Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereHaiti Tahun 2004

Haiti Tahun 2004


Ribuan orang menderita kelaparan di Haiti pada saat kelompok- kelompok kemanusiaan sedang berjuang membantu mereka yang terkena bencana angin topan Jeanne. Bencana ini menewaskan ratusan orang dan membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Di sisi lain, Evangelical Baptist Mission (EBM) telah membantu berdirinya gereja baru di Haiti. Jim Burdick dari EBM mengatakan bahwa gereja ini ingin membantu mereka yang terkena bencana, baik secara jasmani maupun rohani.

"Gereja ini muncul dengan rencana unik dan mereka mengontak kami dan berkata ´Kami memiliki rencana untuk menolong para keluarga yang terkena banjir dan angin topan, sekaligus kami ingin menjangkau mereka. Yang diharapkan para korban bencana dari kami adalah partisipasi semampu kami´." Gereja baru ini akan menyediakan kebutuhan makanan, sarana kesehatan, pakaian, dan juga Injil. Burdick mengatakan bahwa dukungan dalam berbagai bentuk akan sangat membantu pelayanan ini.

Sumber: Mission Network News, October 7th, 2004

  • Berdoa agar bantuan gereja baru di Haiti untuk para korban bencana ini dapat dipakai sebagai sarana mengenalkan kasih Yesus.
  • Doakan pelayanan EBM di Haiti agar bisa menjangkau dan melayani para penduduk Haiti dengan mendirikan jemaat-jemaat baru di sana.
  • e-JEMMi 42/2004


    Compassion International terus melanjutkan usahanya untuk menghitung orang-orang yang hilang akibat bencana banjir yang terjadi minggu lalu di Haiti. Compassion memberikan sponsor bagi ribuan anak di dunia termasuk di Haiti. Perwakilan dari Compassion, Haiti, mengatakan bahwa ada empat anak yang meninggal dalam bencana itu dan sekarang Compassion akan memperluas program bantuan yang mereka lakukan. "Kami mengumpulkan informasi untuk mengetahui dengan tepat berapa jumlah keluarga yang menjadi korban banjir.

    Kami ingin mendata berapa banyak kebun dan binatang yang hanyut karena banjir. Dengan demikian kami dapat mengetahui siapa saja yang membutuhkan bantuan melalui program Family Disaster Program." Banjir ini memberikan banyak penderitaan, namun perwakilan dari Compassion menyatakan bahwa perlindungan Allah terasa sangat nyata. "Ketika kami melihat situasi, kami menyadari bahwa ada beberapa keluarga yang selamat dan ini tidak mungkin terjadi kalau bukan karena intervensi Allah. Karena itu hati mereka mulai terbuka untuk menerima Kristus sebagai Juruselamat."

    Sumber: Mission Network News, June 4, 2004

    • Doakan Compassion International dalam menyelenggarakan bantuan bagi para penduduk Haiti yang mengalami bencana melalui program Family Disaster Program.
    • Berdoa supaya melalui bencana ini bisa membuka mata beberapa keluarga untuk melihat campur tangan Allah yang nyata dalam kehidupan mereka. Hal ini sekaligus mempersiapkan hati mereka agar bisa menerima berita Injil.
    • e-JEMMi 35/2002


      Ketika Haiti merayakan Dies Natalisnya yang ke-200 pada tanggal 1 Januari 2004 yang lalu, banyak orang yang berencana untuk mendedikasikan negara ini kepada Setan. Banyak kerusuhan juga terjadi di Haiti saat memasuki tahun baru 2004. Penginjil Sammy Tippit percaya bahwa hal ini menjadi tantangan keras bagi umat percaya di Haiti. "Saya pikir, semakin dekat Anda menyaksikan bagaimana mereka merayakan ulang tahun negara ini, maka semakin banyak perselisihan pendapat yang Anda saksikan karena saat ini merupakan saat penentuan di sepanjang sejarah negara Haiti.

      Perayaan ini menjadi saat untuk mengingat kembali dari mana mereka berasal. Ada kemungkinan akan banyak terjadi pergolakan politik. Di tengah- tengah situasi seperti ini, umat Kristen ingin mengatakan, 'Hey, kami ingin mempersembahkan negara ini kepada Allah." Tippit mengatakan bahwa kepercayaan mereka dilandasi atas ketertarikan untuk melakukan proyek yang mendukung pelayanan. "Kami bekerja sama dengan Center for Evangelism dan Leadership Training yang ada di Haiti. Kami berharap bahwa semua materi dan sumber latihan Kepemimpinan dan Penginjilan yang kami miliki dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Creole dan juga bahasa Perancis. Dengan demikian, bahan- bahan tersebut bisa dipakai untuk membangkitkan suatu generasi pemimpin yang baru.

      [Sumber: Mission Network News, January 1st, 2004]



      Pokok Doa:


      • Doakan untuk negara Haiti, khususnya umat Kristen yang saat ini tinggal di sana. Berdoa supaya mereka berjuang keras untuk mempertahankan kesetiaan iman mereka kepada Yesus di tengah-tengah situasi yang tidak mendukung.

      • Berdoa untuk proyek pelatihan kepemimpinan yang diadakan oleh Sammy Tippit agar dapat berkembang dan banyak orang yang tertarik untuk mengikutinya.

      • Doakan proyek penerjemahan bahan-bahan kepemimpinan ke dalam bahasa Creole dan bahasa Perancis agar dapat segera diwujudkan.


      e-JEMMi 04/2004