Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Membimbing Anak kepada Kristus

Membimbing Anak kepada Kristus


Salah satu kesempatan luar biasa yang merupakan berkat bagi para guru sekolah minggu adalah menolong anak untuk mengerti bagaimana mereka dapat menjadi anggota keluarga Allah. Dalam seluruh rangkaian pelajaran di kelas, terlebih dalam momen peringatan Jumat Agung dan Paskah, kita dapat membimbing anak-anak datang kepada Yesus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Dalam membimbing mereka, guru harus memerhatikan tingkat kedewasaan setiap anak. Usia di mana seorang anak dapat menangkap dengan tepat maksud dari keselamatan pribadi tidak dapat ditentukan, semua itu tergantung dari latar belakang anak dan juga bimbingan yang diberikan kepadanya. Berdoalah agar Roh Kudus memberi kita hikmat dan membuat kita peka akan setiap kebutuhan rohani anak. Ingatlah, keselamatan adalah pekerjaan ajaib dari Roh Kudus. Peran seorang guru adalah membimbing anak untuk mengetahui bagaimana dia dapat menjadi orang Kristen sejati.

Karena anak-anak memiliki sifat cenderung meniru apa yang dilakukan teman mereka, saat membimbing anak menerima Kristus, usahakan untuk dilakukan secara pribadi, bukan dalam kelompok besar. Rencanakanlah kesempatan untuk berbicara dan berdoa secara pribadi dengan beberapa anak yang memang benar-benar ingin lahir baru dan menjadi keluarga Allah.

Lima langkah berikut ini dapat menjadi dasar bagi para guru sekolah minggu untuk melayani anak-anak menerima Kristus sebagai Juru Selamat-Nya. Tanyakanlah kalimat di dalam tanda kutip di bawah ini untuk memastikan bahwa mereka sungguh-sungguh mengerti.

  1. Alkitab mengajarkan bahwa Allah mengasihi kamu. Pada kenyataannya, Allah memang benar-benar mengasihimu sehingga Dia ingin kamu menjadi anggota keluarga-Nya (2 Korintus 6:18; 1 Yohanes 4:9).

    "Menurutmu mengapa Allah Allah ingin kamu menjadi anggota keluarga-Nya?"

  2. Kamu dan semua orang di dunia telah melakukan pelanggaran (Roma 3:23). Kata yang digunakan dalam Alkitab untuk menyatakan pelanggaran adalah dosa.

    "Menurutmu apa yang akan terjadi kepada kita jika kita berdosa -- ketika melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah?"

    Allah mengatakan bahwa kamu telah berdosa dan orang yang berdosa harus dihukum (Roma 6:23).

  3. Karena Allah mengasihi kamu, Dia mengutus Anak-Nya untuk mati di kayu salib guna menebus dosamu. Karena Yesus tidak pernah berdosa, Dialah satu-satunya yang dapat menebus kesalahan dosamu (Lihat Roma 5:8; 2 Korintus 5:21 atau 1 Yohanes 4:14).

    "Apa yang kamu rasakan ketika kamu tahu bahwa Yesus sangat mengasihi kamu sehingga dia rela mati untukmu?"

  4. "Apa yang kamu rasakan atas pelanggaran yang telah kamu lakukan? Apakah kamu menyesali dosa-dosamu?" Katakan kepada Allah jika kamu menyesalinya.

    "Apakah kamu percaya bahwa Yesus mati untuk menjadi Juru Selamatmu?"

    Jika kamu menyesal dan jika kamu benar-benar percaya -- Allah mengampuni semua dosa-dosa kita (lihat Yohanes 1:12).

  5. "Apakah kamu tahu apa yang terjadi jika Allah mengampuni kamu?" Alkitab mengatakan bahwa ketika kamu percaya kepada Yesus, Anak Allah, kamu menerima anugerah hidup kekal (Yohanes 3:36). Ini berarti Allah bersama denganmu sekarang dan selamanya.

    "Kamu juga dilahirbarukan sebagai keluarga Allah. Apa artinya lahir baru?"

Doronglah anak-anak untuk menceritakan keputusan yang telah dia buat kepada orang tua mereka. Sesegera mungkin, kunjungi orang tua mereka dan jelaskan kepada mereka keputusan yang telah diambil anak-anak mereka dan bicarakan pula bagaimana mereka bisa membimbing pertumbuhan rohani anak-anak mereka. (t/Ratri)

Sumber:

Judul buku : Junior Teacher: Jesus is My Saviour
Penulis : GL Living World Curriculum: Children Division
Penerbit : GL Publications, Ventura, USA 1987
Halaman : 61

Dipublikasikan di: http://pepak.sabda.org/05/apr/2007/anak_membimbing_anak_kepada_kristus