You are hereKesaksian Misi / Kesaksian Misi

Kesaksian Misi

warning: Creating default object from empty value in /home/sabdaorg/public_sabda/misi/modules/taxonomy/taxonomy.pages.inc on line 33.

Tiongkok: Pendeta Li Dexian

"Aku akan berkhotbah hingga aku mati."

Pendeta Li Dexian baru beberapa menit berkhotbah ketika petugas Biro Keamanan Masyarakat masuk ke dalam rumah. Mereka menyeret Pendeta Li keluar dan memukulinya. Hal yang sama dilakukan pula kepada orang-orang lain dalam jemaat itu.

Beta Laskar Kristus

Para remaja dapat mendengar bahwa teriakan-teriakan dan nyanyian-nyanyian makin lama makin mendekat. Seorang remaja yang lebih tua melihat dengan gugup kepada kawannya. "Orang-orang itu segera datang. Sebaiknya kita menyembunyikan anak-anak," katanya. Yang lain mengikuti apa yang dilakukannya, membantu anak-anak yang lebih kecil mencari tempat persembunyian di gedung-gedung sekitar. Kemudian mereka menyembunyikan diri.

Tiongkok: Me Ling

"Saya menyucikan hati saya dari rasa takut akan manusia, dan saya belajar untuk melihat Allah."

Me Ling masih muda ketika dia ditangkap karena aktivitas kekristenannya di negara komunis Tiongkok. Selama diinterogasi, polisi menyiksanya untuk memaksanya mengkhianati teman-temannya di gereja bawah tanah.

Pada awalnya Me Ling merasa ketakutan dan merasa tidak dapat melihat tujuan Allah menempatkannya di tempat yang mengerikan itu. Tapi kemudian dia teringat ajaran pendetanya yang mengatakan, "Penderitaan yang sesungguhnya hanya berlangsung 1 menit, dan kemudian kita akan hidup dalam kekekalan bersama Juru Selamat kita."

Remaja Penjaga Unta Disalibkan

DG adalah seorang remaja penjaga unta, tetapi ini bukan keinginannya. D ditangkap oleh tentara-tentara "agama lain" ketika desanya diserang. Usianya 7 tahun ketika dia dijual sebagai seorang budak kepada sebuah keluarga "agama lain" di Tuobon, Bahr el Gazel.

D tidak mengetahui hal utama apa yang harus dilakukan dalam merawat dan menjaga unta-unta. Bagaimanapun, dia sudah melakukan yang terbaik, tetapi yang terbaik sekalipun tidak cukup. Dipukuli adalah ketakutan terbesarnya. Suatu hari seekor unta kabur. Tuannya hanya memandang tajam kepada budak remaja ini ketika tuannya mendengar tentang berita ini, lalu berkata, "Bisa-bisanya kamu melakukannya. Kamu harus membayarnya! Kamu budak yang bodoh, harusnya aku membunuhmu sekarang!" Ancaman terlukis di wajah tuannya, tetapi ada sesuatu yang menahannya pada saat matanya yang penuh kemarahan menembus ke dalam mata D yang ketakutan.

Orang-Orang Kristen Armenia

Saat itu tahun 1915, utusan Turki memasuki daerah komunitas Armenia di kota-kota Turki dengan membawa pengumuman sebagai berikut: "Pria, wanita, dan anak-anak keturunan Armenia bersiaplah untuk dideportasi -- kecuali jika kalian mau mengenakan nama Turki, menanggalkan iman Kristen kalian dan memeluk 'agama lain'."

Georgi Vins (1928 -- 1998)

Pada tahun 1960, sekelompok pemimpin gereja (di Soviet, sebelum negara itu pecah) dipengaruhi penguasa Komunis agar mereka mau menerima sebuah undang-undang tertulis yang isinya menguatkan larangan terhadap gereja. Georgi Vins, Gennadi Kryuchkov, dan para pemimpin gereja lainnya segera membentuk satu kepanitiaan yang isinya menolak kebijakan baru pemerintah tersebut.

Pada tahun 1964, tanpa izin pemerintah setempat, Vins, Kryuchkov dan beberapa pemimpin lainnya mengadakan rapat supaya gerakan mereka melakukan kampanye "hak asasi manusia" di negara komunis itu. Para anggota gerakan ini mengirimkan daftar 170 orang Baptis yang dijebloskan ke penjara karena iman kepada Kristus -- daftar itu ditujukan kepada pemimpin pemerintahan, organisasi internasional, dan sebagainya.

Memperoleh Medali Kristus

"Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia." (Amsal 3:3-4)

Rumania: Vasile

Di negara komunis Rumania, gereja-gereja ditutup dan program tujuh tahunan telah memenjarakan para gembala untuk "menghapuskan takhayul dari bangsa". Mengetahui hal tersebut, ketika Vasile dan istrinya mulai mengadakan lagi pertemuan gereja di rumah kecil mereka, mereka sudah menyadari risiko yang tidak terhindarkan karena akan senantiasa diawasi oleh pemerintah. Setiap malam Vasile berdoa, "Tuhan, jika Engkau mengetahui bahwa beberapa tahanan memerlukan bantuanku, kirimkanlah aku kembali ke penjara." Istrinya gemetar pada saat ia dengan agak lirih dan kurang tegas mengucapkan, "Amin."

Ia Akan Memampukanku untuk Menanggungnya

Rose Allen melompat dari tempat tidurnya dan mengintip ke luar jendela. Di sana, di depan pintunya, berdiri seorang kepala polisi, dua orang petugas polisi, dan segerombolan orang yang sedang membawa obor. Mereka sedang berbicara kepada ayahnya di anak tangga pintu. Ia menatap pada jam di atas rak pada perapian. Pukul 02.00 dini hari.

Ibu dari Rose, Alice Munt, telah terbangun pula oleh gedoran yang keras pada pintu. "Ada apa, Rose?" Ia berbisik.

Isaac Feinstein (Meninggal Tahun 1941)

Seperti pendeta Richard Wurmbrand, Isaac Feinstein adalah seorang Yahudi Rumania, seorang evangelis yang aktif dan perintis gereja. Ia juga menjabat sebagai editor pada sebuah majalah Kristen. Para rekan sekerja menggambarkan ia sebagai seorang yang berkhotbah dengan penuh semangat dan seorang penyanyi hebat yang mampu menarik banyak orang saat berkhotbah.

Feinstein berumur 37 tahun ketika Perang Dunia II pecah. Saat itu ia akan memimpin konferensi di Jassy, Rumania. Kota Jassy berada dalam keadaan gawat darurat. Kemudian ia mengunjungi temannya di Bucharest. Temannya menasehati ia supaya ia tidak kembali ke kota Jassy.