BAGAIMANA GEREJA ANDA MENJADI GEREJA MISIONER YANG DIGERAKKAN OLEH KASIH TUHAN

Submitted by novi on Sen, 22/09/2008 - 05:55.

Obor Injil adalah sesuatu yang harus dibawa, bukan untuk ditanam dan kemudian menunggu siapa yang mau datang kepadanya. Tuhan Yesus membawa misi-Nya dengan meninggalkan surga, dan para murid-Nya juga disuruh pergi. Oleh sebab itu, tangan memegang obor sangat penting. Tanpa tangan yang membawanya, obor Injil hanya menerangi kita sendiri, padahal "Obor" ditujukan untuk dunia. Sekarang siapa yang harus membawa obor Injil itu. Yang dapat membawa obor Injil ialah orang yang dikuasai dan didorong oleh kasih Tuhan Yesus. Tidak ada yang lain kecuali kasih yang mendorong Allah mengutus Yesus sebagai Juru Selamat ke dunia ini ..."sehingga Ia telah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia" (Yohanes 3:16-17). Yang menguasai Tuhan Yesus sendiri dalam pelayanan-Nya ialah kasih yang dalam dan murni: "Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar..." (Matius 9:36). Paulus bersaksi tentang apa yang menggerakkan dia dalam memberitakan Injil: "Kasih Kristuslah yang menguasai kami" (2 Korintus 5:14). Inilah motivasi satu-satunya yang tepat. Semua motivasi yang lain akan membawa kekecewaan kepada si pemberita dan kepada pendengar. Jangan memberitakan Injil dengan tujuan mencari ketenangan untuk hati yang bimbang atau demi pahala di akhirat. Tujuan Anda tidak akan tercapai, dan orang lain akan merasakan bahwa bukan kasih Tuhan Yesus yang menggerakkan Anda.

Idealisme muda-mudi adalah sesuatu yang sangat indah. Tetapi kalau kita memberitakan Injil dengan pemikiran idealisme, "saya mau memerbaiki dunia", maka itu tidak akan tahan lama. Sebab banyak kesulitan yang menghadang, sehingga membawa obor Injil bukanlah pekerjaan yang gampang. Pekerjaan ini melelahkan dan tidak selalu disambut gembira. Kita memerlukan kasih Tuhan Yesus yang menjadi sumber motifasi dan kekuatan penginjilan secara terus-menerus.

Gereja dan Jemaat Setempat

Tugas misi sedunia adalah tugas gereja, bukan hanya tugas-tugas pribadi yang "terbeban untuk misi". Sudah sejak semula "rasul-rasul", dalam arti "utusan-utusan" atau "misionaris-misionaris" adalah bagian integral dari tiap-tiap jemaat kristiani. Karena karunia sebagai "rasul" merupakan bagian dari perlengkapan rohani tubuh Kristus (bandingkan antara lain daftar karunia dalam 1 Korintus 12, khususnya ayat 28 dan Efesus 4:11-16). Tanpa "rasul/misionaris" gereja manapun tidak lengkap.

Adanya karunia "rasul" yang Tuhan berikan kepada anggota-anggota tertentu, berarti sekaligus merupakan kewajiban gereja mengutus mereka. Sebab "bagaimana mereka dapat mamberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? (Roma 10:15). Demikian Paulus dan Barnabas diutus jemaat di Antiokhia (Kisah Para Rasul 13:1-3).

Mengutus misionaris berarti juga mendoakan mereka. Paulus meminta jemaat di Efesus dan Kolose untuk berdoa "setiap waktu" untuk pelayanannya sebagai misionaris di daerah-daerah baru (Efesus 6:18-20; Kolose 4:2-4).

Mengutus misionaris berarti juga bertanggung jawab atas biaya hidup mereka, sebagaimana jemaat Filipi. Jemaat Filipi terus mendukung Paulus secara finansial dalam pelayanan misinya (Filipi 4:15-18).

Apa yang menjadi kebanggaan geraja kita? Apakah gedung yang megah, pelayanan yang "top", atau mungkin bank account yang terus bertambah besar? Bukankah seharusnya kebanggaan kita apabila gereja kita terlibat dalam rencana penyelamatan Allah untuk dunia ini, dengan mengutus dan mendukung misionaris-misionaris dari gereja kita? Apa kata Samuel Mills dan kawan-kawannya? "We can do this if we will". Ya... kita dapat melakukannya, asal kita mau menaati visi dan panggilan Allah.

Diambil dari:

Judul buletin : Terang Lintas Budaya, Edis 42, Tahun 2000
Judul Arikel : Bagaimana Geraja Anda Menjadi Gereja Misioner yang Digerakkan Oleh Kasih Tuhan
Penulis : Tidak Dicantumkan
Penerbit : Yayasan Terang Lintas Budaya, Malang 2000
Halaman : 1

Laporan Masalah/Saran
Back to top