Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Mengajarkan Misi di Kelas Sekolah Minggu

Mengajarkan Misi di Kelas Sekolah Minggu


Sebelum terangkat ke surga, Yesus memberikan amanat agung bagi murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil dan menjadikan semua bangsa murid-Nya. Amanat Agung ini harus kita sampaikan pula kepada setiap anak yang kita layani. Dalam kelas sekolah minggu, Anda dapat mendidik anak-anak untuk mengerti arti penginjilan dan dengan cara yang kreatif, Anda dapat mengajarkan cara-cara penginjilan kepada mereka.

Ketika tiba di Atena, Paulus sudah terbiasa dengan budaya Yunani. Sebenarnya, pengetahuannya tentang filosofi masyarakat Atena merupakan kunci yang membuka pikiran pengikutnya. Dengan mengambil contoh dari rasul besar ini, para penginjil modern harus benar-benar belajar budaya dari orang-orang yang akan mereka injili. Dengan demikian, mereka dapat melayani dengan penuh pengertian.

Guru dapat menjalin hubungan kekeluargaan dengan murid-murid mereka dan anak-anak dari budaya yang berbeda-beda dan dari tempat yang berlainan dengan menuntun mereka supaya menghargai saudara-saudara jauh mereka. Cara terbaik untuk membangkitkan minat anak-anak dalam hal budaya yang berbeda adalah dengan memperkenalkan aspek-aspeknya melalui pengalaman langsung di dalam kelas. Hal ini secara khusus menjadi penting jika anak-anak masih terlalu kecil untuk belajar geografi.

Berikut beberapa cara untuk melakukannya.

  1. Pengunjung

    Bertemu dengan seseorang dari negara lain dapat menjadikan negara tersebut menjadi "nyata" bagi anak-anak. Undanglah misionaris di gereja Anda untuk hadir di kelas Anda ketika mereka sedang cuti. Atau bisa juga Anda mengundang divisi penginjilan di gereja Anda dan para mahasiswa asing.

  2. Alat-Alat Audio Visual

    Dapatkan bahan-bahan dari perpustakaan lokal, museum, toko-toko buku, dan penyedia alat-alat belajar. Film, slide, piringan hitam, dan kaset dapat digunakan untuk menghidupkan pelajaran. Poster-poster berwarna dari biro perjalanan bisa digunakan untuk hiasan di kelas.

  3. Seni

    Tunjukkan kesenian atau kerajinan asli dari budaya yang sedang dipelajari. Pilihlah salah satu kerajinan yang dapat ditiru oleh anak-anak.

  4. Musik

    Perdengarkan rekaman musik dari daerah lain. Tunjukkan dan tirukan alat musik tersebut. Anak-anak senang belajar lagu-lagu daerah yang menggunakan gerakan tangan secara langsung.

  5. Kata-Kata

    Ajarkan kepada murid-murid Anda beberapa kata dalam bahasa yang tidak mereka kenal -- lebih tepatnya belum mereka kenal. Kata-kata itu bisa berupa nama mereka sendiri, suatu ayat Alkitab, atau suatu lagu sederhana. Tunjukkan terjemahan ayat-ayat Alkitab tersebut.

  6. Permainan

    Ajarkan kepada murid-murid Anda suatu permainan yang biasa dimainkan oleh anak-anak di daerah lain. Beberapa permainan anak-anak di Amerika juga ditemukan di negara-negara lain.

  7. Makanan dan Pakaian

    Buku-buku masakan dari daerah lain dan beberapa bahan dari divisi makanan asing di supermarket lokal dapat membantu Anda menyiapkan makanan cepat saji di kelas Anda. Buku-buku dan boneka-boneka dari daerah lain dapat dijadikan contoh pakaian.

Setelah berbagi pengalaman dengan anak-anak dari budaya lain, orang-orang Kristen muda ini akan ingin memberitakan Juru Selamat mereka kepada anak-anak lain. Untuk dapat melakukannya, persembahan rutin atau istimewa dapat dikumpulkan untuk pelayanan penginjilan.Masing-masing kelas atau anak-anak secara individu bisa tukar-menukar surat, foto, dan kaset dengan para penginjil. Hanya dengan menghadirkan misionaris ke kelas kita, kita bisa memampukan murid-murid kita bersaksi sampai ke ujung dunia. (t/Ratri)

Sumber:

Judul Buku : The Complete Handbook for Children Ministry: How to Reach and Teach Next Generation
Pengarang : Dr. Robert J. Choun & Dr. Michael S. Lawson
Halaman : 211 -- 212
Penerbit : Thomas Nelson Publishers
Kota : Nashville
Tahun : 1993

Dipublikasikan di: http://pepak.sabda.org/18/apr/2007/anak_mengajarkan_misi_di_kelas_sekolah_minggu