Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereProfil Bangsa / Kamboja, Asia Tenggara

Kamboja, Asia Tenggara


Populasi: 13.995.904 Kepala Pemerintahan: Perdana Menteri Hun Sen Agama: Buddha 82,6%, Tradisional Tiongkok 4,7%, Kristen 1,2%, lain-lain 11,5% Peringkat Penganiayaan: - Jumlah Kelompok Teroris: 2 Tindakan Terorisme: 59; Korban: 77 Persentase Korupsi: 79% Persentase Rakyat Miskin: 40%

Lokasi

Kerajaan Kamboja, dulunya dikenal dengan nama Kampuchea, adalah sebuah negara di Asia Tenggara yang jumlah penduduknya hampir mencapai angka 14 juta. Negara ini berbatasan dengan Thailand di sebelah barat, Laos di sebelah utara, dan Vietnam di sebelah timur. Di sebelah selatan, Kamboja berbatasan dengan Teluk Thailand. Kondisi geografis Thailand didominasi oleh Sungai Mekong dan Tonlé Sap, sumber penghasil ikan yang sangat penting. Hampir seluruh Kamboja berada dekat dengan permukaan laut, akibatnya aliran air Sungai Tonlé Sap berbalik pada musim penghujan, membawa air dari Mekong ke Danau Tonlé Sap dan daerah banjir sekitarnya.

Terorisme

Kemampuan Kamboja untuk melakukan penyelidikan terhadap aktivitas teroris dibatasi oleh kurangnya pelatihan dan sumber daya. Tidak adanya peraturan yang komprehensif di dalam negeri untuk memerangi terorisme juga menghambat kemampuan pemerintah dalam menangkap dan menghukum teroris. Namun demikian, para pejabat tinggi Kamboja menunjukkan komitmen yang kuat untuk melawan para teroris. Perbatasan yang tidak dijaga ketat dan korupsi yang merajalela dapat membuat Kamboja rawan diserang teroris. Pemerintah Kamboja percaya bahwa kelompok Pejuang Kemerdekaan Kamboja (PKK), yang melakukan serangan pada bulan November 2000 yang menimbulkan korban delapan jiwa, masih dapat mengulangi aksinya lagi di Kamboja. Pemimpin kelompok ini telah ditangkap di California, Amerika Serikat, pada tahun 2005. Pemerintah Kamboja bekerja sama dengan Badan Intelijen AS (FBI) mengadili pemimpin PKK di Amerika Serikat. Pemerintah Kamboja juga menyanggupi permintaan pemerintah Amerika Serikat untuk mengawasi jaringan-jaringan teroris dan kelompok-kelompok yang ditengarai mendukung serta membiayai aksi-aksi terorisme.

Agama

Seorang warga negara Kamboja biasanya disebut dengan orang Khmer, meski kemudian istilah tersebut merujuk pada etnis Khmer. Mayoritas orang Kamboja adalah penganut agama Buddha Theravada versi Khmer, namun di Kamboja juga terdapat etnis Cham yang umumnya beragama Islam, etnis Tionghoa, Vietnam, dan suku-suku pedalaman yang masih memeluk animisme. Dari seluruh populasi Kamboja, diperkirakan 82,6% beragama Buddha, hanya 1,2% di antara populasi Kamboja yang Kristen.

Tantangan Untuk Orang Kristen

Kelompok ekstremis Marxis Khmer Merah mengambil alih kekuasaan Kamboja pada tahun 1975. Pada tahun-tahun berikutnya, terjadilah apa yang dicatat sebagai salah satu pembantaian terkeji dan paling brutal yang terjadi pada abad ke-20. Di bawah pemerintahan Pol Pot, satu dari delapan penduduk Kamboja tewas karena perang, kelaparan, atau dihukum mati.

Tentara Vietnam melengserkan Khmer Merah pada tahun 1978, namun perang saudara terus berkecamuk hingga tahun 1991 dan pasukan Khmer Merah terus melakukan perang gerilya. Pasukan Khmer Merah menyerahkan diri pada tahun 1998, namun stabilitas negara Kamboja belum dapat dipulihkan. Kelompok Khmer Merah ingin menyapu bersih semua agama -- mereka membunuh 90% biarawan Buddha dan orang-orang Kristen. Pada tahun terakhir ini, kebijakan dan tindakan pemerintah cenderung membebaskan orang beribadah. Meskipun pada tahun 2007 kembali dikeluarkan peraturan yang melarang penginjilan dari rumah ke rumah, namun kelompok-kelompok misionaris asing secara umum dapat bekerja dengan bebas di Kamboja dan tidak mendapat kesulitan yang berarti dalam menjalankan pekerjaan mereka.

Pokok Doa:

  1. Doakan pemerintah Kamboja agar memiliki hukum yang jelas dan tegas dalam menindak kejahatan terorisme. Untuk itu, doakan juga agar pemerintah mampu menyediakan sumber daya manusia dan pelatihan yang memadai sehingga dapat menangani masalah ini dengan baik.

  2. Pembantaian yang terjadi pada tahun 1975 -- 1979 telah meninggalkan bekas luka yang dalam di Kamboja. Doakan supaya rakyat Kamboja memperoleh kesembuhan batin dan kedamaian di dalam penderitaan mereka. Doakan juga bagi mereka yang mengasuh jutaan anak yatim piatu dan janda yang kehilangan keluarga mereka.

  3. Industri seks di Kamboja meningkat dengan tajam -- sepertiga dari seluruh pelacur adalah anak-anak. Berdoalah kepada Tuhan supaya industri ini dipatahkan dan anak-anak yang dipaksa melacur dapat dibebaskan.

  4. Bersyukur kepada Tuhan karena sejak 1990, pintu telah terbuka bagi orang Kristen untuk mengabarkan Kabar Baik di Kamboja. Kini semakin banyak jemaat Tuhan di Kamboja. Doakan supaya mereka juga mendapat kesempatan untuk dimuridkan.

  5. Berdoalah bagi gereja di Kamboja, yang telah melewati masa penganiayaan yang terburuk. Doakan untuk dukungan dan kerja sama di antara pemimpin-pemimpin gereja dan denominasi yang berlainan. (t\Benny)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Window International Network
Judul asli artikel : Cambodia, Southeast Asia
Penulis : Tidak dicantumkan
Alamat URL : http://www.win1040.com/countries/cambodia.htm