- 28/08/2008 - 03:33
MEMBIMBING SEORANG UNTUK MENERIMA YESUS
Submitted by novi on Jum, 06/06/2008 - 02:34.
BEBERAPA PETUNJUK UMUM
Pelajaran ini kita khususkan pada pelayanan orang yang belum menerima pengampunan dosa.
Maksudnya Harus Jelas
Langkah penerimaan adalah sangat penting. Saudara harus lebih dahulu memastikan bahwa orang yang sedang dilayani itu mempunyai maksud yang sungguh-sungguh. Kadang-kadang seseorang hanya "tunduk saja" untuk melaksanakan suatu doa penerimaan, padahal baginya belum jelas siapa Yesus, bahkan juga belum yakin bahwa ia sendirilah orang yang najis di hadapan Allah. Perhatikanlah kedua contoh yang berikut ini:
- Seorang yang bersikap ramah serta terbuka dan sudah dilayani selama satu setengah jam, tiba-tiba merelakan diri untuk menerima Yesus. Maksud sebenarnya bukanlah untuk memperoleh keselamatan, ia hanya ingin minta diri dari penginjil itu, dan ini ia lakukan dengan sopan. Karena setelah ia berpura-pura berdoa untuk menerima Kristus, maka ia telah bebas untuk pulang.
- Seseorang minta dibimbing dalam merimaan Yesus. Mungkin hal ini dilakukan sebab ia telah merasa bosan oleh desakan teman yang telah berusaha menginjili dia. Kalau ia sudah satu kali dilayani, maka ia tidak akan disusahkan lagi. Setiap kali orang lain ingin memperkenalkan dia kepada Yesus ia dapat mencari jalan keluar dengan mengatakan: "Saya telah menerima Kristus pada tanggal sekian, tidak usah lagi."
Untuk menghindari pelayanan yang salah saudara harus waspada. Tujuan saudara bukan untuk melayani sekian banyak jiwa dalam "penerimaan." Tujuan saudara adalah untuk memperkenalkan jiwa-jiwa yang sesat kepada Yesus yang hidup.
Doa tidak mempunyai kuasa penyelamatan. Hanya Yesus yang berkuasa mengampuni dosa. Penerimaan yang pura-pura hanya mengebalkan hati seseorang, sehingga ia tidak akan terbuka lagi terhadap Injil.
Intelek, Emosi dan Kehendak
Manusia mempunyai intelek, emosi dan kehendak. Kalau saudara mau membimbing seseorang untuk menerima Yesus di samping melihat kesungguhannya, perlu saudara memperoleh kepastian bahwa penerimaan itu adalah penerimaan total. Ia perlu mengikut
sertakan akal budi, perasaan dan kehendaknya kepada Yesus Kristus.
- Akal - budi
Ia harus mengetahui bahwa Yesuslah jalan satu-satunya untuk memperoleh pengampunan dosa. Ia harus mengetahui bahwa keselamatan itu disediakan hanya melalui salib dan darah Yesus
- Emosi - perasaan
Ia harus merasa bahwa dirinya seorang berdosa. Pengetahun yang teoritis tidak akan menggerakkan dia untuk meninggalkan hidup yang lama untuk melekat pada Yesus. Hati kecilnyalah yang menjadi tempat pelayanan Roh Kudus terhadap mereka yang belum selamat (Yohanes 16:8). Roh kebenaran itu akan menempelak hati kecilnya dengan keinsyafan akan dosa. Roh itu akan bekerja juga dalam hati kecilnya untuk memeteraikan kebenaran dari Firman, "Jalan Keselamatan" yang telah saudara sampaikan kepadanya.
- Kehendak - keinginan
Meskipun ia telah mengetahui bahwa Yesus adalah Juru Selamat dunia dan meskipun ia telah merasa dirinya seorang berdosa yang dimurkai Allah, jikalau ia belum memutuskan untuk menerima Yesus, ia belum selamat. Kehendak itu harus bertindak. Kalau ia belum memihak kepada Yesus, ia tetap berada pada pihak iblis.
CARA PELAKSANAAN PELAYANAN INI
Langkah Penjelasan
- Pakailah ayat-ayat landasan
Penjelasan menjadi bahan pertimbangan bagi inteleknya. Saudara harus dapat memastikan bahwa jalan keselamatan itu sungguh-sungguh dapat dimengerti. Janganlah saudara menjelaskan seperti memberikan kuliah. Tunjukkanlah ayat-ayat landasan. Ia sendiri harus membacanya dengan nyaring. Jangan anggap kalau ia telah membacanya dengan cara demikian ia telah mengerti. Tanyakanlah setiap bagian kalimat dari nats-nats tersebut, sampai nyata bahwa maksud -- arti Firman Tuhan itu telah ia mengerti.
Memberikan terlalu banyak ayat akan membingungkan. Seorang penginjil terkenal telah menegaskan bahwa satu dua ayat sudahcukup, supaya Injil itu diberikan sesederhana mungkin. Penginjil tersebut suka memakai Yesaya 53:6 bertalian dengan Yohanes 1:12. Tetapi sebagai patokan bagi saudara pakailah empat ayat saja, satu ayat untuk setiap faktor rohani dan dapat ditambah dengan satu ayat lagi bila perlu untuk menjelas sesuatu yang keliru.
Walaupun orang yang dilayani itu buta huruf, perlu juga saudara menunjukkan ayat-ayat kepadanya. Saudara sendiri harus membacakannya, tetapi ikutilah dengan jari saudara supaya ia melihat bahwa ini sungguh-sungguh dari Alkitab. Ia harus dapat membedakan perkataan Allah dengan perkataan saudara.
- Tunggulah keinginan orang itu
Kalau terbukti bahwa ia mengerti dan insyaf maka perlu menanyakan lagi apakah ia "ingin" menerima Yesus. Tidak boleh saudara meneruskan pembimbingan kalau ia belum mau. Banyak orang yang dengan semangat mengikuti penjelasan mengenai Injil hanya karena "ingin tahu" saja, tanpa maksud bertindak atas keterangan itu.
Langkah Penerimaan.
Bagaimanakah caranya supaya seseorang menerima Yesus? Pertama-tama harus diingat keadaan sebenarnya. Yesus sedang menunggu untuk diundang masuk dan mendiami hati orang itu. Biasanya undangan itu diberikan dalam doa, dan seringkali orang tersebut akan ragu-ragu mengenai cara berdoa. Sebaiknya penjelasan berikut diberikan sebelum ia menundukkan kepala untuk berdoa.
- Berdoa kepada Yesus.
Gambaran Tuhan Allah masih terlalu umum, hanyalah Yesus yang telah mempunyai bentuk definisi baginya. Ajaklah ia berbicara kepada Yesus Kristus.
- Apa yang diminta?
Tiga hal yang perlu diucapkan kepada Yesus yaitu:
- Masuklah ke dalam hatiku!
- Bersihkanlah hatiku yang buruk ini!
- Tinggallah tetap dalam hatiku untuk memelihara aku terus!
Ada beberapa cara doa yang lain berdasarkan perjanjian-perjanjian dalam Alkitab, tetapi doa yang di atas yang paling tepat. Cara ini agak memudahkan pelayanan rohani selanjutnya. Kalau seseorang telah mengetahui bahwa hatinya didiami Yesus, maka itulah dasar yang baik untuk digunakan menuntut segala berkat yang telah disediakan oleh Yesus bagi orang-orang percaya.
Kadang-kadang orang yang dilayani itu telah menerima Yesus sementara mendengar penjelasan Injil yaitu sebelum sampai kepada doa penerimaan. Kalau demikian, bentuk doanya akan berubah menjadi pengucapan terima kasih, karena Yesus telah mengampuni dosanya.
Siapakah yang berdoa? Janganlah saudara menjadi seorang "dukun doa." Saudara bukan pengantar bagi orang lain. Tugas dan hak istimewa itu dimiliki oleh Yesus (I Timotius 2:5). Orang yang
dilayani itu -- ia sendirilah yang harus berurusan dengan Yesus. Saudara tidak boleh mewakilinya dalam doa Penerimaan. Kalau ia tidak mau berdoa karena malu, pimpinlah ia dalam satu doa pendek. Umumnya, penjelasan mengenai maksud dari pada doa itu telah cukup. Kalau Roh Kudus telah menempelak hati dia sampai insyaf bahwa ia mati di hadapan Tuhan, maka ia akan lekas berdoa.
Doa adalah suatu percakapan bersama antara orang percaya dengan Allah Bapa. Kalau perlu saudara boleh ganggu dia sementara ia berdoa. Kalau isi doanya menyatakan bahwa Injil belum jelas, hentikan saja doanya dan jelaskan kembali segala apa yang masih kurang jelas. Kalau ia berdoa dengan menyebut bermacam-macam kesulitan pribadi dan kesulitan rumah tangga, maka hentikan saja. Sebelum Yesus diundang mendiami hatinya, ia belum mempunyai hak untuk meminta hal-hal yang lain itu dari Allah. Pada saat pelayana ini ia harus bereskan diri dengan Yesus. Pada kemudian hari ia boleh mempersoalkan hal-hal yang lain itu, dan banyak persoalan-persoalan itu akan lenyap akibat penerimaan tersebut.
Suruhlah ia berdoa terlebih dahulu. Setelah ia selesai, barulah saudara boleh menyatakan persetujuan saudara dalam doa. Jagalah diri saudara! Hanya sedikit saja yang boleh diucapkan saudara. Kalau saudara berdoa dengan panjang lebar, doa akan menghalangi dalam perkembangan imannya. Kemudian ia akan malu berdoa di hadapan orang lain karena merasa belum mengetahui ucapan-ucapan
yang baik, yaitu contoh dari saudara itu yang menjadi teladan baginya. Pakailah doa yang sederhana tanpa berputar-putar, yang terdiri dari beberapa kalimat saja. Jangan sebutkan hal-hal yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan orang yang dibimbing itu.
Langkah Peneguhan
Langkah pertama dalam tugas peneguhan ini hanya mempunyai satu maksud saja, yaitu memberikan keyakinan bahwa ia telah selamat. Setelah ia berdoa untuk menerima Yesus jelaskanlah jalan keselamatan itu sekali lagi, dan ajaklah ia berdoa untuk kedua kalinya.
Apakah sebabnya langkah-langkah meninjau kembali itu perlu? Karena dengan penerimaan Yesus itu ia telah menjadi orang baru dengan kedudukan baru. Sebelum penerimaan, ia masih digolongkan orang berdosa yang terpisah dari Allah. Sekarang ia digolongkan anak-anak Allah dan telah diberikan kedudukan baru. Ia telah selesai mempertimbangkan Injil itu, sebagai seorang yang harus memutuskan apakah ia mau selamat atau tidak. Sekarang ia memandang Injil itu sebagai yang memiliki keselamatan. Dengan mata rohaninya yang baru, ia dapat meneriksa kembali jalan keselamatan itu menjadi dasar kepastian bahwa ia telah diselamatkan melalui-Nya.
Demikian pula doa kedua merupakan jenis doa yang baru. Sebelum ia bertindak menerima Yesus, ia mempunyai "harapan." Setelah penerimaan dan tinjauan dasar kepastian itu, ia dapat berdoa dengan "iman." Sekarang sebagai suatu langkah iman, ia akan berdoa mengucapkan terima kasih kepada Yesus karena ia telah diselamatkan oleh-Nya.
Setelah ia selesai dengan pengucapan syukur kepada Tuhan -- maka tetapkanlah waktu dan tempat untuk bertemu kembali, guna menyelidiki Firman Allah dan berdoa bersama-sama.
Sudahkah Anda mulai menginjili pribadi-pribadi bagi Kristus?
Sudahkah Anda mempunyai hasil yang nyata dari pelayanan Anda?
Kalau Anda dapat menjawab "Ya!" kami hanya dapat mengucap syukur bersama dengan Anda serta mengajak Anda untuk berjalan terus, dan untuk belajar terus.
Diambil dan diedit dari:
Judul buku : Penginjilan dan Pelayanan Pribadi
Judul artikel: Membimbing Orang untuk Menerima Yesus
Penulis : W. Stanley Heath, Ph.D., M.Div
Penerbit : YAKIN
Halaman : 53 -- 59

sabda.org