Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereIndia Tahun 2003

India Tahun 2003


Apakah wanita buta aksara bisa menjadi misionaris yang lebih efektif daripada wanita-wanita berpendidikan? Bindu Choudhrie, istri dari Dr. Victor Choudhrie, mengatakan, &quotSudah menjadi hal yang biasa bagi kaum istri dari para pria yang bekerja secara full-time dalam pelayanan Kristen. Kaum istri ini bekerja dalam ruang lingkup pelayanan suaminya, tetapi kontribusi mereka jarang sekali diperhatikan. Dalam kursus yang telah kami mulai sejak 13 bulan yang lalu, kami telah mendorong para wanita ini untuk menggunakan segenap potensi mereka yang telah Kristus percayakan dalam diri mereka. Kebanyakan dari para wanita ini hanya mengetahui teori, tetapi mereka belum pernah menerapkannya. Meskipun demikian, buah dari pelayanan mereka dapat segera terlihat ketika mereka mulai menampakkan peran mereka. Lebih dari 2000 wanita yang mengikuti kursus ini, 30% diantaranya telah menjadi perintis gereja -- mereka mengenalkan orang kepada Kristus, membaptis, dan memuridkan mereka. Para wanita ini telah merintis berdirinya 728 gereja rumah. Hal ini sungguh menarik.&quot Para wanita yang berpendidikan rendah bisa menjadi misionaris yang lebih efektif daripada wanita berpendidikan. Salah satu strategi utama yang kami lakukan adalah mengadakan doa keliling sebelum melakukan perintisan gereja.&quot

Sumber: FridayFax, October 10, 2003


  • Bersyukur atas para wanita India yang saat ini melayani secara aktif di beberapa wilayah di India.

  • Berdoa agar Allah terus memberikan hikmat kepada para wanita ini khususnya yang berpendidikan rendah yang merintis berbagai pelayanan di India. Dengan demikian mereka bisa menjadi saksi-saksi Kristus yang efektif untuk menjangkau masyarakat di sekelilingnya.


e-JEMMi 50/2003


Indian Bible School tengah bersiap-siap untuk meluluskan para muridnya. Semenjak didirikan 25 tahun yang lalu, sekolah Alkitab Hope Givers International di India Utara telah siap-siap untuk meluluskan salah satu kelas terbesarnya pada bulan Februari lalu. Perwakilan dari Bible Pathway Ministries mengatakan bahwa Hope Givers International yang juga merupakan 'saudara pelayanannya' saat ini sedang melakukan persiapan untuk mengutus 2000 pendeta baru menuju ke ladang pelayanan. "Kami mengutus para lulusan baru ini dan membekali mereka dengan Alkitab "Best of Bible Pathway", versi King James, yang baru saja diterbitkan sebagi hadiah kelulusan mereka. Alkitab ini akan mereka bawa ke mana pun mereka pergi." "Kemungkinan besar mereka (lulusan baru ini) akan pergi melayani di Delhi bulan Desember nanti. Dengan demikian mereka bisa melayani di sana saat Natal dirayakan. Sungguh merupakan suatu sukacita saat mengetahui bahwa Kabar Baik akan segera tiba di Delhi. Alkitab ini dibawa dan diberikan oleh para pendeta baru yang juga akan mulai merintis berdirinya gereja-gereja baru serta menceritakan kepada banyak orang tentang kisah Natal."

Sumber: Mission Network News, November 6th, 2003


  • Bersyukur atas 2000 lulusan baru yang telah siap diutus untuk melayani di India. Berdoa agar Allah terus memantapkan kerinduan pelayanan mereka dan membekali mereka dengan kasih pelayanan yang tulus.

  • Doakan untuk pelayanan baru yang akan mereka rintis di India. Berdoa supaya mereka bisa menjalin relasi dengan para penduduk yang membuka kesempatan untuk merintis berdirinya gereja-gereja baru di wilayah ini.

e-JEMMi 49/2003


Penganiayaan yang dialami orang-orang Kristen di India semakin memperkuat iman mereka. Undang-undang anti-konversi yang mendatangkan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen mendapatkan banyak perhatian dari banyak umat Kristen di seluruh dunia. Namun, Dr. Bobby Gupta dari HBI Global Partners mengatakan bahwa pada saat penganiayaan datang, orang-orang Kristen itu menunjukkan kondisi terbaik mereka. "Kami sering melihat bagaimana gereja meresponi penganiayaan tersebut dengan mengatakan, 'Jika penganiayaan itu kami alami, kami akan memberikan hidup kami kepada Kristus sehingga melalui penganiayaan ini Allah bisa mengerjakan perkara-perkara yang lebih besar lagi.'" Berbeda dengan waktu-waktu yang lalu, sepanjang perjalanan misi di India, saat ini orang-orang lebih responsif terhadap Injil, banyak gereja didirikan, banyak orang muda menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi dan ingin mengerjakan sesuatu yang lebih besar lagi bagi Allah. HBI sedang melatih banyak orang melalui institut Alkitab yang mereka dirikan.

Sumber: Mission Network News, October 27th, 2003


  • Bersyukur atas penyertaan Tuhan bagi penduduk di India sehingga saat ini mereka bisa menjadi lebih responsif terhadap Injil, banyak gereja baru dirintis, dan banyak pemuda yang menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi.

  • Doakan HBI Global Partners yang melakukan pelayanan di India agar bisa menolong umat Kristen di India yang sedang mengalami penganiyaan.

e-JEMMi 44/2003


Orang-orang Hmar Kristen yang tinggal di wilayah timur laut India saat ini sedang memperkenalkan "kasih Allah" kepada "musuh" mereka, Suku Dimasa baru-baru ini telah menunjukkan kekerasan dan permusuhan dengan orang-orang dari suku Hmar sehingga mengakibatkan banyak orang terbunuh dalam konflik antar suku tersebut. Dr. Rochunga Pudaite, seorang Hmar yang telah percaya dan sekaligus menjadi pendiri dan pemimpin organisasi Bibles for the World, mengatakan bahwa organisasi ini sedang merencanakan untuk mengirimkan persediaan makanan dan juga Alkitab sebagai tanda kasih mereka kepada suku-suku ini. Pudaite sendiri baru-baru ini telah menjadi penengah dalam konflik ini dengan memanggil perwakilan dari kedua suku dan meminta mereka untuk menghentikan kekerasan ini. Pudaite mengatakan bahwa permasalahan ini dimulai pada tanggal 3 Maret saat tiga orang yang tinggal di desa tetangga Dimasa diculik dan para penculiknya meminta ransom. Permasalahan ini berlanjut menjadi tindak kekerasan yang mengakibatkan banyak yang terbunuh dari kedua belah pihak. "Teman-teman penghubung yang tinggal dimana konflik saling bunuh ini terjadi baru saja membawakan beras, makanan dan juga pelengkapnya untuk Suku Dimasa." Saat Ro ditanya tentang alasannya menganggap penting untuk menunjukkan kasih Allah kepada Suku Dimasa dengan cara seperti ini, dia menjawab, "Kami telah menaati firman Allah untuk mengasihi semua orang termasuk musuh kita. Kami harus menunjukkan kasih melalui kehidupan dan juga tindakan."

Sumber: What In The World, September 30, 2003

  • Doakan pelayanan Bibles for the World, melalui Dr. Rochunga dalam membantu mengatasi konflik antaraa Suku Hmar dengan Suku Dimasa. Berdoa agar melalui tindakan kasih yang dilakukan bisa menolong suku-suku untuk mengenal sumber kasih yang sejati.

  • Berdoa untuk para pekerja Kristen yang saat ini ada di wilayah konflik supaya Allah menolong mereka untuk dapat menunjukkan kasih dalam setiap pelayanan mereka.


e-JEMMi 43/2003


Sementara ini, tingkat populasi buta huruf di India mendekati antara 70-80%, salah satu yang tertinggi di dunia. Akibatnya, jutaan orang memiliki peluang yang sangat kecil untuk menerima penginjilan lewat literatur. Itulah sebabnya mengapa Tom Dudenhoffer dari Audio Scripture Ministry sangat terkesan dengan hasil usaha terbaru mereka yang dilakukan di India bagian Utara. "Kami memiliki sahabat di India yang telah bekerja bersama-sama dengan kami selama bertahun-tahun. Mereka merasa bahwa akan lebih efektif lagi jika mulai memberikan sebuah rekaman Alkitab pada setiap individu dan keluarga- keluarga yang buta huruf di desa-desa." Dudenhoffer mengatakan bahwa undang-undang anti pertobatan di beberapa negara bagian di India merupakan masalah yang perlu diperhatikan. Meskipun demikian, "Agar para penginjil bisa memberikan kaset dan tape recorder di rumah- rumah penduduk, kami melakukan proses pendaftaran bagi orang-orang yang menunjukkan ketertarikannya dan keinginannya untuk mempunyai kaset Alkitab di rumah, dan kemudian mereka dipungut biaya pendaftaran yang sangat murah (hanya sebagai formalitas), sehingga Audio Scripture Ministry tidak bisa dituduh melakukan manipulasi atau pemaksaan agar mengikut Yesus."

Sumber: Mission Network News, 15 Agustus 2003

  • Doakan pelayanan Audio Scripture Ministry dalam membagikan kaset Alkitab kepada para penduduk di India bagian Utara

  • Berdoa supaya melalui kaset Alkitab ini banyak orang di India bagian Utara bisa mengenal kasih Yesus

e-JEMMi 36/2003


"Hampir 10.000 kelompok Kristen baru dimulai pada tahun 2002. Jumlah ini dua kali lebih banyak dari jumlah gereja baru yang didirikan tahun 2001," lapor Dr. Alex Abraham dari 'Operation Agape'. "Salah seorang partner kerja kami mengatakan bahwa sekitar 1.400 anggota suku Banjara di Andhra Pradesh telah dibaptis dalam empat bulan terakhir ini." Di Punjab ada sekitar 8.500 gereja dimana 500 diantaranya dirintis oleh tim "Operation Agape". Gereja-gereja rumah di Uttar Pradesh berkembang pesat: dalam waktu dua tahun persekutuan-persekutuan doa telah dimulai di 17.000 rumah, dan sekitar 7.000 gereja rumah telah didirikan.

H.K. Patel melaporkan dari Chatisgarh di India Tengah:

"Sekitar 95 kelompok doa yang dimulai tahun 1997 telah berkembang -- menjadi 500 gereja rumah di tahun 2000 -- dan sekarang telah menjadi 700 gereja rumah. Banyak anggota suku Satnami yang ingin mengenal Yesus. Sementara itu di Hinota, sebuah desa di Dindori (Chatisgarh), doa keliling telah dimulai. Tanah di desa ini sangat kering dan kita mendoakannya. Tidak lama kemudian, Panchayat (kepala desa) terpana saat melihat air yang melimpah keluar dari pompa air yang ada. Pemerintah setempat juga terpana melihat mujizat tersebut dan mereka meminta kami untuk mendoakan tanah-tanah lain yang mengalami kekeringan."

Sumber: FridayFax, January 3, 2002.



  • Bersyukur atas berkembangnya kelompok persekutuan dan gereja rumah di India. Doakan proses pemeliharaan dan pengembangan kelompok-kelompok tersebut agar tetap menjadi alat kemuliaan-Nya.

  • Doakan pemerintah setempat memberikan kemudahan dan keleluasaan bergerak (bersekutu, bersaksi, dan beribadah) bagi orang-orang Kristen. Kiranya semakin banyak orang mengenal berita keselamatan-Nya yang ajaib.

e-JEMMi 04/2003