Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.12 Vol.04/2001 / Kamboja

Kamboja


Luas: 182.000 km2. Negara yang banyak mempunyai hutan, dan terletak di sebelah barat daya Indo-Cina di sungai Mekong.

Penduduk: (1995) 9.205.000.

Suku-bangsa : Orang Khmer 85,2 persen.

Bebas buta huruf: 48 persen.

Bahasa nasional: Bahasa Khmer.

Ekonomi

Potensi pertanian yang besar, tetapi berubah menjadi keadaan sekadar untuk menyambung hidup karena perusakan tanah, pembantaian penduduk akibat perang, pengasingan politik, dan birokrasi sosialis. Kegiatan ekonomi yang utama dijalankan berkat bantuan dari luar negeri dan kehadiran militer PBB yang besar-besaran.

Politik

Negara ini menjadi korban perang Vietnam yang tragis (1970-1975), sehingga membuka jalan bagi Khmer Merah berhaluan Marxis ekstrem untuk mengambil alih pada tahun 1975. Hal ini diikuti oleh salah satu pembantaian yang paling kejam pada abad ini. Hampir semua anggota militer lama, pegawai negeri, dan orang-orang yang berpendidikan serta keluarga mereka dibunuh, dan bangsa ini berubah menjadi kamp kerja paksa yang luas. Tentara Vietnam mengusir Khmer Merah pada tahun 1978, tetapi perang saudara antara 4 pasukan yang bertempur dengan dukungan negara-negara adi-kuasa berkecamuk hebat sampai tahun 1991. Pemilu di bawah pengawasan PBB diadakan pada bulan Mei tahun 1993 meskipun ada perlawanan dari Khmer Merah.

Agama

Agama Budha (87%) telah menjadi agama nasional sejak abad ke-15. Khmer Merah berusaha menghapuskan semua agama. 90% imam Budha dan banyak orang Kristen dibinasakan. Sejak th. 1978 toleransi lebih nampak, tetapi baru sejak th. 1990 orang Kristen diijinkan untuk berbakti secara terbuka, tetapi dianggap sebagai warga negara kelas dua.

Tidak beragama/lain-lain 7 persen, terutama Marxis.

Animisme 2,7 persen, terutama suku-suku terasing.

Islam 2,9 persen, terutama suku Cham.

Kristen 0,38 persen.

Katolik 0,28 persen.

Pokok Doa:

  1. Sejak tahun 1923, Gereja Kamboja telah berjuang lama untuk bertahan. Hanya ada 700 orang percaya dalam gereja-gereja injili pada tahun 1970, tetapi menjelang tahun 1975 jumlah ini telah berkembang menjadi 9-12 ribu, namun hanya 2.000 yang dapat lolos ketika pembantaian terjadi. Pada peristiwa itu banyak penduduk yang melarikan diri ke kamp pengungsian di Thailand, di mana banyak orang di antara mereka menjadi percaya kepada Tuhan. Sejak tahun 1990 gereja di Kamboja memunyai lebih banyak kebebasan untuk di daerah Phnom Penh, yang lain ada di sekitar Battembang dan di antara suku Mnong. Gereja-gereja baru yang mudah goyah membutuhkan doa:

    1. Agar terbebas dari manipulasi dan campur tangan pemerintah, dan diberi kebijaksanaan dalam menghadapi para penguasa.

    2. Untuk pemimpin-pemimpin yang terlatih; kurangnya kedewasaan menyebabkan pertikaian, perpecahan, dan penyelewengan bantuan keuangan dari berbagai lembaga Barat. Doakan juga untuk satu sekolah Alkitab di Phnom Penh.

    3. Untuk kesaksian keluarga-keluarga Kristen yang efektif di tengah suatu bangsa yang kehilangan kesatuan keluarga, kepercayaan, dan kasih. AIDS menambah kesengsaraan bangsa, karena menyebar dengan cepat di ibu kota.

    4. Untuk pelayanan bagi kebutuhan rohani dan emosi dari orang percaya maupun penginjilan bagi orang non Kristen.

  2. Pelayanan media masa Kristen yang perlu didoakan:

    1. Literatur. CMA telah menerjemahkan berbagai macam bahan literatur dan terus melakukannya. Ada kebutuhan yang besar untuk bahan-bahan pengajaran karena ajaran-ajaran palsu terus berkembang sementara pintu-pintu terbuka lebih lebar; sedikit sekali orang percaya yang memunyai latar belakang pengetahuan Alkitab yang cukup untuk menentang pengajaran palsu tersebut. UBS dan lembaga-lembaga lain sedang menyediakan Alkitab dalam bahasa Khmer. Terjemahan baru PB dalam bahasa Khmer selesai pada tahun 1993. Bagian-bagian Firman Tuhan terbitan SGM dihargai di mana-mana.

    2. "Film Yesus". Tersedia dalam bahasa Khmer dan Vietnam, tetapi belum digunakan secara luas.

    3. Kaset-kaset. GRN memunyai rekaman pesan-pesan firman Tuhan dalam 11 bahasa.

    4. Radio. Berdoalah untuk buah-buah yang kekal dari siaran FEBC Manila dalam bahasa Khmer (2 jam per hari) dan dalam bahasa Vietnam (3,5). AOG juga menyiarkan dalam bahasa Khmer dari Guam. Pelayanan ini telah menghasilkan kaset-kaset pengajaran yang sangat berguna. FEBC merencanakan untuk mendirikan studio rekaman di ibu kota.

Bahan diringkas dari sumber:

Judul buku : Doakanlah Asia!
Penulis : Patrick Johnstone
Penerbit : Yakin dan WEC, 1995; WEC International, 2001
Alamat URL : http://www.operationworld.org/

CD-ROM SABDA [Nomor Topik: 18919]

e-JEMMi 12/2001