Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.08 Vol.16/2013 / Menjadi Penyelundup Alkitab di Penjara

Menjadi Penyelundup Alkitab di Penjara


Sebelum menjadi Kristen, BK adalah Asisten Gubernur dalam pemerintahan komunis Laos. Setelah menjadi Kristen, ia tidak dapat berhenti memberitakan Kabar Baik. Ia hanya tahu sedikit tentang iman barunya, tetapi ia tahu bagaimana mengarahkan orang-orang kepada Tuhan. Pihak berwenang berkali-kali memperingatkannya, sebelum akhirnya menahannya pada tahun 1999 dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

Mereka memasung dan memborgol kedua tangannya. BK ditahan di sebuah ruangan yang gelap, tanpa makanan dan minuman selama 7 hari lamanya. Ketika para penjaga menawarkan makanan dan minuman kepadanya, ia menolak menerimanya -- ia harus berhati-hati, karena takut kalau makanan dan minuman itu beracun. BK ditahan di sebuah sel seorang diri selama satu tahun tanpa sebuah Alkitab. Selnya dibangun dari batu dan beton, memiliki pintu besi dengan sebuah lubang kecil yang berkarat sebagai jalur keluar masuknya udara.

Setelah setahun dalam sel isolasi, BK dipekerjakan sebagai pencari kayu bakar dan membersihkan ladang. Setiap kali ia beristirahat sejenak untuk melepas lelah, seorang penjaga menodongkan senjata di punggungnya dan memakinya. BK melakukan pekerjaan mencari kayu bakar selama 10 dari 13 tahun masa hukumannya di penjara. Akhirnya, para penjaga percaya kepadanya dan membiarkannya mengumpulkan kayu bakar seorang diri. Pada hari pertama, ia mencari kayu bakar untuk dua hari. Pada hari kedua, ia berenang di aliran sungai dan berlari ke rumahnya, mengambil 5 buah Alkitab, menyembunyikannya di antara tumpukan kayu bakar, lalu membawa kayu bakar ke kamp.

Suatu hari, seorang penjaga menemukan sebuah Alkitab di tas BK. Mereka membawa BK ke kantor dan memaksanya membaca seluruh isi kitab dengan suara keras di hadapan sekelompok penjaga. Walaupun ia tidak bisa mengambil kembali Alkitabnya, tetapi BK masih menyimpan Alkitab yang lainnya. Ia juga menyelundupkan sebuah radio kecil, yang dibungkus dengan daun yang besar, saat ia membawanya masuk bersama tumpukan kayu bakar. Alkitab dan radio menolongnya bertumbuh dalam imannya. Suatu hari, para penjaga menemukan Alkitab dan radionya, serta menyitanya. Tetapi, BK tetap saja berhasil menyelundupkan lebih banyak Alkitab ke dalam penjara.

Pada bulan Januari 2012, kepala penjara berkata kepadanya, "Keluargamu begitu kuat dalam iman sehingga kekristenan berkembang luas. Itulah alasan mengapa kamu tetap di sini. Kami tidak akan membebaskanmu karena keluargamu masih mengabarkan Injil. Jika kamu ingin bebas, pulanglah ke rumah, minum-minumlah, bermain-mainlah dengan perempuan, berjudi, dan bergabunglah dalam partai seperti kami. Janganlah kamu hidup seperti sekarang; berhentilah memercayai imanmu atau kamu akan tetap miskin." BK menjawab, "Jika Anda berhenti menyembah patung emas atau perunggu, saya akan berhenti menyembah Tuhan. Jika Anda tidak mau berhenti, bagaimana mungkin Anda memaksa saya untuk berhenti?"

Pada Februari 2012, 2 tahun sebelum masa tahanannya berakhir, ia dibebaskan. Sebelum ia pergi, kepala penjara mengingatkannya untuk tidak memberitakan Kabar Baik atau berinteraksi dengan orang-orang Kristen lainnya. Saat ini, BK telah berkumpul dengan keluarganya. BK mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang Kristen untuk dukungan doa yang diberikan kepadanya selama ia di penjara. Ia juga memohon agar setiap orang Kristen tetap setia mendoakan negaranya, Laos, agar masyarakat di sana menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buletin : Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Edisi September -- Oktober 2012
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : Yayasan Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Surabaya
Halaman : 5 -- 6

e-JEMMi 08/2013