MEMAHAMI AGAMA ISLAM

Submitted by novi on Sel, 08/07/2008 - 09:16.

Kata "Islam" berasal dari Bahasa Arab yang berarti kepatuhan. Dalam penggunaannya di aspek religius, kepatuhan itu biasanya berarti kepatuhan terhadap Allah. Penganut agama ini disebut Muslim (yakni, orang-orang yang patuh). Sikap Muslim terhadap agama diatur oleh Al-Qur'an 4:125:

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.

Islam mencoba menjadi agama yang patuh terhadap Allah; sebuah kepatuhan yang idealnya terwujud dalam beragam tindakan, khususnya dalam perbuatan baik. Muslim meyakini bahwa dulu Abraham adalah penganut agama Islam; seperti telah diketahui, hidupnya adalah teladan yang pantas ditiru. Untuk lebih memahami perkembangan Islam sebagai sistem agama, penting untuk mempelajari sejarah Islam dari sudut pandang budaya Arab pra-Islam.

Munculnya Agama Islam

Di Arab, masa sebelum Islam dikenal sebagai "masa kebodohan". Daerah itu didiami oleh mayoritas pegembara gurun yang politeistis, orang-orang yang percaya pada satu Allah yang paling berkuasa yang dikelilingi oleh banyak allah lain. Takhayul sangat berpengaruh dalam rutinitas sehari-hari. Takhayul itu terlihat jelas di kota Mekah, di Arab bagian barat, pusat ekonomi dan agama. Di persimpangan beberapa rute dagang, orang-orang Mekah membangun tempat ibadah untuk mengukuhkan kekuatan ekonomi. Peziarah dan pedagang dari suku-suku tetangga ditarik ke tempat suci, Ka'bah, di Mekah.

Meski Alkitab telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa (misalnya, Bahasa Koptik, Bahasa Ethiopia, dan Bahasa Siria) sebelum abad keenam, Perjanjian Baru mungkin belum diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab sampai tahun 720 M (yakni, sekitar seabad setelah era Muhammad). Jadi meski tersebar, kelompok-kelompok orang Yahudi dan Kristen yang tinggal di jazirah Arab pada era sebelum Islam, sepertinya tidak memiliki iman yang cukup kuat dan tidak berusaha menginjili orang-orang di daerah itu.

Muhammad lahir pada sekitar 570 M. Sepertinya ia mengajar orang- orang Yahudi dan Kristen selama perjalanannya dengan para kafilah dagang, dan pengaruh-pengaruhnya dapat dilihat di perkembangan agama Islam. Pada dasarnya, ia religius dan tafakur, dan setelah pernikahannya dengan Khadijah, seorang janda kaya, ia bebas untuk lebih lama bermeditasi. Dalam sebuah penglihatan yang ia terima dalam sebuah gua di Hira, ia merasa dirinya dipanggil sebagai Nabi Allah. Ia terbeban untuk memeringatkan orang-orang Arab tentang hari penghakiman dan untuk membawa mereka dalam kepatuhan mutlak terhadap Allah sehingga terhindar dari angkara murka-Nya. Pada mulanya, ia hanya menceritakan penglihatannya itu kepada teman-temannya; bertahun-tahun kemudian, ia membagikan visinya itu kepada orang- orang yang tidak dikenalnya.

Seperti yang telah diperkirakan, ada banyak tantangan di Mekah karena ajaran ini mengancam keseimbangan religius dan ekonomi kota. Namun, yang percaya akan ajaran itu, menyebarkannya ke Medinah. Pada 622 M, Muhammad pindah ke Medinah untuk menghindari aniaya. Peristiwa ini, disebut sebagai Hijra -- titik mula kalender Islam.

Muhammad adalah seseorang yang berkepribadian dan berkemauan kuat, seorang administrator yang berpengaruh dengan kemampuan membuat pengikutnya merasa dihargai dan diperlakukan dengan adil. Keterampilan dan kesetiaan para pengikutnya, memampukan agama baru itu menyebar dengan cepat di seluruh jazirah Arab. Setelah kematian Muhammad pada 632 M, "caliphs" (penerus sang nabi), membawa Islam ke Afrika Utara, Asia, dan sampai Eropa bagian selatan. Kurang dari seabad setelah kematian Muhammad, Islam menjadi agama yang mencakup struktur ekonomi, budaya, dan politik dalam hidup keseharian.

Al-Qur'an

Islam membedakan dirinya dari agama dunia lain melalui kitab sucinya, Al-Qur'an (pengajian), yang secara posisi berada di atas semua kitab-kitab religius lain. Bersama dengan Hadith, atau buku- buku tradisi, Al-Qur'an merupakan penuntun tingkah Muslim yang mengikat.

ASAl MULA

Muslim mengatakan bahwa ketika di gua Hira, Muhammad mendengar suara Allah melalui perantaraan malaikat, kemungkinan besar malaikat Gabriel. Kata-kata di Al-Qur'an diyakini merupakan sebagian dari seluruh kitab yang hanya ada di surga. Oleh karena itu, Muslim sering kali mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu yang diturunkan kepada nabi Mohammad. Pernyataan itu dengan jelas dicerminkan oleh pembagian Al-Qur'an ke dalam "sura" (rentetan wahyu). Tidak mungkin kepribadian dan pemahaman Mohammad turut andil dalam wahyu Al- Qur'an; Al-Qur'an didiktekan kepadanya.

Al-Qur'an tidak dikumpulkan dalam bentuk buku selama masa hidup Muhammad. Al-Qur'an pertama kali disebarkan oleh pengikutnya, yang kemudian menghapalkannya dan mentranskripkannya dalam bagian-bagian yang tersebar. Pengganti nabi Muhammad yang pertama, Abu Bakar, memerintahkan Zayd untuk mengumpulkan dan menyusun (abad 634 M) teks dari berbagai sumber. Yang paling utama adalah bagian yang dihapalkan oleh sahabat Muhammad. Pada era pengganti nabi Muhammad yang ketiga, ada begitu banyak teks yang berbeda hingga ia memerintahkan untuk membuat dan mengesahkan satu Al-Qur'an yang resmi. Pada 657 M, semua teks yang sebelumnya ada dianggap sesat dan dibakar.

GAYA

Muslim mengklaim bahwa terjemahan Al-Qur'an dari bahasa Arab ke bahasa lain pasti akan merusak makna aslinya (Al-Qur'an 43:2-4). Hanya makna umumnya, kurang sempurna dan tidak berkuasa, yang dapat diterjemahkan ke bahasa lain. Jadi selama berabad-abad, Muslim yang beriman, apa pun bahasa ibunya, membaca dan menghapalkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab, bahasa surga. Namun demikian, meski ada anggapan seperti itu, kini mereka menerjemahkan Al-Qur'an ke dalam banyak bahasa lain. Judul terjemahan itu, yang sering kali menyertakan kata-kata seperti "interpretasi" atau "pesan", menyiratkan anggapan tadi.

Al-Qur'an dibagi menjadi empat belas bab yang disebut "sura". "Sura" itu diatur berdasar panjangnya, dari yang terpanjang sampai yang terpendek, kecuali yang pertama, yang disebut "Pembukaan". Beberapa pakar Al-Qur'an mengatakan bahwa ada pertalian antara baris pertama sebuah sura dengan baris terakhir sura sebelumnya. Banyak sura mengandung kalimat yang mengindikasikan tempat pewahyuan, baik itu Mekah atau Medinah. Pada sura-sura awal, gaya bahasanya lebih liris/penuh perasaan dan penuh perasaan. Sura-sura berikutnya cenderung kurang puitis dan lebih menekankan pengajaran etika. Sura-sura yang ada di bagian awal juga membuktikan adanya toleransi terhadap orang Kristen dan Yahudi; sura-sura yang berikutnya mencerminkan penyangkalan bahwa Muhammad dan pesannya dipengaruhi oleh orang Kristen dan Yahudi.

ISI

Bentuk dan isi Al-Qur'an jelas dipengaruhi oleh realita politik yang dihadapi Muhammad dan pengikutnya. Keterbukaan terhadap orang Yahudi dan Kristen juga memengaruhi pemikiran Muhammad. Misalnya, Al-Qur'an menceritakan ulang dengan beberapa perubahan, beberapa tradisi Yunani dan Kristen serta cerita-cerita Alkitab. Hal tersebut ada dalam Al-Qur'an untuk mengembangkan nuansa kontinuitas dengan Yudaisme dan kekristenan. Muslim mengklaim bahwa orang Yahudi dan Kristen merusak pesan Alkitab. Dikatakan bahwa Muhammad menerima pesan Allah versi akhir yang diwahyukan kepadanya untuk manusia, untuk membenarkan dan menggantikan Yudaisme dan kekristenan.

Isi Al-Qur'an dikategorikan dalam tiga aspek penting: peringatan akan hari penghakiman yang akan datang, kisah nabi-nabi, dan aturan bagi masyarakat Muslim. Sedikit informasi tentang Allah, penciptaan, dunia roh, surga, dan neraka tersebar di seluruh Al-Qur'an. Al-Qur'an sejatinya adalah panggilan untuk percaya pada satu Tuhan, Allah.

KUASA

Al-Qur'an dianggap sebagai suatu mukjizat dari Allah, yang kekal, yang turun dari surga. Keberadaannya yang pertama digunakan oleh Muhammad sebagai bukti kenabiannya (Al-Qur'an 10:38- 39). Isinya dianggap benar dan mengikat perilaku orang-orang beriman. Meski orang Kristen tidak mengetahui asal mula ilahi Al-Qur'an, merupakan sesuatu yang penting untuk Anda terbuka terhadap isinya. Anda mungkin akan kesulitan memahami pola ekspresi, gaya bahasa, dan pemikirannya. Namun saat Anda mulai memberitakan Kabar Baik kepada Muslim, Anda akan dapat memahami pola pikir "tetangga" Anda. Mungkin akan terbukti bernilai juga jika Anda mendorong orang Muslim untuk membaca Alkitab.

HADIS

Selain Al-Qur'an, Muslim juga tergantung pada Hadis, atau tradisi. Tradisi membentuk sebuah perpustakaan besar yang berisi catatan- catatan tentang apa yang Muhammad (atau teman-temannya) katakan dan lakukan. Beberapa catatan yang ada itu juga berasal dari tradisi Yahudi dan Kristen. Karena Islam berusaha menjawab banyak pertanyaan dan mengatur banyak detail kehidupan, koleksi tradisi itu melingkupi beragam subjek: ajaran moral, tugas religius, masalah hukum, kisah nabi-nabi, dan dunia yang akan datang.

Kuasa tradisi didasarkan pada catatan bahwa apa yang dikatakan dan dilakukan Muhammad dapat dipercaya. Beberapa Muslim mengatakan bahwa Hadis memiliki kuasa yang sama dengan Al-Qur'an, tapi banyak yang menempatkannya lebih rendah daripada Al-Qur'an. Pada dasarnya, tradisi berperan sebagai pelengkap Al-Qur'an. Para pengajar dan penulis agama Islam bebas mengutip apa pun dari tradisi untuk memerkuat sudut pandang mereka.

Contoh dari sebuah tradisi mungkin akan membantu. Contoh ini berasal dari Forty Traditions of An-Nawawi (Empat Puluh Tradisi An-Nawai).

Hadis 34

"Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata: Saya mendengar Rasulullah shollallohu‘alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman."

Ada enam koleksi besar dari tradisi Muslim. Editor dari contoh di atas dikenal hanya sebagai "Muslim". Editor yang lain, Al-Bukhari, mungkin adalah yang paling dihormati dan paling populer dari semua tradisi yang ada.

Seberapa dapat dipercayakah tradisi-tradisi itu? Seseorang berkata bahwa tradisi, seperti alam, tidak suka terhadap kevakuman. Kapan pun ada pertanyaan atau masalah penting, tradisi muncul untuk menjembataninya sehingga tercapai sebuah pemahaman. Banyak tradisi yang palsu; ada banyak ketidakcocokan dan pertentangan di antara tradisi. Masalah serius muncul saat Muslim harus menentukan tradisi mana yang asli. Yusuf Al-Qaradawi menegaskan masalah tersebut.

Beberapa hal, selain itu, memaksa penulis agar yakin mengenai banyak masalah yang telah dimengerti secara berbeda oleh cendekiawan terdahulu dan membuat cendekiawan yang sekarang menjadi kebingungan. Akibatnya, dalam memilih pendapat seseorang dalam hal-hal yang berhubungan dengan halal dan haram dalam Islam, membutuhkan kesabaran, penelitian yang saksama, dan pemerasan daya intelektual ....

Kata Imam Malik, "Kata-kata seseorang yang bukan nabi (damai dalam dirinya) terkadang diterima dan terkadang ditolak." Dan Imam Shafi'i berkata, "Pendapat saya itu benar dengan adanya kemungkinan kesalahan di dalamnya. Pendapat yang berbeda dengan pendapat saya adalah salah dengan kemungkinan adanya kebenaran di dalamnya."

Aturan-aturan telah dikembangkan untuk menilai legitimasi tradisi, namun aturan-aturan tersebut tidak baik. Banyak pendapat yang menegaskan bahwa aturan itu kurang baik. Namun masalah ini tidak terbatas hanya pada Islam, Yudaisme dan kekristenan juga memiliki tradisi, dan banyak di antaranya tidak cocok dengan sejarah.

Tradisi Muslim juga bermasalah karena beberapa bagian Injil terdengar oleh Muslim seperti tradisi mereka sendiri. Akibatnya, Muslim juga berpikir bahwa orang Kristen merasakan hal yang sama seperti yang mereka rasakan.

Al-Qur'an dengan jelas menyatakan doktrin dan prinsip fundamental yang harus diikuti oleh Muslim:

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul- Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (Al-Qur'an 4:136)

Banyak orang Kristen berfokus pada praktik-praktik Islam dan tidak mengenali bahwa tugas Muslim didasarkan pada sistem doktrin yang jelas. Muslim percaya bahwa Allah menyatakan pesan-Nya kepada umat manusia; pertama kepada orang Yahudi, kemudian pada orang Kristen, dan akhirnya secara keseluruhan pada Muhammad. Pesan itu mengatur pemikiran dan tingkah laku, dan sering kali dirangkum dalam lima atau enam kategori kepercayaan.

ALLAH ADALAH SATU-SATUNYA ALLAH

Islam adalah agama Allah yang pertama dan terutama (Al-Qur'an 5:3). Setiap sura dalam Al-Qur'an dimulai dengan penyebutan nama-Nya dan karakter-Nya. Dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, "Allah" merupakan bahasa Arab dari kata "Tuhan"; kata ini digunakan oleh orang Kristen dan Muslim yang berbicara dengan bahasa Arab. Allah dengan sendirinya bukan hanya Allahnya Muslim. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa konsep Allah orang Islam berbeda dengan apa yang ada di Alkitab dalam banyak hal. Kedua, istilah ini, Allah, menggarisbawahi keharusan untuk bermonoteisme melalui penghapalan kitab; secara teknis, Allah berarti Tuhan. Doktrin kesatuan dan ketunggalan Allah adalah aspek paling fundamental dalam iman Islam.

Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Ia berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya karena beberapa karakteristik; di antaranya adalah melampaui apa pun, mahakuasa, berdaulat, dan mahatahu. Karakter- karakter tersebut dirangkum dalam nama yang indah -- Allah, setidaknya ahli teologi telah mendaftar 99 nama yang secara khusus termasuk dalam nama Allah.

MALAIKAT

Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah yang spesial, yang benar-benar mengabdi untuk menuntaskan kehendak ilahi. Islam mendefinisikan empat malaikat utama Jibra'il (Gabriel, pembawa pesan Allah dan malaikat pewahyu) adalah yang paling terkenal. Setiap orang disertai oleh satu malaikat penjaga dan dua malaikat pencatat. Malaikat penjaga melindungi dari bahaya yang tidak diperintahkan oleh Allah. Malaikat pencatat menyertai manusia untuk mengumpulkan bukti untuk hari penghakiman kelak; satu di sisi kiri manusia untuk mencatat dosa dan yang di kanan mencatat perbuatan dan tuturan baik (Al- Qur'an 82:10-12). Mirip dengan malaikat adalah jin, makhluk pria dan wanita yang sangat penting dalam Islam.

KITAB SUCI

Kitab suci adalah alat yang melaluinya Allah berkomunikasi dengan umat manusia. Ada lima kitab yang secara spesifik disebutkan dalam Al-Qur'an; yang masih ada bentuknya ada empat: Taurat, Mazmur, Injil, dan Al-Qur'an. Yang terakhir adalah yang paling penting, karena fakta bahwa Al-Qur'an diberikan paling akhir dan karena semua kitab yang lain telah berubah dan rusak.

RASUL DAN NABI SUCI

Rasul Allah mengemban pesan-Nya. Al-Qur'an mengajarkan bahwa Allah mengirim banyak nabi dan rasul. Ada 25 rasul yang disebutkan dalam Al-Qur'an; enam di antaranya memiliki peran yang besar: Adam, Nuh, Abraham, Musa, Yesus, dan Muhammad. Meskipun Muslim memandang tinggi Yesus, mereka menganggap Muhammad sebagai nabi terakhir yang paling penting. Muhammad adalah segel/penutup dari semua nabi (Al-Qur'an 33:10). Muslim percaya bahwa Yesus menubuatkan kedatangan Muhammad.

HARI PENGHAKIMAN

"Kiamat" adalah masa di mana Allah akan menghakimi semua umat manusia, roh, dan binatang menurut apa yang telah mereka lakukan. Hari yang dikenal dengan berbagai istilah -- saat, hari kebangkitan, hari penghakiman -- ini tidak dipercayai oleh orang-orang yang tidak beriman (Al-Qur'an 75:3-6). Pada saat mati, jiwa memasuki tahap ketidaksadaran sampai kebangkitan kembali. Antara kebangkitan kembali dan hari penghakiman, periode waktu yang tidak tentu diberikan untuk membuat orang-orang tidak beriman menjadi khawatir dan gelisah; orang-orang akan berpaling kepada nabi-nabi mereka sebagai perantara. Daftar semua perbuatan akan dibuka (Al-Qur'an 18:50); kebaikan dan kejahatan akan ditimbang. Orang-orang kafir yang menyangkal keberadaan Allah akan dihukum; hukuman kekal sudah disediakan bagi mereka yang mengganggap diri setara dengan Allah (misalnya, orang-orang Kristen yang menuhankan Yesus). Muslim mungkin menderita selama beberapa waktu di neraka tergantung dosa mereka, namun akhirnya mereka akan dilepaskan; Muslim berharap perbuatan baik mereka cukup untuk menebus perbuatan jahat mereka dan dapat membuat mereka masuk ke surga.

KETETAPAN (DETERMINISM)

Ketetapan adalah kepercayaan bahwa baik dan buruk sudah ditetapkan oleh Allah sebelumnya; oleh karena itu, Muslim memandang segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupan mereka sebagai nasib yang tidak dapat berubah, yang terjadi atas kehendak Allah. Muslim berpegang pada beragam opini mengenai masalah itu, dan dogmanya tidak selalu disertakan dalam daftar kepercayaan. Namun demikian, di agama populer, kepercayaan ini sering kali mendominasi pemikiran Muslim atas aktivitas Allah di dunia.

SIKAP PENYEMBAHAN

Islam mengharuskan Muslim melaksanakan lima tugas religius, yang kadang disebut Rukum Islam, yang menyatukan komunitas Islam. Untuk memenuhinya dibutuhkan kedisiplinan oleh individu dan komunitas, memberikan wujud nyata hidup Muslim ideal yang taat terhadap Allah.

PENGAKUAN IMAN

Syahadat adalah formula ikhtisar yang secara rutin diucapkan oleh Muslim: Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Ahli hukum Islam sepakat bahwa kepercayaan kepada Syahadat dan mengucapkannya di hadapan dua orang saksi akan membuat seseorang menjadi Muslim. Syahadat adalah kesaksian yang diucapkan di telinga orang-orang yang baru masuk Islam, diucapkan setiap hari sepanjang hidup, dan sering terdengar diucapkan sebagai kata terakhir sebelum mati. Syahadat menjadi struktur panggilan untuk sholat yang terdengar dari menara-menara masjid di seluruh dunia.

RITUAL DOA

Sholat dilakukan lima kali sehari. Setelah tubuh siap melalui ritual pembasuhan, pesholat menghadap ke Mekah dan melakukan gerakan yang telah ditentukan sambil mengucapkan doa ritual dalam bahasa Arab. Sholat dapat dilakukan di mana pun asalkan segala persyaratannya terpenuhi, namun pada hari Jumat, pria diharapkan dapat beribadah bersama di masjid untuk sholat tengah hari (Al-Qur'an 62:9-10). Wanita juga dapat sholat di masjid; biasanya disediakan tempat khusus bagi mereka, sehingga mereka tidak terlihat oleh para pria.

KEHARUSAN MEMBERI ZAKAT

Zakat merupakan sebagian penghasilan dalam bentuk apa pun yang diberikan kepada orang-orang miskin dan yang membutuhkan. Hal ini wajib dilakukan (Al-Qur'an 24:56; 57:18) dan harus dibedakan dengan pemberian sukarela, yang lebih banyak daripada zakat. Jumlah zakatnya dihitung dengan sebuah rumus rumit yang membuat jumlah zakat berbeda menurut penghasilan tiap-tiap orang. Model pemberian, cara pengumpulan, dan hierarki distribusi juga secara spesifik diatur dalam hukum Islam.

PUASA RAMADHAN

Puasa, Sahur, adalah keharusan (Al-Qur'an 2:183-185) sepanjang bulan Ramadhan. Muslim dilarang makan, minum, merokok, dan melakukan hubungan seks selama saat berkas putih dibedakan dengan yang hitam (yakni, dari sebelum matahari terbit sampai setelah matahari terbenam). Saat malam, pengekangan itu tidak berlaku (Al-Qur'an 2:187), jadi banyak orang sering kali tidak tidur sampai larut malam untuk makan. Setelah beberapa jam tidur, mereka bangun sebelum fajar untuk makan. Bulan itu diakhiri dengan perayaan yang besar dan tukar-menukar kado. Semua Muslim harus berpuasa, kecuali sakit, anak-anak yang sedang dalam masa prapuber, sedang hamil, bepergian, dan tentara yang sedang berperang; mereka diharuskan berpuasa jika mereka bisa atau mengganti hari saat mereka tidak berpuasa jika secara fisik mereka sanggup. Di samping sikap keharusan itu sendiri, Al-Qur'an sangat menekankan setiap orang memiliki niat untuk puasa.

ZIARAH

Ibadah suci Haji, atau ziarah ke Rumah Allah yang pertama di Mekah, harus dilakukan setidaknya sekali jika secara fisik dan finansial memungkinkan (Al-Qur'an 3:97). Banyak ritual yang harus dilakukan secara urut dan pada waktu-waktu tertentu di kalender. Wanita dapat melakukan ibadah Haji jika ditemani oleh suami mereka atau pelindung yang lain. Dimungkinkan juga untuk berziarah bagi orang lain; hal itu adalah perbuatan baik dan akan dihargai pada hari penghakiman. (t/Dian).

Diterjemahkan dan disesuaikan dari:

Judul buku : Reaching Muslims for Christ
Judul bab asli : Understanding Islam
Penulis : William J. Saal
Penerbit : Moody Press, Chicago 1991
Halaman : 27 -- 37

Laporan Masalah/Saran :.
Back to top