Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Kapan Kita Memerlukan Revival?

Kapan Kita Memerlukan Revival?


Berikut ini adalah 50 "gejala" kebutuhan lawatan baru dari Roh Kudus!!

Kita Membutuhkan 'REVIVAL' (Kebangunan Rohani) ...

... ketika kita tidak mengasihi Dia seperti yang dulu kita lakukan.

... ketika kepentingan dan kesibukan duniawi lebih penting bagikita daripada kekekalan.

... ketika kita lebih suka melihat televisi, membaca buku dan majalah sekuler daripada membaca Alkitab dan berdoa.

... ketika kita lebih suka menghadiri aktivitas sosial atau jamuan makan malam di Gereja daripada menghadiri persekutuan doa.

... ketika konser lebih menarik daripada persekutuan doa.

... ketika kita hanya memiliki sedikit keinginan atau bahkan tidak memiliki keinginan sama sekali untuk berdoa.

... ketika kita lebih suka menerima uang daripada membagikan uang.

... ketika kita memilih orang yang tidak memenuhi standar Alkitab dan menempatkannya sebagai pemimpin di gereja kita.

... ketika kehidupan Kekristenan kita tidak memiliki sukacita dan semangat.

... ketika kita mengetahui kebenaran di dalam benak kita namun tidak menerapkan kebenaran itu dalam hidup kita.

... ketika kita hanya memiliki sedikit usaha untuk bersaksi bagijiwa yang tersesat.

... ketika kita punya waktu untuk olah raga, rekreasi dan hiburan, tetapi tidak ada waktu untuk mempelajari Alkitab dan berdoa.

... ketika hati kita tidak lagi tergetar saat mendengar Firman Allah.

... ketika khotbah tidak lagi menyadarkan akan dosa kita atau membuat kita bergumul karena tidak ada api dan urapan Roh Kudus yang membakar semangat rohani.

... ketika kita jarang memikirkan kekekalan.

... ketika umat Allah lebih memperhatikan pekerjaan dan karir daripada Kerajaan Kristus dan keselamatan orang yang terhilang.

... ketika umat Allah berkumpul bersama dengan sesama umat percaya.iman, namun pembicaraan utamanya adalah berita TV, cuaca, olah raga dan tidak membicarakan tentang kekekalan.

... ketika pelayanan gereja dapat diramalkan dan dianggap sebagai rutinitas biasa.

... ketika sesama saudara seiman saling berselisih dan tidak merasa perlu untuk mengadakan rekonsiliasi.

... ketika suami dan istri Kristen tidak lagi memiliki waktu untuk berdoa bersama.

... ketika pernikahan adalah simbol kasih tapi tidak lagi dipenuhi oleh kasih Kristus.

... ketika anak-anak kita bertumbuh dan mulai mengadopsi nilai-nilai dunia, filosofi sekuler, dan gaya hidup orang-orang yang tidak mengenal Tuhan.

... ketika kita lebih memperhatikan pendidikan dan kegiatan atletik/sosial anak-anak kita daripada memperhatikan kebutuhan jiwanya.

... ketika dosa di gereja disembunyikan/ditutup-tutupi.

... ketika dosa-dosa yang kita sadari tidak segera dibereskan dengan proses disiplin alkitabiah untuk memperbaiki kehidupan rohani.

... ketika kita mentolerir 'dosa kecil' seperti gosip, kritikan, dan kurangnya kasih.

... ketika kita mulai suka melihat sajian yang tidak kudus dalam TV dan film-film bioskop.

... ketika puji-pujian kita naikkan dengan setengah hati dan penyembahan kita berikan dengan tidak tulus.

... ketika doa kita merupakan kata-kata kosong yang dibuat sedemikian rupa untuk membuat orang lain terkesan.

... ketika doa-doa kita kurang bersungguh-sungguh.

... ketika hati kita beku dan mata kita kering.

... ketika kita tidak lagi melihat bukti dari kuasa supranatural Allah.

... ketika kita berhenti menangis, meratap dan bersedih atas dosa kita dan dosa orang lain.

... ketika kita menghadapi hidup dengan kekristenan yang masuk akal dan biasa-biasa saja.

... ketika kita bosan untuk menyembah Tuhan.

... ketika orang harus diberi hiburan agar tertarik ke gereja.

... ketika musik dan pakaian kita mulai mengikuti pola dunia.

... ketika kita mulai cocok dan beradaptasi dengan dunia daripada mengajak dunia untuk mengadaptasi standar kekudusan Allah.

... ketika kita tidak memiliki kerinduan untuk berkumpul dan bersekutu dengan sesama umat Allah.

... ketika orang harus diminta dan dimohon untuk memberi dan melayani di gereja.

... ketika pemberian kita diukur dan dikalkulasi, tapi pemborosan kebutuhan pribadi dianggap sudah sewajarnya.

... ketika kita tidak lagi melihat orang-orang yang terhilang dibawa pada Yesus.

... ketika kita tidak melatih iman dan percaya kita pada Allah sebab dianggap mustahil.

... ketika kita lebih memperhatikan apa yang dipikirkan orang tentang kita daripada apa yang Allah pikirkan tentang kita.

... ketika kita tidak tergerak oleh kenyataan bahwa 2,5 milyar orang di dunia ini belum pernah mendengar nama Yesus.

... ketika kita tidak tergerak untuk memikirkan tetangga, relasi bisnis dan sahabat yang terhilang dan tanpa Kristus.

... ketika dunia di sekitar kita tidak tahu atau tidak peduli akan keberadaan kita.

... ketika kita tidak tampil beda atau hanya membuat sedikit perbedaan dengan dunia sekuler di sekitar kita.

... ketika api semangat hilang dari dalam hati, perkawinan, dan gereja kita.

... ketika kita buta akan kebutuhan kita dan tidak pernah berpikir bahwa sebenarnya kita membutuhkan REVIVAL (kebangunan rohani).

Sumber: Nancy Leigh DeMoss; "When Do We Need Revival?, Fifty Evidences of the Need for a Fresh Visitation of the Spirit in Revival" [Untuk versi bahasa Inggris, minta ke saya ]

Mari kita bersama mengoreksi diri kita pribadi secara jujur. Apakah kita punya atau kehilangan semangat 'REVIVAL' dalam kehidupan kita? Marilah kita menyediakan diri untuk mau menerima kebangunan dari Roh Kudus! Dan marilah kita hidup dalam kemenangan dan sukacita melayani Tuhan dan jiwa-jiwa yang terhilang.

e-JEMMi 01/2001