Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.17 Vol.06/2003 / Luis Palau

Luis Palau


Luis Palau termasuk salah satu penginjil efektif di dunia saat ini. Pria berkebangsaan Argentina ini diperkirakan telah menginjili tiga juta orang lebih di 40 negara. Palau juga dianggap sebagai "Billy Graham of Latin America" -- karena sama seperti Billy Graham, Palau melakukan pelayanannya melalui radio dan televisi. Pengaruhnya di Amerika Latin sungguh luar biasa. Tujuannya adalah ketiga Republik di Amerika Latin bisa mendengar berita Injil semasa hidupnya.

Luis Palau dilahirkan di Argentina pada tahun 1934. Dia dibesarkan dalam keluarga Kristen. Sejak kecil, ibunya selalu membacakan cerita-cerita misionari dan hal itu telah menarik perhatian Palau tentang pentingnya penginjilan dunia. Namun saat menginjak dunia remaja, Palau jarang ke gereja dan menyukai "kehidupan duniawi". Pada saat diadakan Carnival Week di tahun 1951, Palau mengadakan "pembersihan hidup" dan mendedikasikan hidupnya untuk melayani Allah. Sejak saat itu, dia berhenti merokok, meninggalkan keanggotaannya dalam University Club, tidak berlangganan lagi majalah sepakbola, dsb. Palau memulai hidupnya untuk mempelajari Alkitab dan berdoa selama berjam-jam. Dia mengikuti "gospel preaching night" setiap Kamis malam di gereja Brethren. Pemimpin persekutuan ini memberikan tugas dan melatih setiap anggota kelompoknya untuk menyampaikan renungan setiap kali pertemuan. Lalu pemimpin itu memberikan kritik dan masukan. Hal ini merupakan latihan yang bagus bagi Palau.

Keterlibatan Luis Palau yang pertama kali dalam penginjilan pribadi ketika dia diberi kepercayaan untuk memimpin sebuah kelompok persekutuan anak laki-laki berusia 12 tahun. Dia merasakan bagaimana rasanya memenangkan jiwa ketika dua anak dalam kelompoknya menerima Kristus. Hal ini memantapkan dia untuk semakin terlibat dalam pelayanan penginjilan seumur hidupnya.

Namun karena kematian ayahnya, Palau harus memenuhi kebutuhan ibu dan kelima saudara perempuannya. Dia menjadi pegawai bank yang banyak menyita waktunya. Meskipun demikian, di tengah-tengah waktu luang yang dimilikinya, Palau masih terlibat dalam pelayanan penginjilan. Dia bersama dengan dua orang pemuda memulai program radio harian dan membeli sebuah tenda sebagai tempat persekutuan. Dalam persekutuan ini, Palau bertindak sebagai pengajar Alkitab dan teman-temannya menjadi penginjil. Kunci utama dari pelayanan penginjilan yang mereka lakukan adalah doa. Palau dan rekan sekerjanya mengadakan kontak doa setiap hari pada pukul 05.00 pagi dan pada setiap Jumat malam. Namun di tengah-tengah kehidupan rohaninya itu, ada saat-saat dimana dia merasakan "kekosongan" dalam hatinya. Di saat hendak menyerah, dia berusaha supaya keinginannya sendiri tidak menghalangi pemberitaan tentang kasih Allah dan keselamatan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Palau sangat dipengaruhi oleh pelayanan Billy Graham dan kehidupan Wesley, Whitefield, Finney, Moody, dan Sunday. "Mimpi saya setelah banyak mendalami Alkitab dan berdoa adalah supaya orang-orang Amerika Latin bisa dijangkau dan mengenal Kristus."

Palau meninggalkan pekerjaannya di bank saat dia bertemu dengan misionaris perwakilan dari Overseas Crusades (OC) yang memintanya untuk melayani bersama OC. Tahun 1960, dia diundang Ray Stedman ke Amerika Serikat untuk mengikuti pelatihan Alkitab di "Multnomah School of the Bible" di Portland, Oregon. Di tempat ini dia juga bertemu dengan istrinya, Pat Scofield. Setelah menyelesaikan pelatihan di "Multnomah", Palau bersama dengan Pat pergi ke Detroit untuk mengikuti pelatihan misionaris sebagai persiapan bagi pelayanan mereka dengan OC di Kolombia. Mereka juga berkesempatan untuk terlibat dalam pelayanan Billy Graham di Fresno, California, dimana Palau menjadi interpreter dalam bahasa Spanyol bagi khotbah-khotbah Billy Graham. Kemudian mereka pergi ke Costa Rica dimana Pat mengikuti sekolah bahasa. Tahun 1964 keduanya berangkat ke Kolombia sebagai misionaris.

Meskipun menyadari bahwa dia "diharapkan untuk menjadi misionaris reguler, melatih penduduk dalam pelayanan penginjilan dan perintisan gereja", Palau melihat pelayanannya sebagai batu loncatan dan ajang pelatihan bagi pelayanan penginjilan di masa depan. Pelayanannya melibatkan gereja lokal, orang-orang awam yang dilatih untuk melakukan penginjilan dan perintisan gereja dimana mereka diharapkan bisa menjadi katalis bagi pertumbuhan gereja. Untuk mendukung penginjilan kaum awam, Palau bersama dengan para misionaris OC mengadakan penginjilan di jalan-jalan -- pelayanan yang seringkali ditentang oleh pegawai pemerintah dan penganut Katolik Roma. Tahun 1965, untuk pertama kalinya Palau mengadakan penginjilan sekota di sebuah gereja Presbiterian. Setelah penginjilan tersebut, Palau merintis pelayanan konseling melalui televisi bekerja sama dengan HCJB di Quito, Ekuador.

Pelayanan televisi dan juga pelayanan penginjilan yang dilakukan Palau di Kolombia semakin memperkuat keinginannya untuk menjadi penginjil full-time yang menjangkau Amerika Latin. Tahun 1966, saat Palau memikirkan untuk melepaskan diri dari pelayanan OC dan menjadi penginjil independen, dia diminta oleh Dick Hillis, pendiri dan direktur OC, untuk pergi ke wilayah Meksiko. Palau diminta untuk melayani sebagai direktur lapangan dan mengembangkan tim penginjilan bagi pelaksanaan KKR di masa depan. Sebelum pergi ke Meksiko, Palau menggunakan kesempatan untuk mengadakan KKR besar pertamanya di Bogota, Kolombia. Ada sekitar 20.000 orang menghadiri KKR tersebut dan berratus-ratus pengunjung membuat keputusan untuk menjadi pengikut Kristus.

Menjelang tahun 1968 Palau tiba di Meksiko. Bersama dengan dua misionaris OC, Palau mengadakan 14 KKR di Meksiko. KKR terbesar dihadiri oleh sekitar 30.000 orang dan sekitar 2.000 orang memutuskan untuk menjadi murid Yesus. Dari Meksiko, Palau dan timnya pergi ke El Salvador, Honduras, Paraguay, Peru, Venezuela, dan negara-negara lain di Amerika Latin, untuk mengadakan KKR yang menarik kehadiran 100.000 orang. Perintisan gereja tetap menjadi tujuan utama. Sebagai hasilnya, gereja-gereja Injili pun berdiri kemana pun mereka pergi.

Sepanjang tahun 1970, pelayanan KKR Luis Palau terus berkembang. Palau meneruskan pelayanannya bersama OC dan pada tahun 1976 - 1978, dia menjadi Presiden OC. Menjadi presiden bagi sebuah pelayanan misi yang bermarkas di Amerika Utara bukanlah tugas yang mudah. Akhirnya pada tahun 1978, Palau mengundurkan diri dari OC dan mendirikan organisasinya sendiri: Luis Palau Evangelistic Team. Pelayanannya ini membawanya ke berbagai tempat seperti di Glasgow, Scotland, dan Madison, Wisconsin. Meskipun sebagian besar waktunya dihabiskan di Amerika Latin, Palau tidak dapat lagi membatasi pelayanannya di satu wilayah. Sekarang semua negara di dunia telah menjadi ladang misi baginya.

Diterjemahkan dan diringkas dari:

Judul buku : From Jerusalem to Irian Jaya -- A Biographical History of Christian Missions
Penulis : Ruth A. Tucker
Penerbit : Zondervan Corporation, Grand Rapids, Michigan
Halaman : 449 -- 452

e-JEMMi 17/2003