Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereDoa Bagi Misi Dunia / Nigeria Tahun 2009

Nigeria Tahun 2009


Kekerasan yang pecah di kota Jos, negara bagian Plateau, telah merenggut nyawa paling sedikit dua ratus orang. Tiga belas kamp pengungsi dibentuk untuk menolong 30.000 orang yang dipaksa meninggalkan rumah mereka. Sebanyak enam belas gereja dibakar. Sebagian besar media telah menggambarkan kekerasan ini sebagai hasil pertikaian rival politik antara Islam dan Kristen dalam usaha memenangkan suara terbanyak pada pemilihan umum yang berlangsung di negara bagian ini. BBC mengatakan kekerasan ini dipicu ketika ada berita yang menyatakan Partai Rakyat Demokrasi -- yang didukung oleh mayoritas pemilih Kristen -- telah memenangkan hampir semua kursi dewan di negara bagian ini.

Bagaimanapun, pemimpin gereja mencurigai bahwa kekerasan ini dipersiapkan. Kerusuhan pecah pada Jumat pagi, 28 November, sebelum hasil Pemilihan Umum diumumkan. Sebanyak lima ratus orang ditahan dari etnis Niger dan Chad setelah kerusuhan, menurut laporan kantor gubernur negara bagian Plateau. Banyak laporan menyebutkan bahwa tersangka yang ditahan itu telah tiba di Jos 3 hari sebelum kerusuhan dimulai. BK, Uskup Kepala Gereja A di Jos, berkomentar, "Kami telah menjadi kambing hitam dan target oleh mereka yang benci mengenai sesuatu yang berhubungan dengan kekristenan di sini dan di tempat lain. Gereja di utara Nigeria membutuhkan perlindungan nasional dan internasional segera. Kami telah mengalami penderitaan ini lebih dari 20 tahun dan sekarang menjadi tidak dapat ditolerir lagi."

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buletin : Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Edisi Maret -- April 2009
Penulis : Tim KDP
Penerbit : Yayasan Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya
Halaman : 11

Pokok doa:

  • Doakan agar Tuhan menguatkan orang-orang percaya di Plateau, supaya peristiwa ini tidak membuat iman mereka goyah, melainkan lebih sungguh-sungguh berserah dan mengandalkan Tuhan.

  • Berdoa agar Tuhan menggerakkan hati umat percaya di Nigeria untuk bersehati berdoa agar terjadi pemulihan atas bangsa ini. Berdoa juga untuk orang-orang Nigeria yang berada di luar negeri agar mereka juga ikut mendoakan negara mereka dan saudara seiman mereka yang saat ini sedang menderita di Nigeria.

e-JEMMi 18/2009

Karena cacat lahir, Annabi tidak dapat berjalan, tetapi kasihnya kepada Kristus jelas terlihat. Dengan setia, ia bersaksi tentang Kristus dan berdoa untuk mereka yang sakit. Untuk membantunya dalam pelayanan, 2 orang misionaris -- dan teman-teman seimannya di Amerika Serikat -- membelikan sebuah kursi roda untuk membantunya menjelajah wilayah Nigeria yang berpasir dan terjal.

Pada Agustus, Annabi jatuh sakit dan sangat lemah, bahkan untuk mengangkat tangan pun, ia tak sanggup. Beberapa hari kemudian, ia meninggal dunia. Tiga kali ayahnya bersiap untuk memandikan dan membungkus tubuhnya sebelum dimakamkan, namun sepertinya ia tidak mampu menuntaskan tugasnya itu. Sebagai gantinya, ia memutuskan untuk menggali kuburan. Ketika ayahnya kembali ke rumah, ia mencoba untuk mulai memandikan dan membungkus tubuh Annabi lagi.

Tiba-tiba Annnabi bangun dan berkata, "Apakah engkau tahu siapa yang mengangkatku?" Dalam keadaan terkejut, ayahnya menjawab, "Saya tidak melihat siapa pun." "Yesus yang mengangkatku!" jawab Annabi. "Berita tentang kesembuhan Annabi tersebar ke desa-desa tetangga, dan Annabi menyaksikan kuasa Tuhan yang membangkitkan orang yang mati," kata Dan Ligon. (t/Novi)

Diterjemahkan dari:

Nama buletin : Body Life, edisi January 2009 Volume 27, nomor 1
Nama kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : Nigeria: Experiencing God's Power
Penerbit : 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 3

Pokok doa:

  • Berdoa untuk pelayanan Annabi, agar Tuhan memampukan dan memberkati pelayanannya, sehingga melalui pelayanannya banyak orang yang dimenangkan bagi kerajaan Allah.

  • Doakan juga untuk orang-orang yang telah dilayani oleh Annabi, agar Tuhan melembutkan hati mereka sehingga mereka dapat menerima dan percaya kepada Kristus.

  • Berdoa agar Tuhan menyatakan kuasanya lebih lagi melalui orang-orang percaya di Nigeria, sehingga melalui kesaksian hidup orang Kristen di Nigeria, nama Tuhan semakin dimuliakan.

e-JEMMi 11/2009



Sekitar lima ratus orang beragama non-Kristen ditahan karena diduga keras terlibat dalam penyerangan terhadap orang Kristen yang mengakibatkan setidaknya enam pendeta tewas di antara lima ratus korban. Sebanyak enam belas gereja juga dirusak pada kerusuhan yang terjadi di ibukota, Jos, pada tanggal 28 -- 29 November tersebut. Lebih dari 25 ribu orang juga dilaporkan telantar akibat kerusuhan tersebut, dan organisasi-organiasi kemanusiaan berjuang memberikan pertolongan dan mengubur mereka yang tewas. Christian Solidarity Worldwide (CSW) mengatakan bahwa kemarahan akan adanya kecurangan dalam perhitungan suara dalam pemilu lokal, telah dijadikan alasan untuk para penyerang tersebut merusak gereja Kristen dan membunuh banyak orang percaya secara brutal. (t/Novi)

Diterjemahkan dari:

Nama buletin : Body Life, edisi Januari 2009 Volume 27, nomor 1
Nama kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : Nigeria: Six Pastors Among 500 Killed
Penerbit : 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 1

Pokok doa:

  • Doakan orang percaya yang menjadi korban kerusuhan agar Tuhan memberikan ketabahan dan kekuatan kepada mereka, dan memampukan mereka untuk tetap lembut hati dan menjadi saksi-saksi Kristus di lingkungan tempat tinggal mereka.

  • Berdoa juga untuk setiap gereja yang menjadi korban amukan massa, agar setiap jemaat dapat mengintrospeksi diri dan tetap setia melayani serta beribadah lagi.

  • Berdoa untuk Nigeria, agar Tuhan menyatakan dan melawat bangsa ini. Kiranya kejadian ini dipakai Tuhan untuk memulihkan bangsa ini dan terbuka untuk karya Tuhan yang luar biasa.

e-JEMMi 09/2009



Ketegangan meningkat di bagian utara Yelwa, Bauchi State, Nigeria, setelah dua gereja diserang dan dirusak dalam waktu 3 hari.

Menurut laporan, kaum radikal lokal membongkar batu-batuan fondasi sebuah gereja baru milik Church of Christ in Nigeria (COCIN) di Sabin Kaura, pada hari Minggu tanggal 16 November. Komandan militer Bauchi, komisaris polisi, dan wakil gubernur mengunjungi daerah itu pada hari Senin 17 November 2008 untuk mengadakan penyelidikan lebih lanjut, dan seorang penjaga ditempatkan di sana untuk menjaga gereja baru itu. Namun, meskipun terdapat aparat keamanan, gereja Anglikan, yang berjarak 2 kilometer, dibakar pada Selasa malam tanggal 18 November 2008.

Meskipun sekarang serangan secara langsung terhadap gedung gereja telah menurun dibanding pada masa lalu, namun gereja-gereja di bagian utara Nigeria dan di kota-kota besar terus-menerus diganggu. Mereka sering kesulitan mendapatkan tanah atau memperoleh izin pembangunan. Gereja-geraja di sana biasanya dibongkar tanpa mendapatkan ganti rugi yang cukup dari pemerintah setempat. (t/Novi)

Diterjemahkan dari:

Nama buletin : Body Life, Edisi Desember 2008, Volume 26, No. 12
Nama kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : Nigeria: Two Churches Destroyed in Bauchi State
Penerbit : 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 4

Pokok doa:

  • Berdoa untuk aparat berwajib yang melakukan penyelidikan atas kasus pembongkaran gereja Church of Christ in Nigeria, agar Tuhan memampukan mereka dalam menyelesaikan kasus ini, dan dalang di balik peristiwa ini dapat segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
  • Doakan juga untuk gereja Tuhan di Nigeria yang sering mendapat tekanan-tekanan dari pihak-pihak tertentu, agar peristiwa ini tidak membuat mereka mundur dan berhenti melayani orang-orang percaya di Nigeria, melainkan membuat gereja Tuhan di Nigeria semakin bersehati, baik dalam doa maupun dalam pertemuan-pertemuan ibadah yang dilakukan di luar gereja.
  • Berdoa untuk pihak-pihak yang sering melakukan ancaman dan tekanan kepada gereja Tuhan dan umat percaya di Nigeria, agar Tuhan menjamah hati mereka dengan kasih Bapa, dan mereka mau bertobat dari dosa-dosa mereka.

e-JEMMi 06/2009