Indonesia Tahun 2010

Play Audio

Tahun Baru 2011

Tuhan telah memberikan begitu banyak kesempatan dalam kehidupan kita. Dan rahmat kasih-Nya semakin bertambah dari hari lepas hari. Sudah semestinya kita bersyukur kepada Tuhan, apabila kesempatan itu boleh kita nikmati dan terima sampai saat ini. Kini kita tiba di penghujung tahun 2010. Beberapa hari lagi kita akan menikmati tahun yang baru. Mari kita menata hidup yang lebih baik lagi menyambut hari yang akan datang, supaya kita lebih maksimal dalam melayani Tuhan. Dan yakini bahwa di tahun baru nanti membawa kita untuk lebih menyaksikan dan menerima keajaiban-keajaiban tangan Tuhan yang lebih luar biasa.

Sumber: Publikasi KADOS Edisi 43 Tahun 2010

[Selengkapnya: http://www.sabda.org/publikasi/kados/043/]

Pokok Doa:

  1. Mengucap syukur untuk penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2010 dan apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Doakan agar di tahun 2011, setiap umat percaya bisa lebih sungguh-sungguh mengasihi Dia.

  2. Doakan para pemimpin yang ada di aras atas, supaya mereka boleh semakin memberikan teladan yang baik bagi rakyatnya di tahun 2011. Doakan setiap program yang masih tertunda di tahun 2010, supaya segera dapat dilaksanakan di tahun 2011.

  3. Di tahun 2011, doakan agar rakyat Indonesia semakin terdidik dalam hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan cinta tanah air Indonesia. Berdoa untuk persatuan dan kesatuan antar umat beragama, supaya di tahun 2011 dapat terjalin lebih baik lagi.

  4. Doakan untuk persatuan antar suku di Indonesia, supaya Tuhan menolong para pemimpin untuk memiliki keberanian menjaga perdamaian dengan gigih.

  5. Doakan agar di tahun 2011, setiap gereja Tuhan semakin giat melayani mereka yang belum terlayani, dan semakin mencerminkan kasih Kristus di lingkungan mereka.

  6. Doakan agar terjadi pemulihan atas Indonesia di tahun 2011, sehingga bisa mengembalikan nama baik Indonesia dan meningkatkan kepercayaan di mata Internasional.

  7. Doakan juga agar konflik yang terjadi antara Indonesia dan negara tetangga di tahun 2010 bisa segera terselesaikan dengan baik, sehingga terjalin hubungan yang baik antar negara-negara tetangga.

e-JEMMi 51/2010


Menyambut Natal

Natal telah tiba. Berbagai pernak-pernik Natal telah menghiasi beberapa sudut toko dan mungkin juga ruangan rumah kita. Biasanya menjelang Natal, kita cukup disibukkan dengan berbagai macam kegiatan guna menyambut datangnya hari yang istimewa tersebut. Kita berharap Natal tahun ini tidak hanya akan diisi dengan kegiatan perayaan, tapi biarlah Kabar Baik yang membawa sukacita kekal dan perubahan transformasi hidup, baik untuk diri kita secara pribadi, keluarga, maupun untuk Indonesia, dapat terwujud.

Sumber: Publikasi KADOS Edisi 42 Tahun 2010

[Selengkapnya: http://www.sabda.org/publikasi/kados/042/]

Pokok Doa:

  1. Doakan persiapan Natal tahun 2010, supaya Tuhan memberikan hikmat kepada gereja maupun orang-orang percaya, agar mereka tidak hanya disibukkan dengan berbagai kegiatan perayaan, tetapi boleh ingat dengan arti Natal yang sesungguhnya.

  2. Doakan perayaan Natal di berbagai tempat di Indonesia, agar acara tersebut dapat membawa Berita Sukacita di hati setiap umat percaya dan masyarakat sekitarnya.

  3. Berdoa agar setiap gereja Tuhan dan umat percaya di Indonesia dapat memanfaatkan masa Natal ini untuk membagikan kasih Kristus kepada mereka yang masih terhilang.

  4. Doakan agar Tuhan ikut berintervensi dan memberikan cuaca yang baik sehingga banyak orang bisa menghadiri ibadah Natal tanpa dihalangi oleh cuaca buruk.

  5. Doakan untuk keamanan menjelang perayaan Natal 25 Desember. Berdoa agar Tuhan memberi kekuatan kepada aparat berwajib supaya bisa mengamankan situasi dan menjaga ketertiban jalan.

  6. Berdoa untuk saudara-saudara kita yang tidak dapat merayakan Natal bersama-sama di gereja maupun keluarga, kiranya sukacita Natal tetap dapat hadir di hati mereka.

  7. Doakan Natal tahun ini membawa transformasi dan pengharapan baru bagi Indonesia supaya negara dan rakyat Indonesia dapat hidup takut akan Tuhan.

e-JEMMi 50/2010


Daerah Istimewa Yogyakarta

Wacana tentang kasus keistimewaan justru diluncurkan ketika perhatian pemerintah dan masyarakat DIY sedang tertuju pada upaya rehabilitasi dan konstruksi atas bencana Merapi. Konsentrasipun pecah. Silang pendapat terutama menyangkut persoalan apakah gubernur dan wakil gubernur ditetapkan seperti yang sudah berlangsung selama ini atau harus dipilih secara demokratis. Perdebatan ini tidak hanya menimbulkan silang pendapat di kalangan elite dan pusat kekuasaan, tetapi telah memecah belah masyarakat antar kelompok pendukung dan penentang sistem pemilihan gubernur dan wakil gubernur DIY.

Sumber: Kompas, Rabu, 1 Desember 2010, Halaman 6

Pokok Doa:

  1. Doakan agar permasalahan ini bisa segera terselesaikan dengan jujur dan bijaksana, sehingga tidak memicu munculnya konflik lain yang sengaja dimunculkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

  2. Doakan agar pemerintah bersikap objektif dan memikirkan kepentingan rakyat sehingga terjadi komunikasi yang baik untuk mencari jalan keluar yang menguntungkan masyarakat luas.

  3. Doakan masyarakat Indonesia, terkhusus warga Yogyakarta, agar bisa bersikap bijaksana dan tenang dalam menghadapi persoalan ini, sehingga tidak mudah diprovokasi oleh oknum yang hanya mencari keuntungan pribadi.

e-JEMMi 49/2010



Melonjaknya Harga Beras

Belum lepas ingatan kita dari beberapa bencana yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia, masyarakat kembali dipusingkan dengan lonjakan harga kebutuhan pokok di pasar, khususnya beras. Krisis beras mulai dirasakan di sejumlah daerah. Untuk mengatasi lonjakan harga beras kelas medium yang banyak dikonsumsi rakyat menengah ke bawah ini, pemerintah membuka jalur beras impor dalam jumlah terbatas dan menggelar operasi pasar di sejumlah daerah. Tanpa langkah-langkah ini, harga dikhawatirkan tak terkendali mengingat Indonesia memasuki masa paceklik, sampai panen raya Maret. Belum lagi jika mempertimbangkan mundurnya musim tanam di sejumlah daerah akibat bencana alam dan juga serangan hama tanaman.

Sumber: Kompas, Kamis, 25 November 2010, Halaman 6

Pokok Doa:

  1. Mengucap syukur untuk kebijakan yang telah diambil pemerintah untuk mengantisipasi masalah krisis beras di Indonesia. Doakan agar Tuhan terus memberi hikmat dan bijaksana kepada pemerintah dalam mengatur pendistribusian beras ke berbagai daerah dengan baik.

  2. Berdoa agar Tuhan memberikan ketabahan kepada para petani, terutama dengan perubahan cuaca yang tidak menguntungkan dan seringnya gagal tanam dan gagal panen padi.

  3. Doakan agar pemerintah -- baik pusat maupun daerah, bisa memikirkan jenis tanaman pokok lain yang bisa ditanam oleh petani sehingga mereka tetap bisa bertahan hidup dan memiliki pemasukan untuk menghidupi keluarganya.

  4. Doakan juga agar masyarakat Indonesia bersikap bijaksana dan hemat dalam memanfaatkan beras yang mereka miliki.

  5. Berdoa bagi para pedagang beras, untuk tidak menimbun dan berusaha untuk mempermainkan harga yang dapat merugikan negara dan masyarakat umum.

e-JEMMi 48/2010



Korban Tsunami Mentawai

Pengungsi korban Tsunami yang dikonsentrasikan di kilometer 37 Pulau Pagai Selatan, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, beberapa hari terakhir ini tidak mendapat makan dan minum yang cukup. Salah satu penyebabnya lagi-lagi adalah minimnya koordinasi di lapangan. Di kawasan itu setidaknya ada 500 pengungsi, termasuk anak-anak dan balita. Akibat jumlah konsumsi yang sangat terbatas, maka mereka memprioritaskan anak-anak terlebih dahulu untuk mendapatkan jatah makanan. Itu pun tidak semua anak kebagian. Stok air mineral bahkan habis total. Tak sedikit anak balita yang menangis kelaparan. Mari kita berdoa agar pertolongan datang dari Tuhan saja.

Sumber: Kompas, Jumat, 19 November 2010, Halaman 24

Pokok Doa:

  1. Doakan agar Tuhan menggerakkan masyarakat luas yang mampu memberikan bantuan transportasi kepada para regu penolong sehingga semua bantuan dan kebutuhan makanan bisa sampai kepada para korban Tsunami di Pulau Pagai Selatan dan Kabupaten Mentawai.

  2. Sementara menunggu bantuan dari luar daerah, doakan agar para pengungsi bisa bertahan dan tangan Tuhan terus terulur menolong memelihara dengan kuasa-Nya yang dari atas.

  3. Berdoa bagi para wanita yang bekerja di dapur umum (yang memasak makanan untuk para korban), agar Tuhan memberi hikmat bijaksana sehingga dapat memanfaatkan apa saja yang bisa dimakan untuk mereka dapat bertahan hidup.

  4. Doakan juga agar Tuhan memberi hikmat kepada penduduk setempat untuk terus berusaha membuka jalan bagi pendistribusian bahan pangan ke daerah ini, baik lewat darat, air maupun udara.

  5. Berdoa agar Tuhan menggerakkan hati para pengungsi untuk terus bersemangat dan menjaga kesatuan untuk saling menolong dan mendorong satu dengan yang lain.

  6. Doakan agar hikmat Tuhan mendorong para pengungsi untuk menjaga kebersihan di tempat pengungsian, sehingga bisa meminimalkan penyebaran kuman penyakit.

  7. Berdoa agar di tengah kesempitan dan kesulitan yang mereka hadapi Tuhan terus menghibur dan menguatkan iman mereka.

e-JEMMi 47/2010



Bencana Banjir

Cuaca ekstrem yang ditandai hujan deras, petir, dan angin kencang masih akan mengancam kota Semarang hingga Maret 2011. Cuaca ekstrem akan berdampak lebih parah akibat kondisi sebagian sungai di kota Semarang yang kemampuannya menurun akibat perubahan tata guna lahan di daerah aliran sungai.

Sumber: Kompas, 11 November 2010, Halaman C

Pokok Doa:

  1. Doakan agar masyarakat Indonesia, terkhusus yang bermukim di Semarang bersikap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.

  2. Berdoa agar masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah di sembarang tempat, sehingga ketika hujan datang, air bisa mengalir dengan baik.

  3. Berdoa juga agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup, guna mencegah timbulnya penyakit yang biasa disebabkan oleh perubahan cuaca.

  4. Doakan agar pemerintah kota agar diberi hikmat untuk segera menyusun rencana guna mengantisipasi dampak dari perubahan cuaca yang cukup ekstrem.

e-JEMMi 46/2010



Tsunami dan Gempa Bumi di Mentawai

Senin, 25 Oktober 2010 Tsunami berkekuatan 7,2 SR dengan tinggi ombak 7 meter melanda kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada pukul 22.00 WIB. Episentrum gempa terletak pada kedalaman 10 kilometer, meluluhlantakan pemukiman, infrastuktur jalan, kapal nelayan, dan bangunan apa saja yang ada di sekitar pesisir. Hingga Rabu, 3 November 2010 sedikitnya 498 warga terluka dan 75 warga hilang, 720 rumah hancur, dan 15.097 warga mengungsi. Pemerintah sejauh ini sudah berupaya meringankan warga korban Tsunami.

Sumber:

  • Kompas, 30 Oktober 2010, hal. 1
  • Kompas, 3 November 2010, hal. 1

Pokok Doa:

  1. Mengucap syukur untuk upaya pemerintah dalam menangani bencana Tsunami yang terjadi beberapa waktu lalu. Doakan agar Tuhan memberi hikmat kepada pemerintah agar penanganan bisa lebih maksimal lagi.

  2. Bersyukur untuk perhatian dan bantuan yang diberikan dari negara lain untuk membantu Indonesia. Doakan agar semakin banyak orang yang tergerak hatinya untuk memberikan bantuan, sehingga korban bisa segera ditolong dan dan lokasi bencana bisa dipulihkan.

  3. Masih banyak pengiriman bantuan yang terhambat karena kendala cuaca dan transportasi. Doakan supaya Tuhan memberikan cuaca yang baik untuk regu penolong bisa sampai di tempat yang membutuhkan. Doakan juga agar pemerintah bersama rakyat setempat dapat menyediakan alat transportasi yang lebih memadai.

  4. Doakan masyarakat Mentawai yang membutuhkan bantuan medis dan logistik tapi belum bisa dijangkau, kiranya Tuhan memberi kekuatan dan perlindungan untuk mereka bisa bertahan sampai bantuan bisa sampai ke mereka.

  5. Doakan masyarakat Mentawai yang kehilangan anggota keluarga mereka, agar Tuhan memberi kesabaran dan penghiburan. Doakan juga untuk pemulihan fisik dan psikis masyarakat Mentawai.

  6. Berdoa untuk gereja-gereja di seluruh Indonesia agar bersatu menyebarkan kasih Kristus melalui bantuan yang bisa diberikan kepada rakyat Mentawai yang menjadi korban bencana. Doakan agar bantuan-bantuan itu bisa sampai kepada yang membutuhkan.

e-JEMMi 45/2010



Gunung Merapi Meletus

Selasa, 26 Oktober 2010, sekitar pukul 18.00 WIB, Yogyakarta dikejutkan dengan meletusnya Gunung Merapi. Hingga Kamis, 28 Oktober 2010 terindentifikasi 32 korban tewas akibat terkena awan panas dan ratusan orang dilaporkan hilang. Sebagian korban yang tewas adalah masyarakat yang tinggal di dalam radius yang berdekatan dengan Gunung Merapi. Minggu 31 Oktober 2010 Gunung Merapi kembali berulah. Erupsi eksplosif terjadi sebanyak tiga kali, yakni pada pukul 14.28, 15.16, dan 15.23 WIB, menyebabkan daerah bahaya akibat letusan semakin meluas sampai radius 10 kilometer dari puncak Merapi. Senin, 1 November 2010, erupsi Gunung Merapi kembali terjadi secara eksplosif untuk keempat kalinya pada pukul 10.03 WIB. Skala letusan semakin kecil dibandingkan tiga letusan terdahulu. Materi vulkanik yang berupa debu, pasir, dan asap solfatara menyebar ke berbagai daerah, mengakibatkan penduduk di beberapa kabupaten kembali panik menyelamatkan diri. Warga yang selamat dari letusan Gunung Merapi telah diungsikan ke beberapa posko pengungsian.

Sumber:

  • Kompas, 27 Oktober 2010, hal. 1 dan 22
  • Kompas, 28 Oktober 2010, hal. 1
  • Kompas, 1 November 2010, hal. 1
  • Kompas, 2 November 2010, hal. 1

Pokok Doa:

  1. Doakan pemerintah pusat maupun pemerintah setempat untuk dapat bertindak dengan efektif dan bijaksana dalam menolong korban bencana.

  2. Doakan untuk kebutuhan air bersih, pangan, obat-obatan, selimut, dll., agar Tuhan memampukan mereka yang bertugas menyalurkan kebutuhan tersebut, sehingga dapat sampai ke tangan yang tepat dan digunakan sebaik mungkin.

  3. Mengucap syukur untuk masyarakat sekitar dan para relawan yang membantu proses evakuasi. Doakan agar Tuhan melindungi dan memberi kekuatan kepada mereka.

  4. Doakan agar Tuhan memberikan cuaca yang baik, sehingga proses evakuasi bisa segera diselesaikan, dan yang belum ditemukan bisa segera ditemukan.

  5. Mengucap syukur untuk petugas medis yang telah menolong para korban yang terluka pada saat Merapi meletus dan yang telah mengidentifikasi korban yang meninggal. Doakan agar Tuhan memberi ketrampilan kepada mereka dalam merawat korban yang masih harus menjalani perawatan medis.

  6. Doakan masyarakat yang selamat dari bencana Merapi, agar bisa segera pulih dari luka fisik dan trauma psikis yang dialami. Doakan juga mereka yang kehilangan anggota keluarga, agar Tuhan memberi ketabahan.

  7. Doakan kebutuhan dana agar pemerintah bersama masyarakat setempat dapat mengelolanya dengan baik sehingga semua pengungsi bisa mendapat perhatian yang selayaknya.

  8. Berdoa juga agar para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda sementara dapat saling menghibur supaya terhindar dari kebosanan dan keputusasaan.

e-JEMMi 44/2010



Satu Tahun Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono

Genap satu tahun (Rabu, 20 Oktober 2010) pemerintahan SBY dan Boediono, diwarnai dengan unjuk rasa di beberapa kota di Indonesia. Sempat terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi, namun situasi masih terkendali. Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, aktivis lembaga swadaya masyarakat, dan buruh tidak sampai berdampak kepada aktivitas politik, ekonomi, dan masyarakat seperti yang diperkirakan sebelumnya. Meskipun pengunjuk rasa memberi penilaian yang kurang terhadap kinerja pemerintah saat ini, namun tidak dapat disangkal bahwa pemerintah cukup berhasil di sektor-sektor lain. Masih banyak tugas yang harus diselesaikan pemerintah untuk menumbuhkan kembali harapan rakyat terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Dukungan doa kita semua untuk pemerintah akan menjadi sumbangsih yang besar bagi negara kita.

Sumber: Kompas, Kamis 21 Oktober 2010, halaman 6

Pokok Doa:

  1. Mengucap syukur untuk unjuk rasa yang dapat berjalan dengan "tertib" tanpa ada korban jiwa dan gangguan yang berarti. Mengucap syukur juga untuk aparat kepolisian yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

  2. Bersyukur untuk keberhasilan yang sejauh ini telah diraih oleh pemerintah presiden SBY. Doakan agar Tuhan memberi kekuatan, kesehatan, perlindungan dan hikmat agar pemerintah dapat melakukan tugas-tugasnya dengan lebih baik lagi demi kesejahteraan dan keamanan bangsa Indonesia.

  3. Doakan agar tercipta kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah. Biarlah masing-masing pihak dapat berperan aktif untuk saling mendukung kemajuan bangsa ini.

  4. Berdoa supaya tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk memprovokasi masyarakat lemah untuk menyerang dan mengganggu jalannya pemerintahan saat ini.

  5. Doakan juga agar setiap orang percaya mendukung dalam doa untuk pemerintah dan ikut aktif berperan menjadi warga negara yang baik sehingga menciptakan situasi yang kondusif bagi kemajuan bangsa.

e-JEMMi 43/2010



Gereja Kristen Indonesia Tegal Terbakar

Rabu, 13 Oktober 2010 pukul 19.00 WIB, bangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Tegal terbakar. Bangunan bersejarah peninggalan Belanda itu diduga terbakar akibat hubungan arus pendek listrik. Petugas pemadam kebakaran dari Tegal, Brebes, dan Pemalang, berupaya untuk memadamkan kobaran api, namun mereka masih belum dapat segera memadamkan kobaran api tersebut. Walikota Tegal dan ketua DPRD menyayangkan kejadian tersebut. Untuk rencana renovasi gedung agar jemaat dapat beribadah lagi, Pemkot Tegal akan memberikan bantuan secara simultan bekerjasama dengan jemaat GKI Tegal.

Sumber: http://suaramerdeka.com/

Pokok Doa:

  1. Mengucap syukur untuk bantuan petugas pemadam kebakaran dan warga sekitar dalam pemadaman api, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

  2. Berdoa untuk keperluan tempat ibadah sementara bagi jemaat GKI Tegal, agar mereka mendapatkan izin menggunakan fasilitas umum untuk beribadah.

  3. Doakan juga agar selama jemaat beribadah di tempat sementara, tidak ada ganggan dari pihak tertentu yang ingin memanfaatkan situasi untuk merusak rasa kerukunan hidup beragama.

  4. Doakan untuk renovasi gedung gereja GKI Tegal, agar ada kerja sama yang baik antara jemaat, warga, dan Pemkot Tegal. Biarlah melalui kerjasama ini jemaat GKI Tegal bisa mendapatkan tempat untuk beribadah lagi.

  5. Doakan untuk kebutuhan gereja seperti meja, kursi, alat musik, dll., agar Tuhan menggerakkan hati jemaat umat percaya untuk membantu melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan.

  6. Biarlah melalui peristiwa ini umat Tuhan boleh terus belajar tentang arti kedaulatan Tuhan dan hidup taat pada kehendak-Nya.

e-JEMMi 42/2010



Bencana Banjir di Wasior, Papua Barat

Senin, 4 Oktober 2010 pukul 08.30, banjir bandang melanda salah satu wilayah di Indonesia tepatnya di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Banjir tersebut diakibatkan oleh hujan yang terus-menerus mengguyur daerah tersebut sejak Minggu, sehingga mengakibatkan sungai Batang Salai yang berhulu di Pegunungan Wondiboy meluap. Meluapnya air sungai juga diakibatkan karena rusaknya hutan Suaka Alam di kawasan pegunungan tersebut yang telah mengalami alih fungsi. Hingga Jumat, 8 Oktober 2010 jumlah korban mencapai 87 orang meninggal dunia, 66 orang hilang, 837 orang luka ringan, dan 56 orang luka berat yang sebagian telah di evakuasi ke Nabire, Papua.

Sumber:

  1. Kompas, Kamis 7 Oktober 2010, Halaman 1 dan 6
  2. http://regional.kompas.com/read/2010/10/07/1146119

Pokok Doa:

  1. Proses evakuasi untuk mencari korban yang belum ditemukan masih terus berlangsung. Doakan agar Tuhan memberikan cuaca yang baik, dan memampukan setiap orang yang terlibat di dalamnya, sehingga proses evakuasi bisa berjalan lancar tanpa halangan.

  2. Berdoa bagi keluarga korban yang anggota keluarganya belum ditemukan dan bagi mereka yang harus kehilangan anggota keluarganya, agar Tuhan memberi kekuatan dan ketabahan kepada mereka.

  3. Doakan untuk penyaluran bantuan logistik kepada para korban, agar dapat segera diterima oleh para korban banjir. Doakan agar tidak ada penyelewengan-penyelewengan sehingga kasih Tuhan dapat nyata atas mereka.

  4. Mengucap syukur untuk upaya pemerintah pusat dan daerah dalam menanggapi dan menanggulangi bencana ini. Doakan agar Tuhan memberkati pemerintah dalam mengambil kebijakan dan keputusan, agar bencana serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

  5. Doakan agar Tuhan menjaga para korban bencana dari sakit penyakit selama mereka berada di posko-posko pengungsian. Doakan juga untuk kebutuhan MCK yang sangat diperlukan, agar tidak menimbulkan konflik di antara para pengungsi.

  6. Doakan agar Tuhan menyediakan kebutuhan yang diperlukan khususnya untuk mengevakuasi para korban yang sakit parah agar bisa segera di bawa ke rumah sakit terdekat. Doakan juga untuk kebutuhan obat-obatan guna menolong mereka yang saat ini dapat dirawat di tempat pengungsian.

  7. Berdoa bagi pemulihan trauma psikis yang dialami oleh para korban, agar Tuhan memulihkan luka psikis tersebut, dan memampukan setiap mereka untuk lebih berpengharapan hanya di dalam Dia.

  8. Doakan agar melalui bencana ini, para korban bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan dapat memanfaatkan hidup mereka untuk bisa menjadi berkat bagi sesama. Doakan juga untuk kesempatan menceritakan Kabar Baik kepada para korban.

e-JEMMi 41/2010



Kerusuhan di Tarakan

Pada 26 September 2010 telah terjadi pertikaian antara dua kelompok masyarakat di Tarakan. Bentrokan yang melibatkan warga setempat dan warga pendatang itu dilatari persoalan antarindividu yang kemudian meluas menjadi antaretnis. Hingga Kamis, 30 September 2010, dikabarkan jumlah korban tewas 6 orang dan 2 orang korban luka-luka. Bentrokan juga dipicu oleh kematian seorang tokoh adat yang juga seorang tokoh agama. Massa yang berempati kepada tokoh terse