Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are heree-JEMMi No. 06 Vol.21/2018 / Hidup Adalah Kristus

Hidup Adalah Kristus


Peter merasa dia harus melakukannya apa pun risikonya. Dia suka bepergian dengan pamannya, Michael, seorang penginjil di Filipina, ke desa-desa terpencil tempat orang-orang begitu lapar untuk mendengar tentang Kristus.

Perjalanan ke desa-desa itu penuh petualangan dan sekaligus berbahaya, menjelajah hutan yang lebat selama berjam-jam. Rakyat Filipina sudah lama diteror oleh New People's Army, kaki tangan Partai Komunis. Sering kali, Peter dan pamannya harus bersembunyi agar selamat dari bahaya. Peter mengasihi anak-anak dan senang melihat bagaimana antusiasnya mereka saat mereka pada akhirnya memahami betapa Allah mengasihi mereka.

Pada hari Jumat Agung, New People's Army berketetapan untuk mengakhiri pelayanan Paman Michael. Mereka menangkap Peter dan mengancam untuk membunuhnya jika pamannya tidak berhenti memberitakan Kristus. Orang tua Peter menjawab, "Kami tidak dapat meminta Michael untuk menghentikan pekerjaannya. Namun, kami memohon agar kalian mengembalikan anak kami. Dia tidak bersalah apa-apa."

Pada akhirnya, dengan tangan terikat di belakang tubuhnya, Peter mendengar orang tuanya berkata kepada para tentara itu, "Hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan."

Dengan kata-kata itu, Peter pulang untuk bertemu dengan Juru Selamatnya pada Jumat Agung yang kelabu itu. Setelah peristiwa itu, Paman Michael masih terus memberitakan kuasa kasih Kristus dan menceritakan kepada orang-orang di pegunungan tentang keponakannya yang masih muda dan setia yang bernama Peter.

Risiko adalah masalah pilihan. Ada orang yang mempertaruhkan kekayaannya pada hal-hal duniawi seperti: hasil pertandingan sepak bola, bola basket, atau pacuan kuda. Ada juga yang mempertaruhkan hidup dan kesehatan mereka dengan memilih aktivitas yang tidak memiliki nilai kekekalan.

Kristus memanggil orang untuk memilih sesuatu yang sangat berbeda. Dia mengatakan bahwa kita harus memilih untuk mempertaruhkan kenyamanan duniawi kita agar dapat memperoleh hadiah surgawi dalam melakukan kehendak-Nya. Melakukan kehendak-Nya membuahkan hadiah yang jauh lebih besar daripada uang tunai, keseruan berjudi, atau rasa nyaman yang palsu yang datang dari kesenangan duniawi.

Orang yang melepaskan apa yang tidak dapat dia pertahankan untuk memperoleh apa yang dia tidak dapat kehilangan, bukanlah orang yang bodoh.

(Diambil dari Devosi Total, Suara Martir - Voice of Martyrs)

Diambil dari:
Nama situs : Cahaya Pengharapan
Alamat situs : http://www.cahayapengharapan.org/old/kesaksian_​hidup/texts/hidup_​adalah_​kristus.htm
Judul asli artikel : Hidup adalah Kristus
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 23 Oktober 2017