Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.46 Vol.12/2009 / Orang Gujarat di India

Orang Gujarat di India


Orang Gujarat adalah orang-orang yang tinggal di wilayah Gujarat, India Barat. Bagi sebagian besar dari mereka, bahasa Gujarat adalah bahasa ibu mereka. Mereka adalah suku yang kompleks, menuturkan beragam dialek dan memiliki beragam budaya. Keragaman itu berdasarkan wilayah dan kasta (kelas sosial) atau komunitas.

Dewasa ini, komunitas Gujarat tersebar di sekitar 27 negara. Terdapat banyak orang Gujarat di Afrika. Tetapi banyak juga orang Gujarat yang berada di Myanmar (dulu Birma), Iran, dan Malaysia. Keadaan hidup mereka di negara-negara ini bermacam-macam; tetapi biasanya orang Gujarat yang mengembara ke negara lain datang dari kasta yang tinggi dan kaya, serta memelihara banyak segi kebudayaan mereka. Sering kali, mereka berkecimpung dalam usaha dagang kecil- kecilan.

Gujarat merupakan salah satu negara bagian yang paling besar industrinya di India. Di pantainya yang panjang terdapat banyak pelabuhan. Hal tersebut membuat Gujarat menjadi kawasan utama perdagangan dan laluu lintas perjalanan. Orang Gujarat terkenal sebagai usahawan yang ulet dan cekatan. Keuletan itu menolong mereka berkembang ketika mereka mengembara ke negara-negara lain.

Bagaimanakah Kehidupan Mereka?

Orang Gujarat terbagi dalam beberapa kelompok sosial. Di Gujarat, desa-desa pada umumnya berkelompok, dan dalam kelompok itu terdapat anak kelompok, berdasarkan sistem kasta yang berlaku. Sistem kasta ini sebenarnya adalah kelompok-kelompok budaya yang berdasarkan bukan saja pada pekerjaan, tetapi juga pada tradisi, tingkah laku, dan kebiasaan.

Golongan orang Hindu yang merupakan golongan terbesar di Gujarat, terbagi atas beberapa kasta. Susunan masyarakat mereka berdasarkan pada prinsip kemurnian dan polusi. Golongan ulama yang dikenal sebagai kasta Brahma berada pada posisi tertinggi, sementara golongan buruh dan pembantu termasuk dalam kasta terendah. Sayangnya, meskipun telah mengalami berbagai tingkat akulturasi, hampir semua orang Gujarat tetap berpegang teguh pada kebudayaan asli mereka.

Kebanyakan perkawinan di Gujarat dijodohkan oleh keluarga. Bagi orang Gujarat golongan Hindu, kasta dan jenjang sosial adalah hal-hal yang penting untuk dipertimbangkan.

Umat Muslim Gujarat hanya boleh menikah dengan pasangan mereka dari kelompok tertentu. Kaum wanitanya diharuskan mengenakan cadar dan hidup terkucil. Perkawinan dianggap sebagai perpaduan antara dua keluarga, bukan hanya antara pria dan wanita.

Cerita rakyat orang Hindu di Gujarat mencerminkan mitologi mengenai dewa Hindu, Krishna. Tari-tarian menghormati Krishna diwujudkan dalam bentuk tarian rakyat yang dikenal dengan nama "garaba".

Meskipun Gujarat banyak menghasilkan tekstil, plastik, bahan-bahan kimia, dan mesin-mesin yang berat, 70% dari kaum buruh di Gujarat adalah petani. Gandum dan biji-bijian merupakan makanan pokok mereka dan beras dihasilkan di daerah yang basah.

Musim penghujan merupakan kunci kelangsungan hidup para petani Gujarat. Mereka tidak memunyai banyak mesin pertanian, tetapi penggunaan traktor meningkat.

Negara bagian Gujarat telah lama menjadi pusat perdagangan yang penting. Para saudagar Gujarat telah pergi ke berbagai penjuru dunia. Kombinasi antara keterampilan dagang dan pengabdian pada profesi mereka telah membuat orang Gujarat sangat berhasil dalam usaha bisnis internasional.

Apakah Agama Mereka?

Sebagian besar orang Gujarat beragama Hindu, di mana pun mereka berada di dunia. Tetapi, kira-kira 30% orang Gujarat beragama Islam. Petinggi agama Hindu datang dari kasta tertinggi, Brahma. Hanya orang dari kasta Brahma saja yang dapat menjadi imam Hindu. Tetapi tidak semua kaum Brahma menjadi imam Hindu.

Orang Hindu menyembah banyak dewa, di antaranya berbentuk hewan. Sapi dianggap suci, tetapi mereka juga menghormati kera, ular, dan binatang-binatang lain.

Mereka mengajarkan hal-hal seperti yoga dan reinkarnasi (lingkaran kematian dan kelahiran secara terus-menerus). Mereka percaya bahwa jiwa makhluk hidup dapat dilahirkan kembali sebagai manusia atau hewan. Hukum karma menyatakan bahwa setiap tindak tanduk manusia memengaruhi nasib jiwanya, bagaimana dia akan dilahirkan kembali dalam kehidupan berikutnya. Kalau seseorang hidup dengan baik, jiwanya akan lahir kembali ke tingkat yang lebih tinggi. Jika hidup seseorang penuh dengan kejahatan, maka jiwanya akan lahir kembali ke tingkat yang lebih rendah, bahkan mungkin dalam bentuk cacing! Lingkaran ini terus berputar sampai kesempurnaan spiritual tercapai. Jika kesempurnaan itu tercapai, maka jiwa mahluk hidup itu akan mencapai "moksha", tingkat eksistensi baru, di mana dia tidak akan kembali ke dunia.

Kita melihat banyak ukiran patung dewa-dewa Hindu di pura dan candi Hindu. Setiap hari, imam Hindu membersihkan patung-patung tersebut dan patung-patung itu diberi pakaian. Mereka juga membawa makanan untuk patung-patung itu. Mereka tidak menganggap diri pemuja patung karena mereka percaya bahwa dewa-dewa mereka hidup di dalam patung-patung itu.

Orang Hindu Gujarat berharap dapat memperbaiki posisi mereka di kehidupan berikutnya dengan bersikap dermawan, berbakti kepada dewa-dewa mereka, dan menunjukkan kebaikan hati terhadap sesama manusia dan sapi.

Sebaliknya, orang Muslim Gujarat (biasanya penganut aliran Sunni) sering membenci orang Hindu. Mereka memandang rendah orang Hindu karena orang Hindu memuja banyak dewa dan mereka tidak ragu-ragu menunjukkan perasaan mereka yang merendahkan orang Hindu itu.

Apakah yang Mereka Perlukan?

Di banyak negara di mana terdapat komunitas Gujarat, tidak ada badan-badan penginjilan yang berusaha menjangkau komunitas Gujarat ini. Sangat disayangkan, bahkan di negara-negara Kristen sekalipun, seperti Kenya, tidak ada orang Gujarat yang beragama Kristen. Ada Alkitab berbahasa Gujarat, tetapi orang Gujarat perlu melihat bagaimana cara orang Kristen hidup. Melalui cara itu saja mereka akan mengerti bahwa damai dan kebebasan sejati dapat dijumpai hanya di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Hanya doa saja yang memunyai kekuatan untuk membebaskan mereka dari belenggu pemujaan banyak dewa. Hanya doa saja yang dapat mematahkan ikatan agama ini.

Pokok-Pokok Doa

  1. Kiranya Tuhan mengambil alih kekuasaan atas prinsip-prinsip dan kekuatan spiritual yang membelenggu orang Gujarat.

  2. Memohon kepada Tuhan agar membangkitkan para penginjil untuk memperkenalkan Kristus dalam kehidupan mereka.

  3. Berdoa kepada Tuhan agar memberikan kebijaksanaan, anugerah, dan strategi untuk merangkul orang Gujarat.

  4. Berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan menguatkan, mendorong, dan melindungi orang-orang Kristen yang hidup di tengah-tengah komunitas Gujarat.

  5. Berdoa supaya orang-orang Kristen Gujarat berani menyaksikan Tuhan Yesus Kristus.

  6. Memohon kepada Roh Kudus agar melunakkan hati orang Gujarat terhadap orang-orang Kristen sehingga mereka terbuka untuk menerima Injil Kristus.

  7. Berdoa agar para pengusaha Gujarat diinjili sehingga mereka dapat membawa Injil Kristus ke masyarakat mereka.

  8. Memohon kepada Tuhan agar membangkitkan gereja-gereja yang mau mengutus orang-orang yang terbeban melayani di Gujarat. (t/Tari)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Joshua Project
Penulis : Tidak dicantumkan
Alamat URL : http://www.joshuaproject.net/

e-JEMMi 46/2009