Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.04 Vol.14/2011 / Juru Minum Bagi Raja Yang Agung

Juru Minum Bagi Raja Yang Agung


"Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana." (Nehemia 1:9) Kehancuran Yerusalem dan penderitaan yang dialami orang-orang Israel merupakan kesedihan besar bagi Nehemia. Kesedihan Nehemia ini membuat ia tumbuh sebagai seorang anak Bangsa yang berani dan mampu memimpin kembali pembangunan tembok Yerusalem. Nehemia tahu dan sadar akan kesalahan dan dosa yang telah diperbuat oleh orang-orang Israel dan keluarganya sendiri. Kesedihan Nehemia tidak berakhir menjadi kesedihan semata, tetapi berkembang menjadi suatu doa dan pergumulan (Nehemia 1:5-11), agar kaum keluarga dan bangsanya berbalik kepada Allah dan memohon pengampunan dari Allah untuk mereka. Kehancuran Yerusalem bukan hanya menimpa fisik dari kota itu, tetapi juga melambangkan kehancuran dan kemerosotan spiritual dan karakter.

Nehemia, sang juru minum raja Arthasasta, bukan hanya berdoa bagi kaum dan bangsanya, tetapi ia juga memiliki visi (Nehemia 2:3) untuk membangun kembali tembok Yerusalem dan mengembalikan kota Yerusalem serta hati umat Israel kepada Allah. Keberanian Nehemia (Nehemia 2:5) untuk berbicara kepada raja secara terus terang tentang keadaan bangsanya, merupakan gambaran sifat kepemimpinan yang muncul dari Nehemia. Nehemia tahu bahwa ia tidak akan mampu membangun kembali Yerusalem jika ia tidak melibatkan orang lain (Nehemia 3). Ia mulai mengumpulkan dan mempersiapkan orang-orang Israel untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Ketika pembangunan tembok mulai berjalan, Nehemia juga mewaspadai serangan yang datang dari luar dan memerhatikan keluhan-keluhan yang muncul (Nehemia 4-5). Perhatian pada hal-hal inilah yang membuat kepemimpinan Nehemia semakin mantap dalam mencapai visinya.

Dalam waktu 52 hari (Nehemia 6:15), Nehemia sudah selesai membangun kembali tembok Yerusalem. Tidak sampai di situ saja, Nehemia juga mengatur keadaan kota (Nehemia 7:1-3) sehingga ada waktu untuk membuka dan menutup pintu, dan penjagaan terhadap kota terus dilakukan dengan baik.

Nehemia sadar, bagian terpenting dari misinya yaitu agar hidup orang-orang Israel kembali dekat kepada Allah (Nehemia 8-9) yang telah menuntun mereka keluar dari Mesir. Bersama-sama dengan Ezra, mereka mulai menetapkan ibadah dan memungkinkan pembacaan kitab-kitab Taurat. Lebih dari itu, orang-orang Israel juga berdoa, berpuasa, dan mengaku dosa-dosa mereka di hadapan Allah.

Beban Nehemia bagi bangsanya sendiri telah melahirkan visi yang besar untuk mengembalikan kota Yerusalem seperti semula dan menuntun hati orang-orang Israel berbalik kepada Allah. Nehemia bukanlah seorang pemimpin agama. Ia juru minum raja Arthasasta, tetapi beban yang begitu besar dan tuntunan Allah membuat Nehemia menjadi seorang Anak Bangsa -- diutus kembali menjadi juru minum bagi Raja yang agung untuk menyelamatkan umat kepunyaan-Nya. Jika seorang juru minum dapat melakukan hal seperti ini, bagaimana dengan Anda?

Tuhan telah menjadikan Anda lebih dari sekadar seorang juru minum, dan kesedihan bangsa Indonesia di masa kini begitu besar. Lebih dari 400 suku berteriak-teriak minta tolong, "Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami!" (Kisah Para Rasul 6:9b) Mereka belum mengenal Kristus, mereka belum dapat bertumbuh dalam iman karena tidak ada Alkitab dalam bahasa yang paling mereka pahami, dan gereja Tuhan belum berdiri di tempat di mana mereka berada. Maukah Anda menjadi juru minum bagi Raja yang agung itu? Agar setiap suku bangsa di Indonesia mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah Bapa! (Filipi 2:11)

Bahan diambil dari:

Nama buletin : Berita Kartidaya Edisi 1/2008
Judul artikel : Juru Minum Bagi Raja yang Agung
Penulis : Marnix Riupassa
Penerbit : Yayasan Kartidaya
Halaman : 2 -- 3

e-JEMMi 04/2011

SANGAT MENARIK ! ka Anex ini saya Novayanto