Kesaksian Misi

Penginjil dari George Street

Kisah ini bermula beberapa tahun yang lalu di sebuah gereja Baptis di Bournemouth, Inggris. Pada suatu malam, seorang pendeta, Dr. Francis Dixon, meminta seorang pria yang bernama Peter untuk memberikan kesaksiannya.

Kebangunan Rohani di Tengah Aniaya (Sudan)

Tak ada negara lain di seluruh dunia di mana begitu banyak warga agama-lain berpindah agama menjadi orang Kristen. Di negara Sudan (sebelah selatan Mesir) ini, warga Kristen hanya berjumlah sekitar 20% dan umumnya tinggal di wilayah selatan bersama dengan warga pribumi lainnya yang masih mempunyai kepercayaan animisme.

Layanan Kesehatan Gratis

Chris Isichei adalah seorang dokter. Setelah menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya, ia berkomitmen menggunakan kemampuannya sebagai dokter untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerahnya, terutama masyarakat miskin

Layanan Kesehatan Gratis untuk Orang Miskin, Memberitakan Injil, di Tengah Ketegangan M -- Kristen

Para Dokter Menawarkan Layanan Gratis kepada Orang-Orang Miskin, untuk Menyatakan Injil serta Mengendurkan Ketegangan antara Umat M dan Kristen

Sejak 2001, bentrokan antara M dan Kristen di Jos, Nigeria telah melukai dan semakin memisahkan dua kelompok populasi yang berbeda jauh. Namun, hal tersebut tidak menghentikan seorang dokter Kristen dan istrinya untuk membawa sentuhan penyembuhan Yesus kepada mereka yang termiskin dari yang miskin -- baik mereka beragama Kristen atau M.

Chris Isichei percaya kepada Kristus pada tahun terakhirnya di Sekolah Menengah Atas setelah adiknya mengundangnya untuk melihat pemutaran film Kristen tentang anak yang hilang. Saat ia berdiri di luar ruangan di tempat proyektor dan layar didirikan, ia merasa Tuhan berkata di dalam hatinya, "Inilah hidupmu."

Penginjilan: Suatu Perintah yang Harus Dilakukan

Tuhan, Engkau memerintahkan saya untuk pergi dan memberitakan Injil. Kiranya Engkau berbelas kasihan kepada saya yang malang ini, dan memberi hati yang mengasihi orang berdosa serta ketaatan untuk melakukan perintah-Mu ini.

Saya bersyukur untuk kesempatan yang diberikan untuk menulis artikel mengenai penginjilan ini. Dalam kesempatan ini saya ingin membagikan pengalaman pergumulan melakukan penginjilan pribadi dalam kehidupan pekerjaan di Singapura. Setelah tujuh belas tahun hidup di negara ini, saya makin menyadari bahwa kehidupan di sini sangat dipenuhi dengan ambisi untuk mengejar hal-hal materi. Suatu kehidupan yang menawarkan bahwa tujuan hidup manusia yang tertinggi adalah mencari uang sebanyak-banyaknya. Dosa perjudian telah ditutupi dengan bangunan-bangunan yang mewah, dosa homoseks telah menjadi suatu kewajaran yang harus diterima atas nama hak asasi manusia, dan dosa gaya hidup duniawi seperti sesuatu yang harus dilakukan sebagai syarat mutlak untuk diterima menjadi orang modern. Memang benarlah apa yang Kitab Suci katakan, ”Lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan itu.”Celakalah kita yang masuk pintu dan ikut jalan itu!

"Suriati Lilin Tanan" Wanita Pertama yang Mendarat di Suku Wana

"Mereka mulai mengelilingiku, memegang rambutku dan menarik-nariknya, mengelus-elus kulitku, mereka nampak begitu heran melihat aku seakan-akan aku adalah mahkluk asing dari bulan.."

Januari 2016, Suriati tiba di Morowali, Sulawesi Tengah. Ia ditemani Intan, mereka adalah guru taman kanak-kanak. Dikawal beberapa rekan dan orang Wana sebagai pemandu, pagi-pagi sekali mereka memulai pendakian dari pos pertama di kaki gunung. Sesekali bertemu trek yang terjal, atau menuruni jalan yang jalan yang curam, lalu menyeberangi sungai-sungai.
Dalam perjalanan kadang berpapasan dengan laki-laki Wana yang sedang berburu atau mencari makanan di hutan dengan tombak di tangan sambil menggendong keranjang bambu di punggung mereka. Dengan rasa ngeri Suri memperhatikan raut wajah mereka yang menyeramkan dengan rambut panjang dan janggut yang tumbuh tak beraturan.
Setelah pendakian yang berat, menjelang senja mereka tiba di suatu tempat bernama Palemoro di tepi aliran sungai, arusnya sangat deras dan berbahaya untuk diseberangi. Mereka mengambil jalur alternatif dengan melipir tebing, lalu dengan sulur-sulur pohon yang menjuntai di atas sungai mereka berayun ke seberang.
Beberapa waktu kemudian mereka tiba di pedataran yang ditumbuhi alang-alang. Perlahan Suri mulai mengatur nafasnya yang terengah-engah sambil menyeka keringat di wajah. Pandangannya tertuju ke arah rumah kayu besar beratap daun dimana terdapat puluhan anak-anak yang berdiri di depan menatap ke arahnya dengan tak berkedip.

Kerinduan Pelayanan Misi

Ditulis oleh Ayub

Satu hal yang begitu saya sadari dan terus ingin saya sadari, bahkan saya pergumulkan dengan porsi yang banyak adalah panggilan Allah kepada saya sebagai orang percaya untuk membawa berita Injil kepada jiwa-jiwa atau ke dalam lingkup yang lebih besar lagi, yaitu bangsa-bangsa. Saya belajar jika Injil sesegera mungkin harus disampaikan karena sifatnya yang urgent, Injil adalah kabar baik yang diperlukan untuk semua orang. Hari ini, saya melihat fakta jika banyak gereja mulai tidak peduli dan memalingkan muka dari misi Allah ini. Namun, Injil harus segera diberitakan sejauh mungkin yang bisa kita jangkau.

Dibebaskan oleh Kemurahan

Seorang gadis kecil bernama Alani merasakan sakit yang luar biasa di sekitar perutnya, sampai-sampai ia tidak dapat makan. Awalnya, orang tuanya membawa gadis ini ke RS dan di sana, mereka menghabiskan banyak uang untuk melakukan tes kesehatan terhadapnya, tetapi dokter di sana tidak dapat menemukan penyakit pada tubuh gadis ini.

Hidup yang Dijalani dengan Baik

Sering kali, Tuhan menghadirkan pribadi-pribadi luar biasa untuk memberi pengaruh positif yang dapat mengubah keluarga, teman-teman, komunitas, budaya, bahkan dunia yang ada di sekitar mereka. Salah satu dari pribadi-pribadi yang luar biasa itu adalah Doming Lucasi.

Penganiaya Menjadi Saksi Kristus

"Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman." (1 Timotius 1:13)