Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Mengenal KTB Kontekstual

Mengenal KTB Kontekstual


Apakah KTB Kontekstual?

Kelompok Tumbuh Bersama Kontekstual (KTBK) adalah sekelompok orang -- terdiri atas tiga sampai enam orang yang telah didiami Roh Kristus, yang bersama-sama belajar Firman Tuhan. Mereka rindu dan berkomitmen untuk bertumbuh ke arah kedewasaan penuh di dalam Kristus dengan :

  • Mempelajari Firman Tuhan bersama dengan benar.
  • Menaati Firman Tuhan yang telah dipahami.
  • Memiliki relasi dan saling mengontrol antar anggota.
  • Melipatgandakan KTBK kepada saudara seiman lainnya.

Kelompok ini disebut KTB Konstektual karena:

  • Konteks anggota sangat diperhatikan, baik kebutuhan rohani maupun kevariasian setiap pribadi.

  • Pemahaman Alkitab dilakukan secara induktif dengan menggunakan metode penafsiran konstektual.

  • Konsteks relasi kelompok antara pemimpin dengan anggota bersifat fungsional-interdependensi.

  • Pertumbuhan rohani hanya terjadi pada konteks tubuh Kristus.

  • Perencanaan program berorientasi pada tujuan dan sesuai dengan konteks kebutuhan rohani.

  • Misioner, dimana KTBK dapat dibagikan kepada orang lain dalam konteks yang berbeda.

Visi KTB Kontekstual

Visi KTB Kontekstual adalah orang-orang yang telah didiami Roh Kristus akan bertumbuh sampai pada tingkat kedewasaan penuh di dalam Kristus melalui ajaran Firman Tuhan di dalam persekutuan tubuh Kristus (Matius 28:19-20; Efesus 4:11-16).

Misi KTB Kontekstual

Adapun misi KTB Kontekstual:

  • Mendorong orang percaya bertumbuh ke arah Kristus.

  • Melengkapi orang percaya dengan pemahaman Alkitab.

  • Mengontrol orang percaya dalam ketaatan terhadap Firman Tuhan.

  • Melipatgandakan KTBK dengan mendorong setiap anggota menjadi pemimpin dalam KTBK baru.

Karekteristik KTB Kontekstual

  • Alkitabiah: KTBK didasarkan pada ajaran Alkitab dan berpusatkan pada ajaran dan pribadi Yesus Kristus sebagai kepala jemaat.

  • Kontekstual: KTBK memusatkan pada penyelidikan Alkitab secara induktif dengan metode penafsiran kontekstual (bukan intuitif atau rasional dan bukan dedukatif dengan type topikal).

  • KTBK sangat memperhatikan konteks anggota: Setiap konteks bisa berbeda kebutuhan rohani, sehingga perumusan program KTBK suatu kelompok bisa berbeda dengan kelompok yang lain. KTBK menghargai keragaman kepribadian dan fungsinya dalam tubuh Kristus.

  • Goal oriented: Maksudnya, KTBK berorientasi pada tujuan yang jelas. Tujuan KTBK harus sesuai dengan tujuan Allah bagi orang percaya, bukan tujuan manusia. Dalam menentukan tujuan KTBK secara spesifik selalu mengacu pada tujuan di atasnya yaitu gereja atau PMK, supaya tidak meleset dari kehendak Tuhan bagi umat-Nya.

  • Interdependensi: Anggota KTBK bukan independen dengan orang lain sehingga merasa tidak memerlukan orang lain. Demikian pula tidak dependen, terhadap satu orang sekalipun pembinanya. Namun, anggota-anggota KTBK saling bergantung satu sama lain sebagai bagian dari tubuh Kristus yang saling membutuhkan.

  • Misioner: Setiap anggota KTBK yang telah mengalami pertumbuhan rohani akan membagikan berkat rohani kepada orang lain dan mulai membentuk KTBK baru. Ia akan memimpin anggota lainnya dan berlipat ganda.

MENGENAL PRINSIP BAHAN KTB KONSTEKTUAL

Bahan KTB Kontekstual disusun untuk memenuhi kebutuhan rohani anggota-anggotanya. Kebutuhan ini meliputi aspek: kognitif (pengetahuan), afektif (sikap dan karakter), konatif (tingkah laku dan ketrampilan), dan relasi (hubungan).

Bahan KTB Kontekstual dirancang meliputi tiga scope:

  1. Peneguhan

    Tujuan bahan scope Peneguhan adalah mengantar anggota-anggota KTBK memiliki kehidupan iman yang teguh di dalam Kristus.

  2. Pembinaan Dasar

    Tujuan bahan scope Pembinaan Dasar adalah untuk menolong anggota-anggota KTBK bertumbuh dengan memahami dasar-dasar kekristenan.

  3. Pembinaan Lanjutan

    Tujuan bahan scope Pembinaan Lanjutan adalah menolong anggota-anggota KTBK agar dapat terus bertumbuh ke arah Kristus dan melayani Tuhan.

Setiap scope tersedia tiga pilihan bahan, yaitu:

  1. Bahan Utama (menjadi prioritas KTBK)
    Bahan Utama diambil dari kitab-kitab dalam Alkitab yang disesuaikan dengan kebutuhan dasar untuk masing-masing scope. Misalnya:
    • Untuk scope Peneguhan menggunakan Surat 1 Yohanes dan Injil Yohanes.

    • Scope Pembinaan Dasar menggunakan bahan Surat Efesus, Surat Kolose, dan Surat 1 Petrus.

    • Scope Pembinaan Lanjutan menggunakan bahan Kitab Nehemia, Markus, dan Surat 2 Timotius.

  2. Bahan Penunjang

    Bahan Penunjang adalah bahan lain yang dapat digunakan sebagai penunjang Bahan Utama KTBK. Bahan Penunjang yang ada merupakan hasil seleksi dari berbagai bahan Pemahaman Alkitab. Pemilihan dan penggunaannya disesuaikan dengan tujuan KTBK dan diserahkan sepenuhnya pada kesepakatan anggota KTBK.

  3. Bahan Referensi (lihat lampiran)

    Bahan Referensi adalah buku-buku rohani yang selektif. Bahan ini digunakan setiap anggota KTBK untuk memperkaya pengetahuan rohani dan Firman Allah dari setiap scope. Pemilihan dan penggunaan bahan berdasarkan kesepakatan anggota KTBK.

Desain bahan KTBK di atas akan membawa anggota KTB Kontekstual kepada tujuan pertumbuhan rohani yang dewasa dan sempurna di dalam Kristus (Roma 8:28).

DELAPAN PRINSIP PELAKSANAAN KTBK

  1. Berdoalah terlebih dahulu untuk setiap pelaksanaan KTBK. Mohon pimpinan Roh Kudus agar menerangi Firman-Nya.

  2. Rencanakanlah pelaksanaan persekutuan KTBK secara teratur seminggu sekali. Pergunakanlah waktu 2 jam untuk setiap pertemuan KTBK. Dengan alokasi waktu sebagai berikut: Pujian, penyembahan, dan doa selama 20 menit, PA induktif 60 menit, dan 40 menit untuk diskusi, aksi, evaluasi, dan doa.

  3. Pelajarilah terlebih dahulu bahan yang akan dibahas dalam KTBK. Hal ini akan mendukung terciptanya interaksi dan komunikasi timbal balik dalam setiap persekutuan KTBK.

  4. Aktiflah untuk membahas materi KTBK dengan bekerja sama secara seimbang antara anggota dengan pemimpin agar tujuan setiap pertemuan KTBK dapat tercapai.

  5. Disiplinlah dalam pelaksanaannya, tepat waktu dalam memulai dan mengakhiri. Disiplinlah dalam ketaatan melaksanakan aksi yang ditugaskan berdasarkan kasih Kristus.

  6. Kasihilah rekan anggota KTBK dengan saling menasihati, membangun, menegur, mengontrol, dan mendoakan, supaya semua menjadi dewasa dalam Kristus.

  7. Kembangkanlah KTBK baru. Setelah selesai KTBK ini mulailah memimpin KTBK baru dengan bahan yang sudah dipahami agar berlipat ganda.

  8. Koordinirlah semua anggota KTBK. Pemimpin berperan secara fungsional dan jadilah pendorong bagi semua anggota KTB untuk berpartisipasi secara aktif dalam setiap persekutuan.

Sumber:

Judul Buku: Seri KTB Kontekstual -- TEGUH DI DALAM KRISTUS (Surat Pertama Yohanes)
Penerbit: Tim Pelayan Persekutuan Mahasiswa Kristen Surakarta (PMKS) dan Sekolah Tinggi Teologia Gamaliel (STTG) Jl. Petir 18, Surakarta 57126

CD SABDA: Topik 17353

e-JEMMi 38/2004