Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereMeksiko Tahun 2005

Meksiko Tahun 2005


Misionaris Andrew Ferguson dan Barry Wingo tiba di Lajas pada Jumat malam untuk menghadiri pertemuan di kota pada hari Minggunya, namun pada Sabtu pagi mereka mendapat kabar bahwa jadwal pertemuan itu telah dipindahkan untuk Minggu berikutnya. Penundaan itu menambah kekecewaan kedua orang itu. Mereka ingin hadir dalam pertemuan itu dengan tujuan melakukan dengar pendapat mengenai kekuatiran dan kecurigaan masyarakat perihal alasan di balik rencana para misionaris itu untuk hidup di antara masyarakat Tepehua.

Kedua orang tersebut sebenarnya telah memperoleh kepercayaan setelah mereka dapat melakukan pembicaraan dengan para kepala desa. Para kepala desa itu sendiri telah mengisyaratkan bahwa mereka tidak merasa keberatan dengan rencana Andrew dan Barry untuk melanjutkan pembangunan rumah mereka di Lajas.

"Itulah alasan kami mempunyai harapan besar bahwa masyarakat Tepehua itu akan terus mengizinkan kami hidup di wilayahnya, sehingga satu hari mereka semua dapat mendengar Injil," tulis Andrew. "Kami akan segera menyiapkan rumah kami dan mulai tinggal di sana sekitar bulan Juni atau Juli 2006." Penundaan jadwal pertemuan itu telah menunda pula perkiraan rencana yang telah mereka buat sebelumnya. Namun Andrew dan Barry tetap bersyukur bahwa mereka dapat memantapkan tekad mereka untuk menjangkau masyarakat Tepehua bagi Kristus.

Sumber: Get Info -- New Tribes Mission, Desember 5th, 2005

Pokok Doa :

  • Doakan kedua misionaris itu agar memperoleh izin tinggal di wilayah Tepehua dan membuka kesempatan untuk memberitakan Injil- Nya kepada masyarakat setempat.
  • Berdoa supaya mereka bisa menjelaskan dengan baik tentang maksud mereka untuk tingal di Tepehua kepada masyarakat yang merasa kuatir tentang kedatangan mereka.
  • e-JEMMi 50/2005



    Sementara itu, dua wanita di Meksiko, menggunakan metode dari Bible League untuk melakukan penginjilan dan pemuridan. Mereka berdua menggunakan waktu dua hari dalam seminggu untuk mensharingkan firman Tuhan dengan tujuh keluarga. Kedua wanita itu merupakan bagian dari "Project Philip" (Proyek Filipus) yang melatih orang-orang percaya untuk memimpin pemahaman Alkitab, dan mendorong para anggotanya untuk bisa memiliki Alkitab sendiri. Karena kebenaran Alkitab menjadi pegangan bagi para keluarga ini, maka tidak mengherankan jika terjadi perubahan-perubahan yang menakjubkan. Baik secara individu maupun keluarga, mereka mengalami transformasi secara berangsur-angsur. Hasilnya dan komunitas di sekitarnya juga mengalami perubahan.
    [Sumber: Mission Network News, January 18th 2005]


    Pokok Doa:



    • Mengucap syukur untuk pelayanan yang dikerjakan oleh dua wanita Meksiko tersebut dan doakan terus untuk pelayanan penginjilan di Meksiko.

    • Berdoa untuk keluarga-keluarga lain di Meksiko yang belum mengenal kebenaran Alkitab supaya mereka juga bisa mengalami transformasi melalui kesaksian dari keluarga-keluarga yang telah dimenangkan.


    e-JEMMi 04/2005