat dikategorikan menjadi tujuh suku, yaitu Kwanyama, Ndonga, Kwambi, Ngandjera, Mbalanhu (Mbalantu), Kwaluudhi, dan Eunda/Nkolonkadhi. Masyarakat Owambo ini mewakili kira-kira setengah dari jumlah populasi yang ada di Namibia. Mereka berperan aktif dalam politik. Menderita di bawah pemerintahan kolonial dan politik apartheid, pada tahun 1960-an mereka adalah salah satu yang berperan dalam pendirian SWAPO (South West Africa People’s Organization) sebagai kelompok pendukung anti kekerasan. Setelah pergumulan selama satu dekade, pada tahun 1990, Namibia mendapatkan kemerdekaannya dan memilih Sam Nujoma, seorang Owambo sebagai presiden pertama mereka.

Kehidupan Keseharian

Kebanyakan orang Mbalantu tinggal jauh dari jalur transportasi utama di Owamboland. Owamboland sendiri merupakan tanah yang datar, berpasir, dan terbelah dua oleh aliran air. Daerah bagian utara menerima lebih banyak hujan dan menjadi pendukung daerah dengan tanaman subtropis. Gandum, jagung, dan sorgum (sejenis gandum) merupakan bagian terbesar hasil bumi mereka. Mereka menambah hasil dari pertanian dan peternakan dengan memancing, berburu, dan mengumpulkan bahan makanan. Kolam dangkal (oshanas), yang merupakan ciri khas dari wilayah ini, merupakan tempat ideal untuk memancing. Kerajinan tangan tradisional termasuk di antaranya anyaman tembikar, alat tenun kayu, kayu dan tombak besi, pisau belati hias, boneka kesuburan, dan ekipa (kancing dari gading, simbol status seorang wanita atau keluarga kaya). Dengan warung-warung kecil dan pasar penjual bahan makanan yang banyak tersebar, mereka kemudian makin dikenal sebagai pedagang.

Suku Mbalantu memiliki logat (dialek) tersendiri yang tidak tertulis, tetapi sangat berhubungan dengan dialek lain yang sudah ditulis. Garis keturunan diambil dari pihak ibu. Hal ini menentukan warisan dan hak. Seorang pemimpin memegang kepemimpinan suku secara turun-temurun, meski pengambilan keputusan juga berdasarkan pertimbangan dewan atau orang-orang tua. Pentingnya peran komunitas dan tradisi terlihat dari pengaturan rumah-rumah mereka yang seperti labirin dengan lorong-lorong jalanan yang berpusat pada balai pertemuan dan api suci. Kebanyakan hidup mereka dihabiskan dan dibaktikan kepada komunitas. Anda dapat menemukan orang-orang makan dan minum dari tempat yang sama. Tari-tarian, upacara, berburu, memancing, dan lain-lain merupakan unsur-unsur dalam kehidupan mereka. Anak-anak dididik dan dibimbing oleh orang tua atau orang dewasa.

Agama

Orang Mbalantu percaya sifat manusia adalah tetap (konstan), karena itu pemeliharaan budaya tradisional dan praktik keagamaan sangat penting. Kalunga adalah dewa tertinggi mereka. Ia dipandang tidak banyak terlibat dalam kehidupan sehari-hari sehingga yang lebih dianggap penting adalah roh para leluhur dan takhyul. Kalunga dipercayai berwujud seorang laki-laki dan mengembara secara tak kelihatan di desa-desa. Beberapa cerita takhyul mereka berpusat pada kepercayaan ini. Onganga adalah suku bangsa peramal yang berhubungan dengan roh-roh dan juga ahli membuat obat-obatan dari tumbuh- tumbuhan. Sama seperti kebanyakan suku yang ada di Afrika, orang Mbalantu juga memelihara api suci (omulilo gwoshilongo) yang dibakar di tengah-tengah permukiman desa mereka.

Ringkasan

Lebih dari seabad yang lalu orang Mbalantu telah membuka diri kepada kekristenan. Akan tetapi, mereka tetap mempraktikkan penyembahan kepada roh leluhur, ramalan, dan upacara magis. Saat ini belum ada gereja di antara mereka dan pengaruh penginjilan pun sangat sedikit. Mereka adalah salah satu suku terabaikan. Maukah Anda membantu mereka mengenal Yesus?

Suara Anda mungkin adalah satu-satunya suara yang Allah dengar atas nama orang Mbalantu.

Melalui Alkitab kita mengetahui bahwa doa sangat efektif. Kita percaya dan tahu bahwa doa adalah langkah pertama dan yang terpenting dalam penaburan benih Injil. Kita berada di dalam rencana Allah yang luar biasa. Apa yang kita lakukan bukan untuk kerajaan kita, melainkan untuk kerajaan Allah. Doa Anda sangatlah penting. Karena kita adalah saluran kekuatan dan kasih Allah.

Mari bergabung dengan pekerjaan ini melalui doa!

"Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku, supaya aku terpelihara dari orang-orang yang tidak taat di Yudea, dan supaya pelayananku untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh orang-orang kudus di sana, agar aku yang dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah, beroleh kesegaran bersama-sama dengan kamu." (Roma 15:30-32)

Pokok Doa Bagi Orang Mbalantu

  1. Berdoalah agar kiranya Allah membangkitkan gereja-gereja dan pribadi-pribadi untuk menerima orang Mbalantu. Doakan para misionaris yang bekerja dan berdoa untuk orang Mbalantu.

  2. Doakan para misionaris yang sedang mengunjungi gereja-gereja di wilayah Selatan Afrika, agar mereka dapat dipakai Allah untuk berdoa dan menolong mereka serta orang-orang terabaikan lainnya.

  3. Doakan agar Allah memanggil seseorang atau keluarga misionaris untuk tinggal di antara mereka.

  4. Doakan agar mereka dapat melihat kebenaran Injil dan memahami kesia-siaan dari penyembahan roh leluhur.

  5. Doakan agar pemerintah Namibia mengizinkan para misionaris untuk melayani di negara ini dalam waktu yang lama. Berdoalah agar mereka dapat melihat kebaikan yang akan didapatkan oleh negara serta rakyat mereka.(t/Lis&Ary)



Judul asli : Mbalantu of Namibia
Penulis artikel : tidak dicantumkan
Alamat situs : http://www.forgottenpeoples.info/mbalantu/mbtu_o.htm



e-JEMMi 43/2006