- 22/07/2008 - 04:09
Falsafah Dasar Yesus Kristus Tentang Penginjilan
Submitted by novi on Jum, 16/05/2008 - 02:19.
Falsafah dasar Yesus Kristus tentang Penginjilan sebenarnya berkisar sekitar pemahaman tentang diri-Nya dan misi-Nya. Rentetan pemahaman tentang pribadi Yesus dan misi-Nya dapat dilihat dalam penjelasan di bawah ini:
- Yesus melihat diri-Nya sebagai "Pemberita Yang Diurapi Allah" (Pemberita Mesias) dengan tugas Mesianik (Lukas 4:18) yang datang untuk melakukan pekerjaan sebagai Imam Raja, Imam Besar (pemberi berkat); imam -- yang mengorbankan diri sebagai korban. Tugas Mesianik ini berhubungan dengan pekerjaan tebusan, di mana Ia telah dikhususkan untuk itu. Dari pihak Allah, Ia adalah korban anugerah untuk menebus manusia berdosa, sedangkan dari pihak manusia Ia adalah korban pengganti, yaitu mengambil tempat manusia. Dia dikutuk dan dihukum untuk menggantikan manusia (1 Petrus 2:22-24 -- banding Yesaya 53) Inilah inti berita Injil (1 Yohanes 4:10).
- Yesus melihat diri-Nya sebagai "Pemberita yang diutus" dengan suatu berita (Pemberita Rasul/Apostle) dengan tugas Apostolik. Untuk ini bacalah Lukas 4:19, yang berbicara tentang tugas Misioner/penginjilan. Tugas ini menyangkut "datang sebagai utusan Allah" dengan "Karya Pembebasan", yaitu pembebasan dalam segala bidang atau pembebasan total. Bila Yesus membebaskan, maka Ia membebaskan secara total, yaitu meliputi segi materi dan non materi manusia itu dari kuasa dosa. (Galatia 5:1) Jadi berita pembebasan Yesus itu harus bekerja dalam segala bidang pula. Pembebasan rohani, adalah kunci dalam pembebasan di segala segi kehidupan. Semua yang telah dibebaskan akan hidup dalam rahmat Tuhan (Yohanes 17:18).
- Yesus melihat diri-Nya sebagai Penyataan Kerajaan/Pemerintahan Allah. Di sini Ia melihat diri-Nya sebagai "tanda" bagi manifestasi kerajaan itu (Lukas 17:20-21).
Kehadiran Yesus di bumi adalah sebagai "tanda" bahwa kerajaan Allah memulai babak pembebasan dan penguasaannya secara baru di bumi (Matius 16:21-28; Markus 8:31 -- 9:1; Lukas 9:22-27). Dengan demikian berita penginjilan adalah berita "Kerajaan Allah", berita yang berkisar pada Alkitab; berita sekitar pribadi Yesus Kristus, dan berita Kristologis. Berita pembebasan ini bertumpu pada pribadi Yesus Kristus dan dimensinya bergerak pada batas yang berikut:
- Penyataan Kerajaan Allah adalah penyataan pembebasan Kristus yang membebaskan dari kuasa dosa. Yohanes Pembaptis menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu" (Markus 1:4) dan Yesus Kristus menyerukan: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil" (Markus 1:15). Yohanes dan Yesus memberitakan berita kerajaan itu yang dapat dibuktikan sebagai "menyatakan diri" dalam pertobatan.
Dalam pertobatan, Allah membebaskan para petobat itu dari dosa dan mengklaim kekuasaan pemerintahan-Nya atas mereka yang telah dibebaskan itu. Dalam penginjilan berita "Kerajaan Allah" datang dalam kuasa pembebasan yang diwujudkan melalui "pertobatan". Pertobatan (berita kerajaan) harus mendapat tempat dalam tugas penginjilan itu.
- Penyataan Kerajaan Allah adalah Penyataan Pembebasan Allah yang menekankan kepada "kewajiban taat" dari mereka yang telahdibebaskan. Hal in dapat diungkapkan dalam cara:
- Menyambut Kerajaan Allah -- datanglah kerajaan-Mu. Orang yang telah dibebaskan akan menggunakan kebebasan untuk memberikan kesempatan kepada Allah memerintah hidupnya (Matius 6: 10).
- "Menyaksikan" kuasa kerajaan Allah itu bekerja (Matius 6:13) yaitu dalam pengudusan, pengampunan, kecukupan kebutuhan sehari-hari, kerelaan mengampuni, bertahan terhadap pencobaan atau kejahatan (Matius 6:9-13).
- Membuktikan "kuasa kerajaan Allah" dalam pengalaman dan sikap hidup, yaitu dengan bertanggung jawab memberikan prioritas kepada-Nya (Matius 6:33). Kuasa Kerajaan Allah itu dalam hal ini akan terbukti bekerja hari ini dan di sini, menjawab tantangan hari ini dalam segala segi hidup serta menjadi landasan bagi pembebasan hari esok yang merupakan rahasia bagi manusia. Dengan demikian Penginjilan dalam falsafah Yesus, jelas berkisar sekitar diri-Nya sendiri (Kristologi) dan dinyatakan dalam pekerjaan-Nya sebagai Mesias dengan karya penebusan-Nya, sebagai Rasul dalam karya pembebasan-Nya, dan kuasa kerajaan Allah dengan kedaulatan pemerintahan-Nya yang penuh berkat.
Diambil dari:
Judul buku : Penginjilan Masa Kini
Judul artikel: Falsafah Dasar Yesus Kristus Tentang Penginjilan
Penulis : Y. Tomatala.M.DIV.,M.I.S.
Penerbit : Gandum Mas, Malang 1988
Halaman : 40 -- 42

sabda.org