Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.35 Vol.11/2008 / Jenazah Pilot Ama Dibawa ke Wamena

Jenazah Pilot Ama Dibawa ke Wamena


Kondisinya Utuh, Pesawat Terbelah Tiga

(Pemakaman Tunggu Kedatangan Dua Putranya dari Amerika)

SENTANI -- Setelah sebelumnya gagal diangkat lantaran cuaca buruk, akhirnya jenazah pilot David Craig Clapper berhasil dievakuasi Selasa (12/8) kemarin oleh tim evakuasi yang tergabung dalam tim Sarnas dan Paskhas. Seperti diketahui, Dave -- panggilan akrab sang pilot naas itu, tewas setelah pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) jenis Pilatus PC-6 dengan nomor penerbangan PK-RCZ yang diterbangkannya, jatuh di Gunung Teibu, kampung Ndundu, distrik Wori, kabupaten Tolikara, Sabtu (9/8).

Dari lokasi, jenazah korban berkebangsaan Amerika ini diterbangkan ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dengan menggunakan pesawat milik AMA, jenis Pilatus PK-RCY yang dipiloti Erick Robert. Jalannya evakuasi korban sendiri tidak terlalu mengalami banyak hambatan. Perjalanan evakusi dimulai pagi hari, di mana rombongan yang di dalamnya termasuk wartawan Cenderawasih Pos berangkat dari hanggar TNI-AU di Sentani pukul 06.00 WIT menggunakan pesawat Heli Super Puma, dipiloti Mayor Pnb Jumarto. Rombongan tim evakuasi yang terdiri dari tim Sarnas dan Paskhas menuju pendaratan terdekat dari lokasi kejadian, yakni di kampung Taife 2, distrik Mori. Tempat itu ditempuh sekitar satu jam. Setelah menurunkan sebagian muatan, heli langsung menuju lokasi Gunung Teibu.

Masyarakat Taife yang sudah menunggu kedatangan tim evakuasi ini terlihat tegang. Wajah mereka penuh harap, mengingat saat dilakukan kontak menggunakan satelit, tim pemantau tidak mendapatkan jawaban. Akhirnya, selang 27 menit kemudian, tim evakuasi kembali dengan membawa jenazah yang sudah berada di dalam kantong jenazah. Karena sudah di dalam kantong, kondisi jenazah tidak diketahui secara pasti. Tapi menurut keterangan tim SAR, kondisi jenazah korban dalam keadaan utuh karena saat jatuh, pesawat tidak terbakar, hanya terbelah tiga. Awalnya, jenazah Dave hendak langsung dibawa ke Wamena, namun tidak direlakan oleh warga setempat. Masyarakat Taife memang memiliki ikatan emosional dengan korban. Selain sangat dekat dengan masyarakat, korban juga dianggap sangat berjasa bagi warga setempat. Karena itu, disepakati untuk beberapa menit jenazah disemayamkan di kantor Distrik Mori.

Pantauan Cenderawasih Pos saat pesawat mendarat, enam orang warga yang telah disiapkan langsung mendekati pesawat dan mengangkut kantong jenazah tanpa alat apapun, kemudian menggotongnya ke kantor distrik. Saat itu pula tangisan yang sebelumnya mulai mereda, kembali pecah. Saat pendaratan pukul 07.54 WIT di Taife, terdengar isak tangis yang tak henti dari beberapa wanita, termasuk anak-anak hingga menimbulkan pertanyaan bagi Cenderawasih Pos. Namun setelah mendapat jawaban dari kepala kampung, Gerson, ternyata tangisan tersebut muncul karena perasaan sedih yang cukup mendalam atas kejadian yang menimpa Dave.

"Masyarakat sangat sedih dengan meninggalnya pilot Dave, dia banyak berjasa bagi masyarakat," ujar Gerson. Saking dekatnya dengan masyarakat, menurut Gerson, hari Minggu (10/8), sekelompok masyarakat memutuskan menuju lokasi jatuhnya pesawat dengan berjalan kaki, namun di tengah perjalanan rombongan ini akhirnya kembali setelah mendapat kabar bahwa lokasi jatuhnya pesawat telah ditemukan dan akan dilakukan pencarian melalui udara. "Masyarakat juga sudah berusaha mencari, tapi batal karena mendengar kabar tempat jatuhnya sudah diketahui," imbuh Gerson. Saat jenazah digotong ke kantor distrik, terlihat sekali kerumunan masyarakat yang sudah menunggu sejak pesawat berangkat ke lokasi. Bahkan setibanya di kantor distrik yang bangunannya berbentuk panggung ini, tangisan kembali pecah, terutama kaum perempuan, tidak ketinggalan anak-anak, tua, maupun muda. Bahkan sungguh di luar dugaan, ternyata nyaris seluruh masyarakat yang saat itu berada di Taife berkumpul untuk melepas sang pilot.

"Dia sudah sangat dekat dengan kami, dia bagai keluarga kami, meski dia orang asing," tutur seorang wanita setengah baya seraya mengusap pipinya. Tangisan terdengar tak hentinya ketika jenazah diletakkan di ruangan sementara masayarakat terus mendesak masuk hingga ruangan terasa pengap. Di sela-sela tangisan itu, ada yang mengunakan bahasa setempat dengan lantunan pantun yang jika diartikan menggunakan bahasa Indonesia, memiliki maksud seakan mengelu-elukan. Sekitar pukul 08.42 WIT, akhirnya jenazah dikeluarkan dari kantor distrik dan diputuskan untuk dibawa ke Wamena menggunakan pesawat Pilatus milik AMA yang memang sudah disiapkan dari pagi di landasan. Tak lama kemudian, rombongan kembali ke Jayapura dan sebelumnya masyarakat terlihat sempat mengucapkan terima kasih kepada tim evakuasi yang sudah membawa jenazah sang pilot, meski dalam kondisi meninggal. Sosok Dave tetap dianggap berharga dan berjasa di mata masyarakat kampung Taife.

Sementara itu dari Wamena dilaporkan, setibanya di Wamena, jenazah korban masih disemayamkan di hanggar Heli Mission Wamena hingga Kamis (14/8) untuk menunggu kedatangan kedua putra Dave dari Amerika, Judah dan Tirzah, untuk melihat jenazah ayahnya untuk kali terakhir. Hal itu dibenarkan Kepala Perwakilan AMA Wamena, Yanto. "Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum Sinagma, namun belum bisa dipastikan kapan pelaksanaan pemakamannya karena masih menunggu dua anak Dave yang tiba pada Kamis dari Amerika," tegas Yanto ketika ditemui Cenderawasih Pos saat menjemput jenazah korban di hanggar pesawat Heli Mission Wamena kemarin.

"Seluruh masyarakat Papua, khususnya yang berada di wilayah Pegunungan Tengah sangat kehilangan dengan kepergian Dave, terlebih pihak AMA," tambahnya. Istri dan ketiga anaknya masih terlihat dalam suasana duka. Tak habis-habisnya warga masyarakat berdatangan silih berganti mengucapkan bela sungkawa. Bahkan karangan bunga dari berbagai pihak mulai berdatangan sebagai tanda ucapan dukacita. Sampai berita ini ditulis, situasi dan kondisi kota Wamena dalam keadaan aman dan kondusif. Pascapengibaran bendera bintang kejora pada Sabtu (9/8) lalu tak mengurangi kelancaran prosesi penjemputan jenazah korban. (ade/jk)

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama situs : Cenderawasih Pos.com Online
Alamat URL : http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=17590&ses=

e-JEMMi 35/2008