Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereNepal Tahun 2005

Nepal Tahun 2005


Di Nepal, aparat dilaporkan masih bertempur menghadapi pemberontak Maois. Aksi ini terutama banyak terjadi di daerah pedesaan, dan mengancam keselamatan penduduk daerah tersebut. Menghadapi krisis seperti ini membuat orang-orang mulai memberi tanggapan terhadap Injil. Wakil dari Talking Bibles International, Paul Hoekstra, menyampaikan bahwa pihaknya sedang digerakkan untuk memproduksi versi audio dari Perjanjian Baru dalam bahasa Lhomi (lohmee), yang dipakai oleh mereka yang tinggal di Nepal bagian Timur. "Situasi yang mereka alami sangat khas. Alkitab versi terjemahan telah diterbitkan. Perjanjian Baru telah dicetak, tapi sebagian besar dari orang-orang itu tidak dapat membaca. Jadi, untuk membuat mereka dapat mengetahui isi Alkitab, adalah dengan memperdengarkannya." Penganiayaan mungkin bisa menghalangi proses distribusi di masa mendatang. Hoekstra menjelaskan bahwa saat ini mereka bekerja dibawah pengawasan, agar tidak menarik perhatian dari para pemberontak. "Kami berharap proses produksi dapat selesai untuk 2 atau 3 bulan ke depan. Proses pembacaan dilakukan oleh seorang penduduk lokal, dari daerah Katmandu ini. Saat proses pembacaan selesai, kami akan mengemasnya, mengubah ke format Talking Bible, dan kemudian, orang-orang akan dapat membawanya kembali ke Nepal."

Sumber: CMDNet Weekly Update, August 20, 2005


  • Mengucap syukur untuk satu lagi Alkitab dalam bahasa suku yang boleh diterjemahkan. Berdoa supaya melalui pelayanan Talking Bibles International, Injil juga dapat didengarkan dalam bahasa Lhomi, khususnya bagi mereka yang tidak dapat membaca.


  • Doakan keamanan para pekerja selama mengerjakan proyek Alkitab audio serta minta penyertaan Roh Kudus bagi mereka senantiasa. Berdoa agar proses produksi bisa cepat selesai.


e-JEMMi 38/2005


Sebuah guncangan yang terjadi dalam pemerintahan Nepal bisa mempersulit pelayanan di Nepal. Sistem komunikasi akhirnya dipulihkan minggu ini, setelah raja memutuskan untuk menutup Nepal sementara waktu dan mengumumkan negara dalam keadaan bahaya, serta mengganti kabinetnya. Permasalahan berawal dari pemberontakan Mao yang terus berlanjut dan ketidakmampuan pemerintah untuk menghentikan pemberontakan tersebut. Perwakilan dari Voice of the Martyrs mengatakan bahwa ada tanda-tanda kesuraman. "Sekarang, setelah raja mengambil alih pemerintahan dan mengumumkan keadaan darurat, maka kebebasan majelis dan pers dicabut. Ada kemungkinan bahwa orang-orang Kristen juga dilarang mengadakan persekutuan. Sungguh berat mengungkapkan tentang penganiayaan-penganiyaan yang akan mereka alami selama raja kembali memegang kendali kekuasaan. Perwakilan tersebut juga mengatakan, walaupun berada dalam pergolakan, Open Doors tidak mengharapkan terjadinya perubahan besar pada pelayanannya. "Pelayanan Open Doors di Nepal tidaklah terlalu besar. Kami mempunyai beberapa kontak relasi yang bekerjasama dengan kami dalam melakukan penyebaran literatur Kristen. Sejauh ini, orang- orang Kristen di Nepal mendukung pelayanan tersebut. Karena itu terlalu dini untuk kuatir dan mengatakan apakah kondisi pemerintahan sekarang akan berdampak bagi pelayanan kami."

Sumber: Mission Network News, February 10th 2005


  • Berdoa bagi pemerintah Nepal yang baru, yang dikendalikan oleh raja, agar bertindak bijaksana dalam menjalankan pemerintahan.


  • Doakan pelayanan yang dilakukan di Nepal dan para pekerja misinya, karena perubahan dapat berpengaruh pada cara pelayanan mereka. Namun ucapkan syukur karena umat Kristen di Nepal boleh diteguhkan oleh penyertaan Tuhan bagi anak-anak-Nya.


e-JEMMi 08/2005